Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Restoran Akhirnya Aku Menemukan Dirimu


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepatnya dan hari yang di tunggu oleh ketiga anak kembarnya tiba yaitu pergi ke negara A.


Mereka sudah selesai mandi serta sudah berpakaian rapih dan kini mereka sedang menunggu Veronica yang sebentar lagi akan datang.


Tidak menunggu waktu lama Tante Veronica datang dan merekapun langsung makan bersama setelah selesai makan dan mencuci piring serta gelas kotor mereka istirahat.


Setengah jam barulah mereka berangkat ke bandara menuju ke negara A tempat tinggal kelahiran Mommy Abigail dan Tante Veronica.


'Sudah enam tahun aku tidak datang ke negara A dan semoga saja aku tidak bertemu dengan keluargaku karena saat ini ke tiga anak kembarku masih kecil.' Ucap Mommy Abigail dalam hati.


'Akhirnya setelah enam tahun, aku kembali ke negaraku. Semoga saja sahabatku menemukan kebahagiaan begitu pula dengan diriku.' Ucap Tante Veronica dalam hati.


Enam jam lamanya akhirnya mereka sudah sampai di bandara milik negara A. Mommy Abigail memesan taksi dan merekapun naik ke dalam taksi menuju ke mansion milik orang tua Tante Veronica. Hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion milik orang tua Veronica.


"Mommy, ini rumah siapa?" tanya Abner putra pertamanya.


"Ini rumah orang tua Tante Veronica." jawab Mommy Abigail.


"Rumahnya besar sekali." ucap Alvaro putra ke dua dengan mata berbinar - binar.


"Iya besar sekali." ucap ke dua saudara kembarnya kompak.


"Maaf ya sayang, mommy belum bisa membelikan mansion seperti ini." ucap Mommy Abigail dengan nada sendu.

__ADS_1


grep


Ke tiga anaknya Abner dan Alvaro memeluk paha kanan Mommy Abigail sedangkan Agnes memeluk paha kiri Mommy Abigail dengan tangan mungilnya. Maklumlah mereka masih kecil setinggi paha Mommy Abigail.


"Mommy jangan menangis ya? besok kita cari mansion seperti ini." ucap mereka serempak.


"Maafkan mommy lagi sayang, mommy tidak punya uang untuk membeli mansion sebesar ini, mommy hanya bisa beli rumah minimalis." ucap Mommy Abigail merasa bersalah.


"Mommy, kami bertiga punya uang yang sangat banyak hadiah dari kami memenangkan berbagai lomba dan kalau rumah yang di sana kita jual kami rasa cukup untuk membeli mansion seperti ini." ucap Alvaro memberikan usulan.


"Tidak sayang, uang itu adalah uang kalian jadi simpanlah uang itu untuk keperluan kalian. Mommy akan berusaha sekuat tenaga agar bisa membeli mansion seperti milik orang tua Veronica." ucap Mommy Abigail sambil tersenyum dan membelai rambut ke tiga anak kembarnya secara bergantian.


"Sudah... sudah kita baru sampai dan sekarang kalian tinggal pilih kamar kalian." ucap Tante Veronica mengalihkan pembicaraan karena dirinya tidak tega melihat ke tiga anak kembar tersebut bersedih.


"Baik tante." Jawab ke tiga anak kembar yang sangat tampan tersebut.


"Terima kasih, aku berhutang banyak padamu." ucap Mommy Abigail dengan nada tulus.


"Kamu sahabatku dan sebagai seorang sahabat harus saling membantu." ucap tante Veronica sambil menepuk bahu sahabatnya.


Tante Veronica berjalan ke kamarnya yang sudah lama tidak di tempati sedangkan Mommy Abigail memilih kamar sebelah dekat ke tiga anak kembarnya.


Di dalam kamar si kembar sedang memperhatikan kakak pertamanya yang bernama Abner yang sedang mengotak atik laptopnya.

__ADS_1


"Yes dapat, sekarang daddy lagi pergi ke mall bersama Oma dan Opa." ucap kakak pertamanya yang bernama Abner.


"Bagaimana kalau kita ke sana?" usul Alvaro si kembar nomer dua.


"Setuju." Jawab mereka serempak.


"Selama di mall kita mencari daddy berada di mana dan jangan sampai kita berpisah." ucap Abner.


"Baik kak." Jawab Alvaro dan Agnes dengan serempak.


"Oh iya kita bilang ke mommy apa?" tanya Agnes si kembar nomer tiga.


Mereka bertiga berfikir setelah kurang dari lima menit mereka bertiga mempunyai ide cemerlang.


"Bilang saja kita ingin jalan - jalan ke mall." ucap ke tiga kembar tersebut dengan kompak.


Mereka saling memandang satu sama lainnya kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ke tiga anak kembar mengklaim bahwa paman Ray adalah Daddy Ray yang merupakan Daddy ke tiga anak kembar tersebut.


Merekapun langsung membersihkan diri dan memakai pakaian kembar terdiri dari kemeja dan celana pendek berwarna biru langit.


Setelah selesai mereka keluar dari kamarnya bertepatan Mommy Abigail juga keluar dari kamarnya. Mommy Abigail memakai celana pendek dan kaos biru langit yang pas di tubuhnya sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi.


"Lho kok bisa samaan." ucap Mommy Abigail dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Kan kita sehati mom." Jawab ke tiga anak kembarnya serempak.


"Mommy, kita pergi ke mall yuk?" ajak ke tiga anaknya serempak lagi dengan menampilkan mata puppy eyes yang menjadi andalannya.


__ADS_2