Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Draft


__ADS_3

" Sekarang kamu pura - pura tidur sambil memeluk Abner yang sedang terluka dan buat seolah - olah Abner memelukmu." Perintah Mommy Karen.


" Buat apa mom?" tanya Daddy Ray dengan wajah bingung.


"Ikuti saja perintah mommy, nanti kamu akan tahu." ucap Mommy Karen.


"Baik mom." Jawab Daddy Ray sambil berdiri dan berjalan ke arah ranjang.


Daddy Ray pun berbaring kemudian memeluk Abner bertepatan Abner juga memeluk Daddy Ray. Hal itu membuat Daddy Ray tersenyum menatap wajah tampan anaknya yang mirip dengan dirinya.


"Anak daddy juga kangen ya?" ucap Daddy Ray sambil membalas pelukan anak pertamanya sambil mengecup kening Abner dan pura - pura memejamkan matanya.


Tidak berapa lama akhirnya Mommy Abigail keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Mommy Abigail berjalan ke arah ke dua orang tua Daddy Ray dan duduk saling berhadapan.


"Mommy Abigail lihatlah anak kalian sangat membutuhkan sosok seorang daddy yang selalu melindungi kalian. Apakah kamu tega memisahkan hubungan seorang daddy dengan ke tiga anaknya? Kamu dan Daddy Ray tidak salah karena yang patut disalahkan adalah ibu tiri mu dan juga adik tirimu yang berbuat keji terhadapmu begitu pula dengan orang yang telah berbuat keji terhadap anakku sehingga terjadilah yang tidak diinginkan." ucap Mommy Karen berusaha menasehati calon menantunya.


"Ke tiga anak kalian sudah besar dan sebentar lagi sekolah, apakah hatimu tidak terluka jika ada orang yang menghinamu dan juga menghina ke tiga anak kalian?" Tanya Daddy Rico.


"Daddy rasa jika kalian menikah tidak ada lagi orang yang akan menghina kalian lagi." sambung Daddy Rico.


"Percayalah anak kami bukanlah orang yang suka memainkan perasaan wanita karena terus terang baru kali ini anak kami sangat serius untuk menikah." Ucap mommy Karen.


"Kenapa mommy dan daddy mengharap aku menikah dengan kak Ray?" tanya Mommy Abigail.


"Karena baru pertama kali ini kami melihat senyuman Ray. Biasanya anak kami jarang tersenyum tapi sejak melihatmu senyuman anak kami tidak pernah pudar." Jawab Mommy Karen sambil tersenyum dan menatap ke arah Ray yang sedang pura-pura tidur.


Mommy Abigail terdiam beberapa saat sambil merenungkan kata demi kata yang diucapkan oleh Mommy Karen dan Daddy Rico. Hingga akhirnya Mommy Abigail menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah mereka secara bergantian.


"Baiklah Mommy dan Daddy, Abigail bersedia menikah dengan Kak Ray tapi dengan dua syarat." ucap Mommy Abigail akhirnya.


"Apa itu syaratnya?" tanya Mommy Karen dan Daddy Rico bersamaan.


"Syarat pertama aku mohon agar kak Ray mengurus mantan calon tunangannya agar di saat pernikahan kami nanti dia dan keluarganya tidak menggangguku dan juga ke tiga anak kembar kami. Aku tidak ingin membuat ke tiga anak kesayangan kami menangis akibat ucapan pedas gadis itu." Ucap Mommy Abigail menjelaskan


"Baik nanti kami akan meminta anak kami akan mengurus mereka." ucap Mommy Karen.


"Syarat ke duanya apa?" tanya Daddy Rico penasaran.


"Syarat ke dua jika dalam perjalanan pernikahan kami dan kak Ray tiba - tiba sembuh dari penyakitnya dan kak Ray mencintai wanita lain maka aku akan mundur dan jangan pernah meminta hak asuh ke tiga anak kami. Aku tidak akan meminta harta gono gini karena bagiku harta bisa di cari. Jika setuju dengan ke dua syarat ku maka aku bersedia menikah dengan kak Ray." ucap Mommy Abigail.


"Baiklah aku setuju, apalagi aku tidak akan mungkin menyakiti hatimu karena bagiku kamu adalah wanita yang paling sempurna untukku. Hanya laki - laki bodoh yang tega menyakiti perasaan seorang wanita sebaik dirimu." ucap Daddy Ray sambil membuka matanya dan turun dari ranjang.


