Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Veronica Di Bawa Oleh Keluarganya


__ADS_3

Veronica sangat terkejut dan langsung mengalungkan ke dua tangannya ke leher Albert agar dirinya tidak terjatuh. Namun mereka kalah cepat Albert dan Veronica jatuh ke jalan aspal dan mereka berdua pun terluka.


Mobil itupun langsung mengemudi dengan kecepatan tinggi seperti sebelumnya karena bagaimanapun dirinya ingin selamat dari amukan para warga. Membiarkan Veronica dan Albert terluka karena ulah dirinya.


Veronica terluka namun lebih parah Albert karena Albert memeluk tubuh Veronica. Hingga Veronica melihat sebuah mobil kembali melaju sangat kencang membuat Veronica berusaha bangun sambil menahan rasa perih pada ke dua lutut kaki dan ke dua lutut tangannya kemudian merentangkan tubuhnya untuk dijadikan sebagai tamengnya.


Brak


Mobil itupun menabrak Veronica hingga jatuh terpental yang tidak jauh dari Albert bersamaan orang-orang di sekitar itu melempar apa saja yang ada seperti sepatu yang dipakainya dan batu membuat mobil tersebut melaju dengan sangat kencang. Sebagian lagi warga yang berada di daerah itu mendatangi Veronica dan Albert.


Veronica nekat melakukan hal itu karena jika dirinya tidak melakukan hal itu bisa saja nyawa Albert tidak tertolong. Apa yang dilakukan oleh Veronica diketahui Albert, Albert sebenarnya ingin bangun dan menarik tangan Veronica namun tubuhnya seperti tidak bertulang.


"Kenapa Kamu lakukan itu?" Tanya Albert dengan nada lirih yang masih berbaring di jalan raya begitu pula dengan Veronica.


"Aku tidak bisa melihat orang yang Aku cintai terluka." Jawab Veronica.


Setelah mengatakan hal itu pandangannya mulai kabur karena darah segar keluar dari tubuh, kepala, hidung dan mulut. Tidak berapa lama Veronica tidak sadarkan diri bersamaan Albert ikut tidak sadarkan diri dan tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya.


"Kita bawa mereka ke rumah sakit.'' Ucap salah satu warga sambil menggendong Veronica yang sudah tidak sadarkan diri.


"Baik." Jawab salah satu warga sambil meminta teman-temannya membantu menggendong Albert.


Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mereka kemudian mereka keluar dan berjalan ke arah kerumunan tersebut siapa lagi kalau bukan Rani dan dokter Adrian orang tua Albert.


"Albert." Panggil sepasang suami istri tersebut.

__ADS_1


"Tuan dan Nyonya kenal?" Tanya salah satu warga.


"Tentu saja kenal, Albert putra kami." Jawab dokter Adrian.


Tidak berapa lama datang mobil ambulance mereka melakukan pertolongan pertama ke Albert dan Veronica sedangkan ke dua orang tuanya bertanya ke masyarakat sekitar apa yang sebenarnya terjadi.


"Itulah yang terjadi." Jawab salah satu warga mengakhiri ceritanya.


"Baiklah kalau begitu kami pamit mau pergi ke rumah sakit dan terima kasih atas bantuannya." Ucap dokter Adrian.


"Sama-sama Tuan dan Nyonya, semoga Nona Veronica dan dan Tuan Muda baik - baik saja. Apalagi Nona Veronica adalah gadis yang sangat baik dan perduli sama kami karena kami adalah orang -orang miskin." Ucap salah satu warga dengan nada tulus.


"Amin." Jawab mereka bersamaan.


"Pasti ada orang yang sengaja melakukan ini, entah dari musuh Veronica atau putra Kita." Ucap dokter Adrian sambil menghubungi keluarga istrinya sambil menatap ke arah pintu ugd begitu pula dengan istrinya.


"Padahal ponakan Kita Ray, Abigail, Hendrik dan Elizabeth mengalami kecelakaan karena mobilnya di rusak. Lebih parah Elizabeth karena sampai sekarang belum sadar." Ucap Rani.


"Apakah orangnya sama?" Tanya dokter Adrian sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi adik kandungnya yang bisa meretas cctv di Jalan raya.


"Bisa sama atau bisa juga tidak." Jawab Rani sambil mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


xxxxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxxxx


Ketika Rani mendapatkan kabar dari Daddy Raka kalau ponakannya yang bernama Ray bersama istri, Elizabeth dan Hendrik mengalami kecelakaan membuat mereka pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Namun ketika dalam perjalanan tanpa sengaja melihat dari kejauhan mobil putranya terparkir di pinggir jalan di tambah ada kerumunan warga di tengah jalan membuat dokter Adrian menghubungi rumah sakit miliknya untuk mendatangkan mobil ambulance.


"Daddy, perasaanku tidak enak jadi Mommy mau ke sana." Ucap Rani.


"Daddy juga sama perasaannya tidak enak, kita sama-sama ke sana dengan menggunakan mobil agar kita berhenti di lokasi kejadian." Ucap dokter Adrian.


"Baik Dad." Jawab Rani patuh.


Dokter Adrian melajukan mobilnya hingga mobilnya berhenti tepat orang - orang sedang berkerumun.


xxxxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxxxx


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana sepasang suami istri datang dan berjalan ke arah dokter yang kebetulan lewat untuk menanyakan keadaan Veronica.


Mereka adalah orang tua Veronica dan mereka berencana akan membawa Veronica untuk berobat ke luar negri mengingat mereka tinggal di luar negri.


"Dokter, bagaimana keadaan putri kami?" Tanya wanita tersebut.


"Masih di ruang UGD." Jawab dokter tersebut yang kebetulan dokter pribadi mereka.


"Kami berencana mau membawanya ke luar negri jika keadaannya memungkinkan." Ucap wanita tersebut.


"Baik Nyonya, nanti saya kabarin." Ucap dokter tersebut yang tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak.


"Baik saya tunggu kabarnya." ucap wanita tersebut yang ingin Veronica di bawa oleh Keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2