Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 11 : Osiris


__ADS_3

Awalnya kukira semuanya akan baik-baik saja, akan tetapi hal buruk memang selalu terjadi pada kami.


Rasanya kami hanya terus berjalan tanpa tujuan, aku menggendong Mia di punggungku sementara Rolia berjalan di sampingku dengan tas di punggungnya.


Ketika kami telah mencapai batas, akhirnya kami tiba di Osiris, tempat itu mirip sebuah hutan kecil dengan danau di bagian tengahnya.


Mia yang telah kehilangan semangatnya tiba-tiba langsung pulih dalam sekejap, bersama Rolia dia meminum air danau dari pinggir, semuanya baik-baik saja sampai aku mengalihkan pandanganku ke samping dimana para bandit telah bersedia dengan pedang mereka.


"Sialan, siapa kalian," ucap salah satu bandit.


"Kalian berdua, kita di kepung loh."


"Cuma bandit, abaikan saja. Ahh, airnya sangat segar."


Mendengar perkataan Mia, itu sudah cukup menyulut api peperangan meski begitu, aku hanya diam di sana saat melihat kumpulan gerombolan bandit tersebut berlarian menjauh, Rolia dan Mia berubah menjadi sangat galak.


Kami sudah beberapa hari berjalan di gurun pasir mereka pasti sudah tidak tahan lagi.


"Lihat ini Jason, kita dapat kereta kuda," yang mengatakan itu adalah Rolia.


Kami baru saja merampok kereta dari perampok.


"Nah Rolia mau mandi?"


"Um.. Jason tolong jaga pakaian kami."


"Bukan itu yang harus kalian khawatir."


Walau aku melihat tubuh telanjang mereka, mereka sama sekali tidak peduli, mungkin karena lemah mereka tidak menganggapku sebagai pria.


Ketika sampai di kota mari beli obat kuat yang bisa mengubah tubuhku jadi berotot.

__ADS_1


Aku hanya mendesah pelan sebelum menyelediki kereta barang, seperti yang diharapkan dari seorang bandit isi barang bawaannya mereka penuh dengan harta.


Sebuah kantung karung sedikit membuatku penasaran, aku bertanya-tanya apa isinya dan saat kulihat. Itu adalah gadis loli.


"Panas sekali yah."


"Heeeehh."


Rolia dan Mia muncul dari belakangku.


"Ada apa Jason? Siapa dia?"


"Oh, gadis loli."


Gadis itu berambut pirang panjang dengan hiasan pita merah di kedua sisinya.


"Namaku Catrine L Terlia Shinfonia, aku ratu kerajaan Shinfonia."


"Bagaimana anak kecil bisa menjadi ratu?"


"Tidak sopan, aku sudah dewasa.. paling tidak umurku sudah satu abad, kalian telah menyelamatkanku dari bandit sekarang antar aku kembali."


Ini jelas hal merepotkan lagi.


Mia diam sejenak seolah memikirkan sesuatu.


"Kerajaan Shinfonia tidak jauh dari rute kita, kita bisa antar anak kecil ini dulu pulang."


"Siapa yang kau panggil anak kecil, aku seorang ratu."


"Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja kurasa tidak ada jalan lagi," kataku demikian.

__ADS_1


"Jangan mengabaikanku. Terlebih kau terlihat sangat terpaksa, jika kalian mengantarkanku.. aku akan menjadikan kalian bawahanku."


Sebenarnya tidak ada yang ingin menjadi bawahannya, diperintah oleh gadis kecil, yang benar saja.


"Bayarannya tinggi loh."


Aku langsung bersujud di depannya.


"Aku mohon."


Tentu saja Rolia dan Mia segera menarikku berdiri.


"Bukan waktunya bercanda Jason, kita masih banyak hal yang harus dilakukan bukan?"


"Memang benar, untuk sekarang mari berisitirahat satu hari di sini.


Aku menyalakan api unggun untuk membuat sup dengan bahan sederhana seperti wortel dan lobak.


Aku menuangkan sup itu di mangkok kecil sebelum memberikannya pada ketiganya.


"Terima kasih... hmm, ini enak," ucap Catrine yang mendapat anggukan persetujuan dari Rolia dan Mia.


Kukira anggota kerajaan tidak bisa memakan hal seperti ini, tapi malah sebaliknya, dunia ini memang penuh kejutan.


Catrine melanjutkan.


"Ada-ada saja, aku seorang ratu malah di culik bandit.. saat aku menyelinap ke kota tiba-tiba saja ada orang yang berusaha memberikanku permen dan cokelat, waktu aku menerimanya malah ada seseorang lagi yang memasukanku ke dalam karung dari belakang... sungguh menyedihkan."


Apa kau benar-benar orang dewasa?


Itulah yang kutanyakan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2