Daddy Ray berjalan ke arah Mommy Abigail dan duduk di sampingnya. Usaha Daddy Ray meminta bantuan ke dua orang tuanya tidak sia – sia akhirnya Mommy Abigail setuju untuk menikah dengan dua syarat tersebut dan Daddy Ray yang sangat mencintai Mommy Abigail menyetujui permintaan Mommy Abigail.


"Baiklah kalau begitu mommy dan daddy akan menyiapkan semua keperluan acara pernikahan kalian." ucap mommy Karen sambil tersenyum bahagia.


"Sekarang sudah malam, mommy dan daddy istirahat saja biar aku dan Mommy Abigail yang menjaga anak - anak kami." ucap Daddy Ray.


"Baiklah, mommy dan daddy juga lelah besok kami ke sini lagi." ucap Mommy Karen sambil berdiri dengan diikuti oleh suaminya.


Daddy Rico dan Mommy Abigail ikut berdiri dan mengantar sepasang suami istri sampai di depan pintu. Setelah selesai mengantar mereka kembali duduk di sofa.


"Aku ingin mandi dulu badanku sangat lengket." ucap Mommy Abigail.


"Bagaimana kalau mandi bersama?" tanya Daddy Ray sambil tersenyum mesum


"Tidak." tolak Mommy Abigail.


"Memangnya kenapa?" tanya Daddy Ray dengan muka lesu.


"Pasti tahu jawabannya, nanti kalau kita resmi menikah baru boleh mandi bersama." ucap Mommy Abigail sambil berdiri meninggalkan Daddy Ray.


"Tapi kamu bilang kita akan melakukan hubungan suami istri." Ucap Daddy Ray dengan nada protes.


"Abner lagi sakit dan ke dua anak kita lagi tidur nanti jika mereka bangun pasti langsung mencari kita jadi tidak enak kalau kita terburu-buru melakukan hubungan suami istri." Ucap Mommy Abigail.


Sambil berbicara Mommy Abigail mengambil paper bag yang berisi pakaian miliknya yang baru di beli oleh Daddy Ray kemudian Mommy Abigail berjalan ke arah kamar mandi.


Daddy Ray menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga tanpa sengaja melihat ponsel milik Mommy Abigail yang tergeletak di atas meja dekat ranjang.


Jiwa kepo nya meronta membuat Daddy Ray memaksakan dirinya untuk mengambil ponsel milik Mommy Abigail kemudian melihat isi di dalam ponsel milik Mommy Abigail.


"Hmmm.. pakai pin tidak masalah buatku." ucap Daddy Ray dengan nada santai.


Daddy Ray pun mengotak atik ponsel milik Mommy Abigail dan tidak membutuhkan waktu lama ponsel itupun dapat di buka. Daddy Ray membuka isi di dalam galeri yang penuh dengan foto - foto ke tiga anaknya.


"What??? banyak sekali piala 🏆 milik ke tiga anakku. Aku tidak menyangka ke tiga putraku sangat pintar dan menjuarai berbagai bidang seni bela diri, matematika, progam IT dan masih banyak lagi." ucap Daddy Ray sambil tersenyum bahagia.


"Maafkan daddy yang tidak bisa menemani kalian waktu kalian ikut lomba. Mulai sekarang dan seterusnya daddy akan menemani kalian ikut lomba." sambung Daddy Ray.


Setelah puas membuka galeri, Daddy Ray membuka isi wa milik Mommy Abigail dan ada beberapa chat dari beberapa pria tapi tidak dibalas oleh Mommy Abigail. Sisanya tentang undangan acara lomba ke tiga anak kembar.


"Aku akan berusaha menjadi suami dan daddy yang bertanggung jawab atas istri dan ke tiga putraku." ucap Daddy Ray sambil meletakkan kembali ponsel milik Mommy Abigail di atas meja kemudian menunggu Mommy Abigail keluar dari kamar mandi.


ceklek


Mommy Abigail keluar dari kamar mandi dan melihat Daddy Ray sedang menatap dirinya.


"Kak Ray, tidak mandi?" tanya Mommy Abigail


" Mandi, handuk mu mana?" tanya Daddy Ray.


"Ada di kamar mandi, kenapa tidak pakai yang baru?" tanya Mommy Abigail dengan wajah terkejut.


"Tidak, aku ingin memakai handuk yang tadi kamu pakai." Jawab Daddy Ray sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Mommy Abigail hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah sofa dan duduk di sofa sambil menunggu Daddy Ray. Lima belas menit kemudian barulah Daddy Ray selesai mandi dan langsung duduk di sebelah Mommy Abigail.


"Sudah malam, kak Ray mau tidur di mana?" tanya Mommy Abigail.


