
"Mundur sejauh mungkin." Jawab Daddy Raka.
Serempak mereka semuanya mundur sejauh mungkin walau dalam hatinya bingung kenapa Abner menyuruhnya mundur sejauh mungkin.
("Abner, kenapa mundur sejauh mungkin?" Tanya Daddy Raka).
Duarr
Duarr
Duarr
Sebelum Abner menjawab terdengar suara ledakan keras sebanyak tiga kali membuat mereka merasakan getaran seperti gempa.
("Itulah Buyut kenapa Abner meminta semuanya mundur." Ucap Abner menjelaskan).
("Darimana Kamu tahu kalau ada bom?" Tanya Daddy Raka penasaran).
("Abner meretas cctv, nanti kalau Abner bilang masuk ke dalam Buyut dan lainnya masuk ya." Ucap Abner).
("Ok." Jawab Daddy Raka singkat).
Daddy Raka mendengar suara bunyi laptop membuat Daddy Raka mengangkat tangan satunya tanda supaya untuk tidak bergerak.
'Kenapa sekarang Aku yang seorang mantan ketua mafia menunggu instruksi anak kecil sekaligus cicitku. Tapi berkat cicitku kami selamat dari ledakan.' Ucap Daddy Raka dalam hati.
Duarr
__ADS_1
Duarr
Duarr
Tiba-tiba mereka kembali menendengar suara ledakan keras sebanyak tiga kali membuat mereka kembali merasakan getaran seperti gempa.
("Buyut, sekarang mansionnya sudah rata dengan tanah dan semua penghuni mansion sudah mati semua." Ucap Abner).
("Kenapa tadi bunyi ledakan?" Tanya Daddy Raka penasaran).
("Mereka akan melempar bom jika buyut dan semuanya masuk ke dalam mansion jadi sebelum hal itu terjadi Abner menembak bom mereka dengan menggunakan alat berupa drone buatan kami yang di kirim sebelum kedatangan Buyut dan semuanya." Jawab Abner menjelaskan).
Daddy Raka memijat kepalanya yang tidak pusing mendengar ucapan Abner.
("Apakah mereka sudah mati semua?" Tanya Daddy Raka memastikan).
("Sudah Buyut." Jawab Abner).
("Baik Buyut, hati-hati buat Buyut dan semuanya." Jawab Abner).
Daddy Raka memerintahkan Rico dan Adrian Leonard, Ronald, Marcel dan Adrianus untuk kembali ke rumah sakit.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Rico sambil berjalan ke arah mobil diikuti yang lainnya.
"Ini berkat cicitku Abner makanya kita selamat dari ledakan." Jawab Daddy Raka.
"Berkat Abner? Ceritakan lebih detail Dad." Pinta Daddy Rico penasaran begitu pula dengan yang lainnya.
__ADS_1
Daddy Raka menceritakan apa yang telah terjadi tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan yang lainnya mendengarkan cerita Daddy Raka tanpa berani menyela.
"Itulah yang terjadi." ucap Daddy Raka mengakhiri ceritanya.
"Aku tidak menyangka keturunan kita semuanya pintar dalam segala bidang." Ucap Daddy Rico bangga.
"Betul katamu, Daddy sangat bangga mempunyai keturunan yang sangat cerdas." Ucap Daddy Raka penuh rasa bangga.
"Kami juga." Jawab mereka bersamaan.
Mereka pun masuk ke dalam mobil meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di ruang perawatan di mana Daddy Ray dan Mommy Abigail di rawat.
Abner sibuk mengotak atik laptopnya untuk mengetahui pergerakan musuh sambil sesekali menguap. Abner yang sudah tidak bisa menahannya langsung tertidur dengan posisi duduk dan laptop berada di sampingnya.
Abner tertidur dengan pulasnya karena baik mata dan tubuhnya lelah setelah hampir dua belas jam Abner mengotak atik laptopnya begitu pula dengan yang lainnya.
Jam dua puluh tiga puluh perlahan Alvaro membuka matanya begitu pula dengan Agnes. Mereka melihat di laptop belum ada tanda-tanda orang yang mencurigakan hingga jam dua puluh satu malam Alvaro dan Agnes melihat delapan orang berpakaian serba hitam masuk ke dalam lobby.
Pluk
"Kak Abner, lihat delapan pria itu." Ucap Alvaro sambil menyentuh bahu Abner.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :