
"Pantas apa?" tanya Mommy Abigail dengan wajah bingung.
"Ketika aku kembali lagi kamu tidak ada dan aku melihat posisi handuk yang tadi aku diletakan di kamar mandi pindah di ranjang dan semakin basah." Ucap Daddy Ray tersenyum.
"Maaf waktu itu aku terburu - buru dan aku juga bingung pakai handuk siapa jadi aku pakai handuk yang ada di hotel itu." ucap Mommy Abigail menjelaskan.
"Tidak apa-apa handuk itu aku simpan buat kenang-kenangan." ucap Daddy Ray.
"Kenang - kenangan maksudnya?" tanya Mommy Abigail mengulangi ucapan Daddy Ray.
"Kenangan-kenangan dari wanita yang aku cintai dan bau wanginya tidak pernah hilang jadi kalau aku kangen tinggal menghirup aroma handuk itu." ucap Daddy Ray jujur.
"Kangen? mencintai? apa tidak salah dengar?" tanya Mommy Abigail mengulangi perkataan Daddy Ray.
cup
"Iya kangen, kangen dengan tubuhmu dan juga kangen dengan suara merdumu." bisik Daddy Ray sambil mengecup bibir Mommy Abigail.
Kecupan singkat membuat Daddy Ray menginginkan lebih.
" Bolehkah kita melakukan lagi di sini? sudah enam tahun adik kecilku tidak aku gunakan lagi karena menunggu sarungnya yang sulit ditemukan." bisik Daddy Ray sambil menjilati telinga Mommy Abigail.
Mommy Abigail menahan geli dan duduk agak menjauh sampai bersandar di pintu mobil.
"Lihat adik kecilku sudah mulai tegang lagi." ucap Daddy Ray sambil menggenggam tangan Mommy Abigail dan diarahkan di tengah - tengah antara pahanya membuat Mommy Abigail menarik tangannya.
"Tidak, kita bukan suami istri, kita pulang saja." ucap Mommy Abigail menolak keinginan Daddy Ray.
"Kalau begitu secepatnya kita menikah." ucap Daddy Ray dengan nada yakin.
"Aku akan pikirkan." Jawab Mommy Abigail.
"Kenapa mesti memikirkan?" tanya Daddy Ray dengan nada heran.
Pasalnya semua gadis dan wanita menginginkan untuk dinikahi sedangkan Mommy Abigail mengatakan akan memikirkannya.
"Karena kita baru kenal dan siapa tahu kak Ray tidak cocok denganku karena aku banyak kekurangan dan berbeda dengan wanita yang lainnya yang jauh dari sempurna." Jawab Mommy Abigail memberikan alasan.
"Bagiku kamu adalah wanita yang sangat sempurna, ibu dari ke tiga anakku yang sangat tampan dan cantik secantik dirimu." ucap Daddy Ray.
"Sejak kapan Kak Ray pintar menggombal?" Tanya Mommy Abigail sambil tersenyum dengan wajah merona.
"Aku tidak gombal, aku serius." Ucap Daddy Ray.
Mommy Abigail hanya tersenyum membuat Daddy Ray ikut tersenyum.
"Oh ya bagaimana Kak Ray tahu kalau minuman yang aku minum itu mengandung obat perang x sang? Tanya Mommy Abigail penasaran.
"Karena ketika kita melakukan hubungan suami istri, kamu sangat liar sampai membuatku kelelahan." Jawab Daddy Ray sambil mengusap salah satu paha Mommy Abigail.
Grep
"Sudah jangan diteruskan, kita pindah duduk." Ucap Mommy Abigail sambil tangan kanannya menahan tangan Daddy Ray sedangkan tangan kirinya membuka pintu mobil.
Daddy Ray menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian keluar dari mobil dan duduk di kursi pengemudi.
"Kasihan adik kecilku." Ucap Daddy Ray.
"Jangan memikirkan hal mesum kalau tidak ingin adik Kak Ray tersiksa." Ucap Mommy Abigail.
Daddy Ray hanya bisa memanyunkan bibir bawahnya membuat Mommy Abigail tersenyum.
"Kak Ray." Panggil Mommy Abigail dengan wajah serius.
"Ya." Jawab Daddy Ray singkat.
"Kak Ray, apakah bisa membantu diriku untuk melakukan balas dendam?" Tanya Mommy Abigail sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
"Bisa, siapa orangnya?" Tanya Ray yang bersedia melakukan apapun untuk calon istrinya.
"Enam tahun yang lalu Aku mengetahui kalau Ibu tiriku dan adik tiriku adalah dalang di balik kematian ke dua orang tuaku dan aku ingin Kak Ray membantuku menangkapnya." Ucap Mommy Abigail penuh harap.
"Jika Kakak sudah menangkapnya, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Daddy Ray sambil menggenggam kemudi dengan erat karena dirinya sangat kesal dengan ke dua wanita ular itu yang telah berani menyakiti orang yang dicintainya.
__ADS_1
"Aku akan memberikan hukuman yang telah mereka lakukan pada orang tuaku." Jawab Mommy Abigail.
"Dari mana kamu tahu kalau Wanita itu yang melakukannya?" Tanya Daddy Ray penasaran.
"Aku bisa meretas cctv yang berada di mansion milik orang tuaku dan juga meretas cctv hotel." Jawab Mommy Abigai.
"Lalu kenapa kamu tidak bisa melihat kalau itu adalah aku?" tanya Daddy Ray penasaran.
"Karena pada saat itu aku hanya meretas cctv untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh ibu tiriku dan juga adik tiriku padaku tanpa mau melihat kelanjutannya." ucap Mommy Abigail menjelaskan.
Daddy Ray hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Oh iya aku ingin pulang mau mengambil pakaianku dan juga pakaian si kembar karena kami belum mengganti pakaian kami." ucap Mommy Abigail.
"Kita beli saja di butik karena aku juga belum mengganti pakaian." ucap Daddy Ray.
"Apakah kak Ray akan menginap di rumah sakit?" tanya Mommy Abigail.
"Tentu saja karena ada empat orang yang aku cintai dan harus kujaga." ucap Daddy Ray.
"Empat orang?" tanya Mommy Abigail mengulangi ucapan Daddy Ray.
"Iya empat orang kamu dan juga ke tiga anak kita." ucap Daddy Ray.
Lagi - lagi Mommy Abigail tersenyum malu dengan wajah merona membuat Daddy Ray senang karena dirinya sangat suka melihat wajah merona calon istrinya.
"Kita jalan sekarang ke butik langganan mommyku." ucap Daddy Ray
"Ok." Jawab Mommy Abigail singkat.
Daddy Ray pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke butik. Ponsel milik Daddy Ray berdering dan meminta Mommy Abigail untuk mengambil ponselnya di saku jasnya.
"Tolong ambilkan dan tempelkan di telingaku." pinta Daddy Ray.
"Baik." Jawab Mommy Abigail singkat sambil mengambil ponsel Daddy Ray di saku jasnya.
("Hallo." panggil Daddy Ray).
("Kamu dimana sayang?" tanya mommy Karen).
("Kamu ke sana sama siapa?" tanya mommy Karen).
("Abigail, Mommy." Jawab Daddy Ray).
("Hahh... kenapa bisa? sekarang di mana dia mommy ingin bicara dengannya." Ucap mommy Karen).
("Ceritanya panjang mom yang pasti cucu pertama mommy dan daddy yang bernama Abner terkena luka tembak dan kini berada di rumah sakit." ucap Daddy Ray)
("Lalu kenapa kalian pergi ke butik bukannya pergi ke rumah sakit?" tanya mommy Karen dengan nada kesal).
("Kami pergi ke butik untuk membeli pakaian ganti, sebentar lagi kami sampai di butik mom setelah ini kami akan pergi ke rumah sakit." jawab Daddy Ray menjelaskan ke mommy Karen).
("Ok nanti mommy akan menyusul." ucap mommy Karen).
("Ok mom, bye." ucap Daddy Ray).
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi pun terputus dan Mommy Abigail menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas Daddy Ray.
"Terima kasih Honey." ucap Daddy Ray
"Honey." ucap Mommy Abigail mengulangi perkataan Daddy Ray.
"Iya mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan Honey. Aku akan memperbaiki kesalahan yang dulu pernah kuperbuat padamu." ucap Daddy Ray menjelaskan.
"Itu bukan kesalahan kak Ray tapi kesalahan ibu tiriku dan juga adik tiriku." Ucap Mommy Abigail.
"Terima kasih Honey tapi walau bagaimanapun aku akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu." ucap Daddy Ray.
"Aku mohon beri aku waktu untuk memikirkannya." mohon Mommy Abigail
"Baik aku akan memberimu waktu tapi bolehkah jika aku mengajak anak - anak kita jalan - jalan?" tanya Daddy Ray penuh harap.
__ADS_1
"Tentu saja tapi dengan satu syarat." ucap Mommy Abigail
"Apa itu? meminta apartemen atau mobil atau barang branded?" tanya Daddy Ray.
"Aish... memangnya aku cewe matre." ucap Mommy Abigail sambil bibir bawahnya dimajukan.
cup
"Kamu menggodaku, Honey?" goda Daddy Ray sambil menghentikan mobilnya karena sudah sampai di butik kemudian mengecup bibir Mommy Abigail yang sudah menjadi candunya.
