Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Pantas Saja


__ADS_3

"Dari aku umur tujuh tahun hingga aku umur tujuh belas tahun aku tinggal di luar negri hingga aku dihubungi oleh Mommy untuk kembali ke negaraku." Ucap Mommy Abigail.


"Untuk?" Tanya Daddy Ray pura-pura tidak tahu.


"Menandatangani beberapa dokumen penting." Jawab Mommy Abigail.


"Lalu?" Tanya Daddy Ray.


"Sampai di bandara, aku naik taksi dan dalam perjalanan menuju ke mansion taksi yang aku tumpangi di cepat oleh mobil hitam kemudian aku berkelahi dengan mereka." Jawab Mommy Abigail.


"Aku bisa mengalahkan mereka dan kembali melanjutkan perjalanan ke mansion. Sampai di mansion aku sudah di tunggu oleh pengacara Daddyku, lalu aku menandatangani beberapa dokumen. Besoknya aku mulai belajar dan bekerja di perusahaan milik Daddy sambil melanjutkan kuliahku karena saat itu kuliahku belum selesai." Sambung Mommy Abigail.


"Lalu?" Tanya Daddy Ray.


"Dua tahun kemudian aku berkenalan dengan seseorang, pria itu rekan kerjaku hingga enam bulan kemudian kami berencana untuk bertunangan dan dua bulan kemudian kami menikah tapi ..." Ucapan Mommy Abigail terhenti.


"Tapi apa?" Tanya Daddy Ray penasaran sekaligus cemburu secara bersamaan.


"Dia selingkuh satu hari sebelum kami bertunangan." Jawab Mommy Abigail sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Apakah kamu sedih?" Tanya Daddy Ray.


"Tidak." Jawab Mommy Abigail tanpa banyak berpikir.


"Kenapa tidak bersedih?" Tanya Daddy Ray penasaran.


"Karena kami tidak jadi menikah, seandainya saja kami sudah bertunangan lalu dua bulan kemudian kami menikah tiba-tiba suamiku selingkuh dengan adik tiriku atau wanita lain tentunya hatiku akan lebih sakit lagi." Jawab Mommy Abigail.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Daddy Ray penasaran.


"Mereka bertunangan dan aku di minta untuk datang di acara pertunangannya padahal aku sangat malas untuk datang." Jawab Monmy Abigail.

__ADS_1


"Kenapa malas?" Tanya Daddy Ray.


"Malas saja melihat wajah adik tiriku yang meledek diriku karena berhasil merebut mantan kekasihku." Jawab Mommy Abigail.


"Berarti kamu masih ada perasaan suka." Ucap Daddy Ray.


"Aku malas datang karena adik tiriku dan teman-teman adik tiriku dan juga teman-temanku yang ada di luar negri juga datang sambil menghinaku. Itulah sebabnya aku sangat malas untuk datang apalagi pekerjaan kantor menumpuk belum lagi kuliahku sebentar lagi selesai membuatku sangat sibuk." Jawab Mommy Abigail.


'Perasaan suka pasti masih ada tapi aku berusaha untuk melupakannya. Sejak aku hamil sedikit demi sedikit aku sudah melupakannya dan merelakan dia hidup bahagia dengan adik tiriku.' Sambung Mommy Abigail dalam hati.


''Lalu apa yang terjadi" Tanya Daddy Ray yang sudah tahu jalan ceritanya.


'Aku tahu pasti kamu masih ada perasaan suka tapi aku tidak ingin memaksanya.' Sambung Daddy Ray dalam hati.


"Selebihnya maaf aku tidak bisa menceritakannya." ucap Mommy Abigail mengakhiri ceritanya.


"Memangnya kenapa?" goda Daddy Ray karena dirinya sudah tahu.


"Kamu meminum anggur yang berisi obat perang x sang dan wanita jahat itu ingin memberikannya ke Tuan Maki lalu kamu kabur dan melakukan cinta satu malam bersama pria asing di hotel. Benar bukan?" tanya Daddy Ray.


"Darimana Kak Ray tahu?" Tanya Mommy Abigail balik bertanya.


"Kakak akan menjawab jika kamu sudah menjawab pertanyaan Kakak." Jawab Daddy Ray.


"Benar bukan apa yang aku katakan?" Tanya Daddy Ray.


Mommy Abigail hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama air matanya keluar membuat Daddy Ray merasa hatinya sangat sakit melihat orang yang dicintainya menangis.


Hal itu membuat Daddy Ray menghapus air mata Mommy Abigail dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian memeluknya.


"Hiks... hiks...hiks... aku kotor... hiks..." ucap Mommy Abigail sambil menangis dan membalas pelukan Daddy Ray.

__ADS_1


"Sstttt.. tidak... kamu tidak kotor.. apakah ke tiga anak kembar itu adalah hasil dari cinta satu malam bersama pria asing itu? Apakah kamu mengenal wajah pria itu?" tanya Daddy Ray beruntun.


"Ya mereka bertiga dari cinta satu malam, tapi aku mohon sama Kak Ray jangan mengatakan ke tiga anakku karena mereka masih kecil dan mengenai wajah pria itu aku tidak mengenalnya secara jelas." ucap Mommy Abigail jujur.


"Aku tidak mungkin melakukan itu, jika seandainya pria itu adalah aku apakah kamu mau menerimaku?" tanya Daddy Ray berharap.


Mommy Abigail mendorong tubuh Daddy Ray sambil menatap tajam membuat Daddy Ray menggenggam tangan Mommy Abigail.


"Baik aku akan ceritakan padamu." ucap Daddy Ray


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


"Si*l, Hendrik ada yang memberikan obat perang**g di dalam minumanku." bisik Daddy Ray ke asisten pribadinya.


"Kita kembali ke hotel saja tuan." ucap Hendrik


"Ya, cepat. Aku tidak mau bersentuhan dengan wanita, kita pergi secepatnya." perintah Daddy Ray.


"Baik tuan." Jawab Hendrik


Daddy Ray dan Hendrik keluar dari tempat pesta pernikahan relasi bisnisnya bersamaan kedatangan seorang gadis cantik dan seksi yang ingin mendekati Daddy Ray tapi Daddy Ray mengusirnya dan pulang ke hotel tempat dirinya menginap.


xxxxxxx Flash Back Of xxxxxxx


"Maafkan aku waktu itu aku melihatmu masuk ke dalam kamarku dan memelukku dan jujur saat itu aku terkena jebakan oleh seorang wanita ular dengan memberikan aku obat perang x sang dosis tinggi dan niat awalnya aku ingin mendorong tubuhmu dan mengusirmu tapi karena tidak ada reaksi pada kulit sensitif ku maka aku melakukannya bersamamu." ucap Daddy Ray menjelaskan ke Mommy Abigail.


"Kenapa saat itu aku di tinggal pergi?" tanya Mommy Abigail penasaran.


"Maafkan aku karena waktu itu aku sedang menghukum orang yang telah berani memberikan obat perang x sang dosis tinggi dan kenapa kamu pergi?" tanya Daddy Ray gantian bertanya.


"Waktu aku terbangun aku sangat terkejut dan aku langsung mandi dan memakai handuk bekas kak Ray sambil mencari pakaianku yang ternyata ada di kolong meja karena itulah aku langsung memakainya setelah itu aku pergi dari hotel itu ke tempat sahabatku." ucap Mommy Abigail menjelaskan.

__ADS_1


"Pantas saja." ucap Daddy Ray.


__ADS_2