Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Albert Dan Veronica


__ADS_3

"Dia adalah orang yang dijodohkan oleh orang tuaku." ucap Albert jujur.


" Apakah darling mencintainya?" tanya Veronica.


"Tidak."Jawab Albert singkat.


"Tapikan orang tua Darling menjodohkan Darling dengan perempuan itu." Ucap Veronica.


"Benar, saat itu Aku mengatakan ke orang tuaku kalau Aku akan menyamar menjadi pria miskin. Jika perempuan itu dan keluarganya mau menerimaku maka Aku akan menerima perjodohannya." Jawab Albert.


"Kenapa mesti menyamar? Kalau perempuan itu menerimanya bagaimana?" Tanya Veronica.


"Perempuan itu tidak mungkin menerimanya karena itulah Aku sengaja menyamar menjadi pria miskin." Jawab Albert dengan nada yakin.


'Karena Kakak sangat yakin kalau perempuan itu sama seperti perempuan di luaran sana.' Sambung Albert dalam hati.


"Kalau seandainya mau menerimanya pasti Darling senang banget." ucap Veronica dengan nada cemburu.


Cup


"Kalau perempuan itu mau menerimaku maka Aku akan cari cara lain agar Dia menolak ku atau merendahkan ku." Jawab Albert.


"Kenapa?" Tanya Veronica.


"Saat itu Aku belum ada keinginan menikah." Jawab Albert jujur.


"Kalau sekarang?" Tanya Veronica.


"Kalau sekarang tentu saja ingin menikah." Jawab Albert.


"Apa yang membuat Darling menyukaiku? Kita kan baru kenal." Ucap Veronica.


"Dekat denganmu membuatku sangat nyaman dan Kamu gadis yang selama ini Aku cari." Jawab Albert.


"Jika ada lagi gadis yang membuat Darling nyaman, apakah Darling menyukai gadis itu?" Tanya Veronica.


"Jika Aku mencintai seseorang maka selamanya Aku mencintainya dan tidak memperdulikan perempuan lain." Jawab Albert dengan tegas.


"Aku mengatakan ini semua karena aku tidak ingin ada kesalahan pahaman di antara kita berdua karena aku ingin jika kita memulai sesuatu hubungan harus saling mempercayai." Sambung Albert dengan nada tegas.


"Aku mempercayaimu darling yang pasti jika darling tidak menginginkan aku lagi aku akan pergi dari kehidupan darling untuk selamanya." ucap Veronica.

__ADS_1


"Tidak darling aku laki - laki bodoh jika aku melepaskan dirimu karena aku sangat mencintaimu darling." Ucap Albert dengan nada tulus.


"Terima kasih darling." Ucap Veronica.


"Sama - sama darling." Ucap Albert.


"Darling, Aku mengatakan ini karena Aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu darimu dan Aku harap Kamu pun juga sama." Sambung Albert sambil menatap arah depan.


"Baik Darling." Ucap Veronica sambil menggenggam tangan kiri Albert agar Albert semakin yakin dengan dirinya.


cup


Albert mengecup punggung tangan Veronica, hatinya sangat bahagia mendengar ucapan Veronica.


" Terima kasih darling." Ucap Albert.


"Sama - sama darling." Ucap Veronica sambil tersenyum bahagia.


"Mengenai kenapa apartemen milik Aku selalu bersih karena sejak Aku u kelas satu SD selalu hidup mandiri mencuci piring dan membersihkan rumah hingga aku kelas empat SD aku mulai belajar memasak karena ke dua orang tuaku sibuk bekerja karena itulah kenapa di apartemen milikku selalu bersih dan ada bahan untuk memasak." Ucap Albert menjelaskan.


"Maafkan aku darling karena aku tidak tahu." Jawab Veronica tidak enak hati karena sempat mencurigai kekasihnya.


"Tidak apa - apa darling yang penting kamu sudah tahu masa lalu ku. Bagaimana dengan kehidupan keluarga mu?" tanya Albert.


