Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Sangat Gatal


__ADS_3

" Hiks... hiks... Perkataan gadis itu membuat aku ingat akan masa laluku di mana saat itu aku hamil tanpa suami, aku di tuduh suka menggoda pria yang sudah mempunyai istri hingga akhirnya pria itu tidak bertanggung jawab." Ucap Mommy Abigail sambil terisak dan membalas pelukan Daddy Ray.


"Hingga akhirnya aku pindah dan melahirkan ke tiga anak kembar kita dan ketika anak kembar kita menangis karena di hina oleh orang lain karena tidak tahu siapa daddynya." Ucap Mommy Abigail sambil masih memeluk Daddy Ray dan menangis di dada Daddy Ray hingga kemejanya basah terkena air mata Mommy Abigail.


"Maafkan aku, aku berjanji mulai sekarang dan seterusnya tidak ada lagi orang yang akan menghinamu ataupun menghina ke tiga anak kembar kita." Ucap Daddy Ray sambil mengusap punggung Mommy Abigail agar mengurangi kesedihan tanpa memperdulikan kemejanya basah.


Curahan hati Mommy Abigail membuat Daddy Ray menahan kesedihan dan amarah dalam waktu bersamaan begitu pula dengan Mommy Karen dan Daddy Rico.


Kesedihan karena dirinya yang tidak bisa menahan hasratnya sehingga Mommy Abigail menderita dan marah karena akibat ulahnya membuat Mommy Abigail dan ke tiga anaknya menderita karena di hina oleh orang lain.


"Bagaimana kalau minggu ini kita menikah?" tanya Daddy Ray.

__ADS_1


"Aku ingin kak Ray mengurus gadis itu karena aku tidak ingi ketika kita menikah dia menyakiti ke tiga anak kita." pinta Mommy Abigail.


"Ketika pertama kali aku mengambil mahkota berharga milikmu, aku berjanji untuk menikah denganmu dan sampai sekarang janjiku akan aku tepati. Mengenai gadis itu, sebenarnya orang tuaku mendesakku untuk menikah hingga mommyku sakit terpaksa aku mau menerima perjodohan. Kamu bisa lihat bukan, kalau aku selalu membelamu di depan gadis itu." ucap Daddy Ray.


"Aku mohon berikan aku waktu untuk berpikir." mohon Mommy Abigail


"Baiklah aku akan selalu menunggu mu dengan sabar." ucap Daddy Ray.


Mommy Karen dan Daddy Rico hanya diam mendengarkan putra ke duanya dan calon menantunya mengobrol namun dalam hatinya berjanji untuk selalu melindungi dan memberikan kebahagian untuk mereka berdua bersama ke tiga cucunya.


"Daddy dan Mommy ingin melihat ke tiga cucu kami, kalian berdua mengobrol lah." Ucap Daddy Rico sambil menutup pintu mobil.

__ADS_1


"Baik Dad." Jawab Mommy Abigail dan Daddy Ray bersamaan.


Daddy Rico dan Mommy Karen pergi meninggalkan mereka berdua di dalam mobil.


"Sekarang jangan menangis, nanti di lihat ke tiga anak kembar kita." Ucap Daddy Ray sambil menghapus air mata Mommy Abigail.


Mommy Abigail hanya menganggukkan kepalanya hingga matanya melihat tangan kanan Daddy Ray memerah membuat Mommy Abigail memegang tangannya.


"Kenapa tangan kak Ray memerah?" Tanya Mommy Abigail dengan wajah kuatir.


"Tadi Kakak memegang tangan wanita itu agar tidak menampar wajah cantik calon istriku karena itulah jadi seperti ini." Jawab Daddy Ray.

__ADS_1


"Jadi setiap memegang tangan wanita tangan Kak Ray memerah seperti ini?" Tanya Mommy Abigail.


"Betul sekali, bukan itu saja setiap gadis atau wanita menyentuh salah satu anggota tubuhku maka tubuhku langsung bereaksi seperti ini dan rasanya sangat gatal." Jawab Daddy Ray.


__ADS_2