"Di sofa saja." ucap Daddy Ray sambil memeluk pinggang Mommy Abigail.


"Kak Ray, apa yang kak Ray lakukan?" tanya Mommy Abigail sambil melepaskan tangan Daddy Ray tapi tenaganya kalah jauh dengan Daddy Ray.


'Aku ingin tidur sambil memeluk dirimu.' bisik Daddy Ray.


"Tidak, lebih baik kak Ray tidur bersama Abner dan aku tidur bersama Alvaro dan Agnes." tolak Mommy Abigail.

__ADS_1


'Baiklah, tapi setelah kita menikah kita tidur bersama.' bisik Daddy Ray.


" Ya. Sekarang aku ingin istirahat sudah malam." ucap Mommy Abigail sambil berdiri meninggalkan Daddy Ray.


Daddy Ray mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke asisten pribadinya kemudian berjalan ke arah ranjang untuk tidur bersama putra pertamanya.


xxxxxxx


Malam berganti pagi Mommy Abigail perlahan membuka matanya dan melihat ke dua putranya sedang memeluk dirinya sambil menatap wajah mommynya.


"Mommy, apakah daddy meninggalkan kita lagi?" tanya Agnes dengan mata berkaca-kaca.


"Siapa bilang daddy pergi meninggalkan kalian, daddy menemani kakak kalian." Jawab Daddy Ray yang menjawab pertanyaan Agnes sambil turun dari ranjang untuk mendekati putri bungsunya.


"Daddy!!" teriak Agnes sambil turun dari ranjang kemudian berlari menuju ke arah Daddy Ray.


"Hati - hati Agnes nanti jatuh." ucap Mommy Abigail


hap


Cup


Daddy Ray langsung memeluk putra bungsunya kemudian berdiri sambil mengecup pipinya.


"Daddy, jangan pergi lagi ya? kami sedih kalau daddy pergi lagi." ucap Agnes sambil menyandarkan kepalanya di bahu Daddy Ray.


"Iya Daddy, jangan pergi lagi ya." Sambung Abner dan Alvaro bersamaan sambil masing-masing membuka matanya.


"Mulai sekarang dan seterusnya kita akan selalu bersama. Apakah kalian senang mendengarnya?" tanya Daddy Ray sambil menatap ke arah ke tiga anak kembarnya secara bergantian.


"Senang dad." Jawab mereka serempak.


"Daddy, Alvaro ingin di gendong sama daddy." pinta Alvaro sambil berjalan ke arah daddynya dan mengangkat ke dua tangannya.


Daddy Ray langsung menggendong Alvaro dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya menggendong Agnes.


"Daddy, Abner juga mau di gendong." ucap Abner dengan mata penuh harap.


"Kamu lagi sakit nanti kalau sudah sembuh nanti daddy gendong." ucap Daddy Ray.


"Sekarang Alvaro dan Agnes mandi dulu ya dan ini pakaian kalian." ucap mommy Mommy Abigail sambil memberikan dua paper bag ke Alvaro dan Agnes.


"Masih baru mom?" tanya Alvaro sambil menerima paper bag dari mommynya.


"Iya, daddy yang membelikan buat kalian." ucap Mommy Abigail.


cup


cup


"Terima kasih daddy." Jawab Alvaro dan Agnes serempak sambil mengecup pipi Daddy Ray masing-masing kanan dan kiri.


"Sama - sama sayang, sekarang mandi ya." Ucap Daddy Ray sambil tersenyum bahagia.


'Ternyata seperti ini rasanya menjadi Daddy dan memiliki sebuah keluarga. Terima kasih Jovanka berkatmu hari-hariku lebih berarti.' Sambung Daddy Ray dalam hati.


"Ok." Jawab Daddy Ray sambil tersenyum bahagia.


"Aku ikut." ucap Agnes.


"Agnes, kamu kan perempuan jadi mandinya sama Mommy." Ucap Alvaro.


"Tapikan Agnes pengen dekat sama Daddy." Ucap Agnes dengan mata berkaca-kaca.


Daddy Ray duduk berlutut kemudian menarik dagu Agnes agar menatap dirinya.


"Agnes sayang, apa yang dikatakan sama Kak Alvaro benar, kalau laki-laki mandi sama laki-laki dan perempuan mandi sama perempuan." Ucap Daddy Ray dengan nada lembut.


"Tapi Dad, aku kan ingin bermain sama Daddy." Ucap Agnes.


"Bagaimana setelah selesai mandi kita pergi jalan-jalan?" Tanya Daddy Ray memberikan usulan agar Agnes tidak sedih.