"Bagaimana dengan kekasih?" Tanya Albert.


"Orang tuaku memberikan kebebasan padaku asalkan setia, tidak ringan tangan, sayang dan tanggung jawab." Jawab Veronica.


Albert menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Darling bisa berhenti di depan dekat jembatan?" Tanya Veronica sambil menunjuk ke arah jembatan di mana banyak pengemis meminta-minta.


"Mau apa?" Tanya Albert balik bertanya dengan wajah bingung.


"Nanti Darling akan tahu." Jawab Veronica sambil tersenyum.


Albert menghentikan mobilnya dan berhenti pas di depan dekat jembatan kemudian Veronica membuka pintu mobil lalu menutup pintu mobil tersebut diikuti oleh Albert.


Veronica membuka pintu bagasi mobil kemudian mengambil roti yang tadi dibelinya di supermarket.


"Darling tolong bantu membawakan semua roti." pinta Veronica sambil membawa beberapa bungkusan plastik.

__ADS_1


"Ok. Jawab Albert singkat walau hatinya bingung untuk apa semua roti itu dikeluarkan.


Setelah selesai Albert mengunci pintu mobil dan berjalan berdampingan dengan Veronica.


"Darling di ujung dekat jembatan banyak pengemis dan gelandangan kita akan ke sana." Ucap Veronica.


"Ok." Jawab Albert singkat sambil berpikir.


Albert memeluk Veronica dari arah samping untuk menyebrang jalan kemudian mereka berjalan sesuai arah yang ditunjuk oleh Veronica.


"Halo kakak cantik, halo kakak tampan." Sapa para pengemis dan para gelandangan serempak


"Halo adik - adik semuanya, ini kakak bawakan roti buat kalian." Ucap Veronica sambil tersenyum kemudian mulai membagi - bagikan roti.


Albert yang melihat Veronica membagi - bagikan roti ikut juga membagi - bagikan roti ke mereka. Roti tadi awalnya berat ketika di bawa kini bertambah ringan karena hanya tertinggal beberapa kantong plastik. Para pengemis dan para gelandangan setelah menerima roti mengucapkan terima kasih ke Albert dan Veronica kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Darling kita ke sana dan tolong pegang kantong plastik ku." Ucap Veronica sambil memberikan beberapa kantong plastik ke arah Albert.


"Ok, mereka sepertinya mengenal dirimu?sejak kapan darling melakukan ini?" tanya Albert penasaran sambil menerima beberapa kantong plastik pemberian Veronica.


"Aku dan Abigail sebulan sekali membagi - bagi makanan ke mereka." Ucap Veronica menjelaskan.


" Pantas saja, kamu memang sungguh wanita yang sangat berbeda." Puji Albert.


"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Veronica sambil tersenyum.


Veronica mengambil amplop berwarna putih di dalam tasnya kemudian mengetuk pintu dan tidak berapa lama pintu langsung terbuka.


ceklek


Seorang wanita paruh baya membuka pintu sambil tersenyum. Veronica memberikan amplop ke wanita paruh baya kemudian mengambil enam roti dari kantong plastik yang di pegang Albert untuk diberikan ke wanita paruh baya tersebut. Begitu seterusnya hingga roti yang berada di kantong plastik habis tidak bersisa.


"Sekarang kita kembali ke mobil." Ucap Veronica sambil menggenggam tangan Albert.


"Ok." Jawab Albert singkat sambil membalas genggaman tangan Veronica.


Mereka berjalan dengan santai sambil mengobrol. Ketika mereka menyebrang jalan tiba-tiba mata elang Albert melihat ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengarah ke mereka berdua.


"Matilah kalian berdua!" teriak wanita itu menatap ke arah Veronica dan Albert dengan tatapan tajam.


"Lari, ada mobil ingin menabrak kita!!" teriak Albert sambil menggendong Veronica kemudian berlari dengan langkah cepat.

__ADS_1


Bruk


"Akhhhhhhhh..." Teriak Albert dan Veronica bersamaan.


__ADS_2