
"Abner ingin meretas cctv di mansion, Opa." Jawab Abner.
"Lebih baik Abner, Alvaro dan Agnes ikut Oma ke ruang perawatan VVIP agar kalian bisa istirahat.'' Ucap Mommy Karen.
"Baik Oma." Jawab Abner, Alvaro dan Agnes bersamaan.
"Tolong ambilkan koper kami di dalam mobil karena baju kami terkena noda darah." ucap Mommy Karen.
"Baik Nyonya." Jawab bodyguard tersebut dengan patuh.
Mommy Karen, Daddy Rico, Albert, Veronika, Abner, Alvaro dan Agnes berjalan ke arah ruang perawatan VVIP yang kebetulan milik Daddy Raka.
Setelah hampir lima menit pintu ruang perawatan di ketuk sebanyak tiga kali kemudian empat bodyguard datang sambil membawa koper.
Setelah ke empat bodyguard keluar dari ruang perawatan satu persatu mereka mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Kecuali Daddy Rico dan Albert yang belum mandi karena pakaiannya belum di ambil.
Kini Abner duduk di tengah - tengah sofa di mana samping kanannya ada Daddy Rico sedangkan sebelah kirinya Albert. Untuk dua adik kembarnya yang bernama Alvaro dan Agnes sudah tidur dengan di temani Mommy Karen bersama Veronica.
Jari jemari yang mungil milik Abner sangat lincah mengutak atik laptopnya sedangkan Daddy Rico dan Albert hanya memperhatikan Abner.
'Benar yang dikatakan oleh putraku dan Hendrik ternyata cucuku sangat genius.' ucap Daddy Rico dalam hati.
'Apa yang dikatakan Hendrik ternyata benar ponakanku yang tampan ini ternyata sangat genius.' Ucap Albert dalam hati.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
ceklek
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu membuat mereka menatap ke arah pintu. Di mana dua bodyguard Daddy Rico membawa dua koper, satu koper diberikan ke Daddy Rico dan satunya lagi untuk Albert.
"Tuan besar, maaf ini kopernya." Ucap bodyguard tersebut sambil memberikan koper.
Daddy Rico hanya menganggukkan kepalanya kemudian menerima kopernya dan mengambil satu stel pakaian santai karena pakaiannya terkena bercak darah dari tubuh Mommy Abigail .
Daddy Rico masuk ke dalam kamar mandi hingga dua puluh lima menit kemudian Daddy Rico sudah mengganti pakaiannya dan kini giliran Albert membersihkan diri.
"Opa Rico, kenal pelayan ini?" tanya Abner dengan nada dingin.
"Kenal dia pelayan baru, memang kenapa Abner?" tanya Daddy Rico penasaran.
"Opa, lihat apa yang dilakukan pelayan itu." Ucap Abner tanpa menjawab pertanyaan Daddy Rico.
Ketika Daddy Rico ingin melihat rekaman cctv bertepatan Albert keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di samping Abner, Albert juga mendengarkan percakapan pelayan itu.
__ADS_1
"Si*l ternyata aku memperkerjakan seorang pengkhianat." ucap Daddy Rico sambil menggenggam tangannya dengan erat menahan emosinya begitu pula dengan Albert.
"Abner kamu di sini dulu bersama ke dua adikmu Alvaro dan Agnes. Opa ingin berbicara dengan Albert dan nanti Opa kembali lagi." ucap Daddy Rico menahan emosinya.
"Baik Opa.'' Jawab Abner patuh.
"Tunggu Oma mau melihat putra dan menantu kita." Ucap Mommy Karen sambil turun dari ranjang diikuti oleh Veronica.
"Aku juga ikut." Sambung Veronica.
"Ok." Jawab Daddy Rico singkat.
Daddy Rico langsung berdiri dan berjalan berdampingan dengan istrinya kemudian meninggalkan ke tiga cucunya dengan diikuti Albert dan Veronica dari belakang. Mommy Karen dan Veronica langsung berjalan ke arah pintu ruang operasi untuk melihat keadaan mereka berempat.
"Albert hubungi keluarga kita untuk menangkap pelayan itu dan bawa ke markas." Ucap Daddy Rico dengan nada dingin setelah melihat istrinya sudah pergi jauh.
"Baik Paman." Jawab Albert sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang dipercayai setelah selesai menghubungi ke dua orang itu berjalan ke arah ruang operasi.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Daddy Rico sambil memeluk tubuh istrinya dari arah samping.
"Belum tahu Dad." Jawab Mommy Karen.
" Mommy tolong temani ke tiga cucu kita." Pinta Daddy Rico.
__ADS_1
"Baik dad." Jawab Mommy Karen sambil berdiri dan berjalan meninggalkan mereka.
"Aku ikut." ucap Veronica ikut berdiri dan menyusul Mommy Karen.