"Daddy janji akan mengajakku jalan-jalan?" Tanya Agnes sambil mengulurkan jari kelingking kanan.


"Daddy janji." Jawab Daddy Ray sambil menjulurkan jari kelingking kirinya.


"Aku ikut ya Dad." Ucap Abner dan Alvaro bersamaan.


"Tidak boleh." ucap Agnes.


"Kenapa tidak boleh? Kan kita anak Daddy juga." Ucap ke dua kakak kembarnya.


"Aku juga anak Daddy tapi kenapa aku tidak boleh mandi bersama?" Tanya Agnes.


Daddy Ray menatap ke arah Mommy Abigail untuk meminta bantuan agar ke tiga anak kembarnya tidak bertengkar.


"Abner, Alvaro dan Agnes." Panggil Mommy Abigail sambil berjalan ke arah Daddy Ray.


"Iya Mom." Jawab ke tiganya dengan serempak.


"Jika kalian bertengkar maka Daddy akan pergi dari kita, apakah kalian ingin Daddy pergi lagi?" Tanya Mommy Abigail.


Grep


Daddy Ray yang ingin protes dengan perkataan Mommy Abigail tentang dirinya akan pergi membuat Mommy Abigail menggenggam tangan Daddy Ray.


"Tidak mau Mom." Jawab ke tiga anak kembarnya serempak.


"Kalau begitu jangan bertengkar lagi." Ucap Mommy Abigail.


"Iya Mom." Jawab ke tiga anak kembarnya serempak lagi.


"Bagus, apalagi kalian bertiga bersaudara jadi sudah sepantasnya sesama saudara harus saling membantu dan tidak bertengkar." Ucap Mommy Abigail.


"Sekarang kalian bertiga berpelukan dan meminta maaf." Ucap Mommy Abigail.


Ke tiga anak kembarnya serempak menganggukkan kepalanya kemudian mereka saling berpelukan setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Untuk saat ini Daddy dan Alvaro mandi bersama dan Agnes nanti mandi sama Mommy. Mulai besok dan seterusnya kalian mandi masing-masing seperti dulu." Ucap Mommy Abigail.


"Baik Mom." ucap ke tiga anak kembarnya serempak.


Ke dua pria tersebut masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Mommy Abigail duduk di kursi dekat ranjang di mana Abner masih berbaring sambil memangku Agnes.


"Setelah bertemu dengan Daddy, apakah kalian berdua bahagia?" tanya mommy Mommy Abigail.


"Bahagia mommy dan Abner berharap daddy selalu bersama dengan kita." ucap Abner.


"Agnes juga sama Mom, sangat bahagia." Sambung Agnes.


"Mommy dan Daddy akan menikah dan kita akan menjadi satu keluarga yang utuh." ucap Mommy Abigail.


"Benarkah mom? Abner senang sekali mendengarnya." ucap Abner tersenyum bahagia.


"Agnes senang sekali akhirnya kita punya Daddy." Sambung Agnes.


Mommy Abigail tidak mau egois karena ke tiga anaknya masih membutuhkan kasih sayang seorang daddy karena itulah dirinya mau menikah dengan Daddy Ray.


"Apakah masih ada yang sakit? tanya Mommy Abigail


"Tidak ada mom hanya nyeri saja." Jawab Abner.


"Syukurlah mommy senang mendengarnya. Oh ya sebentar lagi ada penerimaan murid baru nanti mommy dan daddy akan mendaftarkan kalian sekolah." ucap Mommy Abigail


"Benarkah mom?" tanya Abner dan Agnes bersamaan sambil tersenyum bahagia.


"Benar sayang, nanti kalian bertiga akan sekolah di sekolah yang sama." Jawab Mommy Abigail.


"Nanti Daddy akan menemani kalian untuk mendaftarkan sekolah." Sambung Daddy Ray.


" Terima kasih Daddy dan Mommy." Jawab mereka serempak.


Alvaro dan Agnes langsung memeluk Daddy Ray karena mereka sangat senang bisa sekolah dengan di antar oleh Daddy Ray. Daddy Ray hanya tersenyum sambil menggendong ke dua anak kembarnya sambil mengecup pipi ke dua anak kembarnya.


"Terima kasih sayang kehadiran kalian sangat berarti buat daddy. Hidup Daddy sekarang lebih berwarna sejak kedatangan kalian." ucap Daddy Ray tersenyum bahagia.


"Kehadiran Daddy juga sangat berarti buat kami." Jawab ke tiga anak kembarnya bersamaan.


"Terima kasih sayang." Jawab Daddy Ray terharu dengan ucapan ke tiga anak kembarnya.