"Menggodamu?" tanya ulang Mommy Abigail
ctak
"Aduh." ucap Mommy Abigail sambil mengusap keningnya akibat di sentil oleh Daddy Ray
"Maaf sayang, habis sayangku sering mengulangi perkataan ku." ucap Daddy Ray sambil mengusap perlahan kening Mommy Abigail sambil meniupnya.
Mommy Abigail memejamkan matanya untuk merasakan hembusan mint dari mulut Daddy Ray yang menyegarkan.
cup
"Ayo kita turun, kelamaan di sini bikin aku ingin menerkammu dan mengulangi waktu kita di hotel." ucap Daddy Ray berusaha menahan hasratnya sambil mengecup bibir Mommy Abigail
yang sudah jadi candunya.
Mommy Abigail langsung membuka matanya dan keluar dari mobil dengan diikuti oleh Daddy Ray. Mereka berdua bergandengan tangan tapi lebih tepatnya Daddy Ray yang menggenggam tangan Mommy Abigail. Mereka masuk ke dalam butik dan memilih pakaian masing-masing kemudian memilih pakaian untuk ke tiga anak kembarnya.
"Sudah selesai belum?" tanya mommy Karen yang tiba - tiba datang membelakangi Mommy Abigail dan Daddy Ray.
Mommy Abigail dan Daddy Ray langsung membalikkan badannya dna melihat pasangan suami istri orang tua dari Daddy Ray.
"Hallo mommy, daddy kenalkan ini Abigail." ucap Daddy Ray memperkenalkan Mommy Abigail ke dua orang tuanya.
"Hallo tante, om." sapa Mommy Abigail sambil mengecup punggung tangan Mommy Karen kemudian dilanjutkan dengan Daddy Rico.
Orang tua Daddy Ray sangat senang melihat Mommy Abigail sangat sopan dan menghormati orang yang lebih tua darinya.
"Jangan panggil tante tapi panggil lah dengan sebutan mommy." pinta Mommy Karen.
"Baik tan eh mommy." ucap Mommy Abigail sambil tersenyum.
"Jangan panggil Om tapi panggil lah dengan sebutan daddy." pinta Daddy Rico.
"Baik Daddy." Jawab Mommy Abigail sambil tersenyum.
"Iya nih mom, kami sudah selesai dan sekarang mau bayar dulu setelah itu mau ke rumah sakit." ucap Daddy Ray.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Daddy Rico penasaran begitu pula dengan Mommy Karen.
"Waktu aku dan Hendrik pulang dari kantor melihat Abigail dan ke tiga anak kami di serang penjahat dan aku, Hendrik beserta para bodyguardku membantunya tapi tiba - tiba ada yang ingin menembak Ray tapi anak kami yang pertama yang bernama Abner menjadikan dirinya sebagai tameng jadi Abner yang tertembak." Ucap Daddy Ray menceritakan garis besarnya secara singkat.
"Apakah sudah kalian tangkap?" tanya Daddy Rico dengan menggenggam ke dua tangannya dengan erat dirinya sangat marah karena cucu kesayangan yang baru ditemui terluka.
"Sudah dad." Jawab Daddy Ray.
Begitu pula dengan Daddy Ray menggenggam ke dua tangannya dengan erat karena baru saja dua kali bertemu dan putranya terluka.
"Kita pergi sekarang saja karena mommy tidak sabar ingin bertemu dengan ke tiga cucu mommy." ucap Mommy Karen.
" Baik mom." jawab mereka serempak.
Daddy Ray dan Mommy Abigail berjalan ke arah kasir untuk membayar pakaian yang tadi dipilihnya sedangkan orang tua Daddy Ray mengikuti dari arah belakang. Mommy Abigail mengeluarkan kartu kredit untuk membayar pakaian dirinya dan juga ke tiga anak kembarnya.
"Sayang, biar aku saja yang membayarnya." ucap Daddy Ray sambil mengeluarkan kartu kredit tanpa batas.
"Tapi.." ucapan Mommy Abigail terpotong oleh Daddy Ray
"Mulai sekarang dan seterusnya kalian adalah tanggunganku. Ijinkan aku agar menjadi bagian dari keluarga kalian." mohon Daddy Ray.
"Baiklah." Jawab Mommy Abigail pasrah
Selesai membayar mereka keluar dari butik menuju ke parkiran mobil bertepatan kedatangan mantan calon tunangan beserta ke dua orang tuanya secara tidak sengaja mereka bertemu kembali.
__ADS_1
"Hei wanita mura x han kita bertemu kembali! Cihhhhh ... tidak tahu malu baru pertama kali bertemu langsung menghamburkan uang calon tunanganku." hina gadis itu.