Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Maafkan Kami


__ADS_3

Mommy Abigail duduk di kursi kemudi dan tante Veronica duduk di samping kursi pengemudi sedangkan ke tiga anak kembar tersebut duduk di kursi belakang pengemudi.


"Abner, apakah kamu meretas seorang pria yang tadi kita temui?" tanya mommy Abigail sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Iya mom, maafkan kami." ucap Abner tertunduk karena merasa bersalah.


"Sudah mommy duga, pantas saja kalian mengajak mommy ke mall ternyata kalian merencanakan ini. Apa jangan - jangan kalian mengajak mommy ke negara A sebenarnya untuk menemui pria itu?" tanya mommy Abigail.


"Iya mom." Jawab mereka serempak.


Mommy Abigail hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudian menatap ke tiga anaknya dari spion mobil dan tidak berapa lama menatap ke arah depan.


"Kenapa kalian yakin kalau pria itu daddy kalian?" tanya mommy Abigail.


"Kami sangat yakin mom." Jawab mereka serempak.


"Apalagi wajah kami sangat mirip dengan daddy." sambung Alvaro.


"Di dunia ini pasti ada wajah yang mirip walau mereka tidak ada hubungan saudara. Jika seandainya memang pria itu daddy kalian terus ternyata daddy kalian jahat memisahkan mommy dengan kalian bertiga apakah kalian siap meninggalkan mommy sendirian?" tanya mommy Abigail sambil mengeluarkan air matanya.


Entah kenapa membayangkan hal itu dirinya sangat takut sekali jika harus berpisah dengan ke tiga anak kembarnya yang sangat disayanginya dengan sepenuh hatinya.


"Maafkan kami mommy, kami tidak kepikiran sampai ke arah sana, kakak berikan pengaman agar daddy tidak tahu di mana kita." pinta Agnes yang tidak ingin berpisah dengan Mommy Abigail.

__ADS_1


"Kami tidak mau kehilangan mommy, ayo kak berikan pengaman agar daddy tidak bisa meretas data informasi keluarga kita." Sambung Alvaro.


"Baiklah dik." Jawab Abner mengikuti keinginan ke dua adik kembarnya.


Abner pun mengambil iPad dan memberikan data pengaman agar Daddy Rico tidak bisa meretas data mommy Abigail dan ke tiga anak kembar. Setelah agak lama mengotak atik iPad Abner menaruh kembali iPad ke dalam tas mungilnya.


"Sudah kakak berikan pengaman jadi daddy tidak bisa meretas data kita." ucap Abner.


"Bagus, pesan mommy jangan percaya dengan orang asing siapa tahu mereka jahat dengan kita." ucap mommy Abigail sambil menatap kaca spion mobil.


"Baik Mom." Jawab ke tiga anak kembarnya dengan patuh.


Setelah itu mereka saling terdiam hingga mata elang mommy Abigail melihat ada mobil berwarna hitam selalu mengikuti mobilnya.


"Anak - anak ada yang mengikuti mobil kita, kalian berpegangan ya." pinta Mommy Abigail.


xxxxxxx


Daddy Ray dan ke dua orang tuanya yang berada satu mobil tiba - tiba ponselnya berdering. Daddy Ray langsung mengambil ponselnya dan menggeserkan ke tombol berwarna hijau kemudian ditempelkan ke telinganya.


Setelah agak lama berbincang Daddy Ray mematikan ponselnya secara sepihak sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Ada apa Ray?" tanya Mommy Karen sambil melihat putra ke duanya dari kaca spion.

__ADS_1


"Bodyguard kita kehilangan jejak mereka, mereka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sambil menyalip mobil lain." ucap Daddy Ray menjelaskan.


"Kamu Kan pintar IT sampai di rumah cari identitas mereka." ucap Daddy Rico.


"Baik dad." Jawab Daddy Ray patuh.


"Nanti Mommy akan bantu kamu meretas calon istrimu." Ucap Mommy Karen.


"Terima kasih Mom." Jawab Daddy Ray.


"Tidak perlu berterima kasih, kebahagiaan kami adalah melihatmu bahagia bersama orang yang kamu cintai." Ucap Mommy Karen sambil tersenyum.


Daddy Ray membalas senyuman Mommy Karen dalam hatinya bersyukur orang tuanya mau merestui hubungannya dengan Mommy Abigail. Daddy Ray berharap segera menemukan Mommy Abigail beserta ke tiga anak kembarnya yang baru di lihatnya dan membuat Daddy Ray sangat merindukannya.


Tidak berapa lama merekapun sudah sampai di mansion milik orang tua Daddy Ray. Daddy Ray langsung turun dan masuk ke dalam ruang kerja milik Daddy Rico sambil diikuti oleh ke dua orang tuanya.


ceklek


Daddy Ray membuka pintu ruang kerja kemudian duduk di kursi kebesaran milik Daddy Rico sambil membuka laptopnya. Jari jemari Daddy Ray yang lincah mengotak atik laptopnya untuk mencari informasi Mommy Abigail dan ketiga anak kembar genius dengan di bantu Mommy Karen.


Setelah satu jam lebih mengotak atik laptopnya, Daddy Ray mengusap wajahnya dengan kasar sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Bagaimana?" tanya Daddy Rico penuh harap sekaligus penasaran.

__ADS_1


"Tidak bisa di retas dad." Jawab Daddy Ray frustrasi karena untuk menyelidiki ke tiga anak kembar yang dirindukan karena memanggil dirinya dengan sebutan Daddy di tambah Mommy Abigail ternyata sangat sulit untuk ditemukan.


"Mommy juga tidak bisa, siapakah yang melindungi mereka hingga kita tidak bisa meretasnya." Ucap Mommy Karen sambil berpikir.


__ADS_2