"Ehem... sekarang mommy dan Agnes yang mandi dulu." ucap Mommy Abigail.


"Baik Mom." Jawab Daddy Ray, Abner dan Alvaro bersamaan.


Mommy Abigail langsung mengambil dua paper bag dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya bersama putri bungsunya.


"Daddy, mau melihat piala kami tidak?" tanya Abner.


"Mau sayang, mana pialanya?" tanya Daddy Ray.


"Ada di negara A, nanti kalau kak Abner sembuh kita bisa ke sana untuk melihatnya." Jawab Alvaro yang menjawab pertanyaannya.


"Kenapa tidak di bawa ke sini?" tanya Daddy Ray.


"Pialanya sangat banyak daddy, jadi tidak mungkin bisa di bawa ke sini." Jawab Alvaro.


"Kami sedang mengumpulkan uang untuk membeli mansion kalau sudah membeli mansion baru kami akan mengumpulkan uang lagi untuk menyewa pesawat." Sambung Abner.


"Kenapa ingin membeli mansion dan menyewa pesawat?" tanya Daddy Ray dengan wajah bingung.


"Karena piala kami sangat banyak sekali kalau beli rumah kecil tidak akan muat jadi harus beli mansion. Kalau sudah beli mansion baru kami menyewa pesawat untuk mengangkut semua piala kami." ucap Abner menjelaskan.


"Memang darimana uangnya?" tanya Daddy Ray penasaran.


"Kami bertiga selalu mengikuti lomba dan selalu menang, selain mendapatkan piala kami juga mendapatkan uang dan uang itu kami tabung untuk membeli mansion dan menyewa pesawat." Jawab Alvaro.


"Mommy selalu melarang kami untuk memakai uang itu untuk membeli mansion karena mommy ingin kami memakai uang itu untuk keperluan kami sendiri tapi kami tidak pernah menyentuh sedikitpun untuk memakainya." sambung Abner.


"Apa yang dikatakan oleh mommy memang benar adanya. Masalah mansion, kalian bertiga dan mommy tinggal di mansion milik Daddy yang sebentar lagi akan menjadi milik kalian." ucap Daddy Ray.


"Mengenai menyewa pesawat pakai pesawat pribadi milik daddy yang sebentar lagi akan menjadi milik kalian juga." sambung Daddy Ray


"Benarkah daddy?" tanya mereka serempak.


"Benar sayang, apapun milik daddy akan menjadi milik kalian." Jawab Daddy Ray.


"1Terima kasih daddy, daddy memang yang terbaik." Jawab mereka serempak.


cup


Alvaro mengecup pipi Daddy Ray sambil tersenyum bahagia.


"Daddy, Abner ingin mencium pipi daddy." pinta Abner.


Daddy Alvaro langsung mendekatkan pipinya ke bibir Abner.


cup


"Terima kasih daddy, Abner bahagia bisa bertemu dengan daddy." ucap Abner kemudian mengecup pipi Daddy Ray.


ceklek


Mommy Abigail membuka pintu kamar mandi dan melihat ke dua anaknya sedang bercakap-cakap dengan Daddy Ray membuat hatinya tersentuh ternyata selama ini ke tiga anak kembarnya sangat mengharapkan kehadiran seorang daddy hanya saja mereka tidak pernah mengutarakan ke dirinya.


"Mommy tidak di ajak bergabung nih?" ucap Mommy Abigail pura - pura cemberut.


"Mommy." Panggil ke dua anak kembarnya.


Mommy Abigail tersenyum dan mendekati Alvaro yang sedang di gendong oleh Daddy Ray. Mereka berlima saling berpelukan membuat Daddy Ray tersenyum bahagia karena dirinya mempunyai keluarga. Dirinya berjanji untuk selalu melindungi dan mencintai keluarga barunya.


"Terima kasih telah menjadikan daddy sebagai bagian dari keluarga kalian. Daddy sangat mencintai kalian semuanya dan mulai sekarang dan seterusnya daddy akan melindungi kalian dengan sekuat tenaga daddy dan maafkan daddy yang dulu tidak bisa menemani dan melindungi kalian di saat yang paling sulit." ucap Daddy Ray dan tidak terasa air matanya keluar.


Mommy Abigail, Alvaro dan Agnes langsung menghapus air mata Daddy Ray sambil tersenyum.


"Sudah lupakan yang lalu biarlah berlalu dan tidak mungkin kita kembali ke masa lalu karena yang terpenting sekarang adalah kita menatap masa depan dan memulai dari awal." ucap Mommy Abigail dengan kata bijaknya.

__ADS_1


__ADS_2