
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana seseorang memperhatikan gerak gerik ke dua pria tersebut dan mendengarkan percakapan mereka dengan menggunakan headset.
"Abner, jangan main laptop nanti matanya minus." Ucap Mommy Nicole.
Abner hanya mengangkat jarinya ke mulut tanda Mommy Nicole dan yang lainnya untuk diam. Mereka yang mengerti langsung terdiam. Mommy Nicole, Rani, Adriana, dokter Kasandra dan Sandra yang penasaran memperhatikan apa yang dilihat oleh Abner.
Hingga ke dua pria tersebut selesai bicara dan pergi meninggalkan rumah sakit barulah Abner melepaskan headset.
Ceklek
Ketika Abner ingin bicara bersamaan pintu ruangan terbuka lebar dan tidak berapa lama dua perawat mendorong ranjang di mana Hendrik berbaring.
Ranjang Hendrik bersebelahan dengan ranjang Albert kemudian ke dua perawat itupun pergi meninggalkan ruangan tersebut bersamaan kedatangan Leo dan Kenzo.
"Abner dua pria tadi siapa?" Tanya Mommy Nicole penasaran begitu pula dengan yang lainnya.
"Dengarkan ya dan jangan ada yang bersuara." Ucap Abner dengan nada dingin.
'Kenapa semua sifat para pria mirip dengan Daddy?' Tanya Mommy Nicole dalam hati begitu pula dengan yang lainnya.
"Penjagaannya di perketat jadi kita harus berhati-hati." ucap salah satu pria tersebut.
"Betul sekali jangan sampai rencana kita gagal untuk membunuh Albert dan Ray." Ucap temannya.
"Dasar bo*oh kenapa Kamu sebut namanya?" Tanya temannya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Maaf, Aku lupa." Jawab pria tersebut.
"Sudah jangan ribut kita pergi dari sini." Ucap pria tersebut.
"Baik, kapan kita akan menyerang mereka berdua?" Tanya temannya.
"Nanti malam." Jawab pria tersebut keceplosan.
Bugh
"Kenapa Kamu bertanya? Dasar bod*h." Umpat temannya dengan nada kesal.
"Kan Aku tidak tahu makanya Aku tanya." Jawab pria tersebut.
"Au ... Ah ... gelap." Ucap temannya dengan nada kesal sambil pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Nanti malam mereka akan menyerang Paman Albert dan Daddy jadi kita harus bikin rencana agar penyerangan mereka gagal." Ucap Abner sambil berpikir.
'Aduh gaya Abner mirip dengan keluarga besar Raka.' Ucap mereka bersamaan dalam hati.
"Lebih baik kita bagi dua kelompok dan sekaligus menjebak mereka." Ucap Albert.
"Aku setuju." Ucap mereka bersamaan.
"Kalau begitu untuk Tante Kasandra dan Tante Sandra temani Tante Karen sekalian tolong kasih tahu ke Kak Ray untuk berhati-hati. Untuk Abner tolong kirim rekaman cctv ke Daddy." Ucap Albert.
__ADS_1
"Ok." Jawab dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.
"Baik Paman." Jawab Abner patuh.
Dokter Kasandra dan Sandra pergi meninggalkan ruang perawatan menuju ke ruang perawatan di mana sahabatnya terluka akibat kecelakaan di jalan raya.
Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik orang tua Desi yang berada di pinggiran hutan.
Mobil pertama yang di tumpangi Daddy Raka, Rico dan Adrian berhenti dan tidak jauh dari mansion milik orang tua Desi kemudian di susul mobil ke dua yang di tumpangi oleh Leonard, Ronald, Marcel dan Adrianus.
"Siapa yang bisa naik pohon?" Tanya Daddy Raka setelah mereka semua keluar dari mobil.
"Untuk apa naik pohon Dad / Opa?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah bingung.
"Mau lihat keadaan mansion di sana dari atas pohon." Jawab Daddy Raka sambil menunjuk mansion milik Desi.
"Kita retas saja mansion itu Dad daripada naik pohon terus tiba-tiba dahannya patah." Ucap Leonard sambil meletakkan laptopnya di kap mobil.
"Kelamaan." Jawab Daddy Raka sambil berjalan ke arah pohon besar.
"Daddy, nanti encoknya kumat." Ucap Rico dengan nada kuatir begitu pula dengan yang lainnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1