
Saat kami sadar matahari mulai muncul dari balik pegunungan, udara yang dingin kini mulai terasa hangat.
Semua orang mengalihkan pandangan ke arahku.
"Kita akan pergi ke kerajaan Shinfonia, selain membantu Catrine mengambil posisinya kembali kita juga harus mengambil kendaraan kita."
Sejujurnya kami telah meninggalkan kereta kuda kami di salah satu penginapan di sana, sudah sepatutnya kami mengambilnya kembali.
Milfa menunjukkan senyuman kecil di wajahnya lalu berkata.
"Aku bisa mengantarkan kalian ke sana dengan cepat menggunakan sihir teleportasiku, hanya saja sebagai gantinya izinkan aku pergi seharian dengan Jason."
"Maksudmu kalian berdua ingin berkencan," atas pernyataan Mia, Milfa mengangguk beberapa kali yang mana membuat Rolia menatapku dingin.
"Kami sepasang kekasih kalian tahu."
"Sejujurnya aku tidak ingat apapun," balasku ringan.
Catrine berkata setelah menghembuskan nafas panjang.
"Kau ternyata terkenal dikalangan wanita."
Aku ingin menyangkalnya akan tetapi setelah di pikirkan lagi aku hanya memendamnya dalam hati.
__ADS_1
Semua orang setuju akan permintaan Milfa selanjutnya kami semua berpindah tempat dengan sebuah sihir. Sihir memang sangat mengagumkan.
"Kita sampai," kata Milfa dan kami segera memperhatikan sekitar, tidak salah lagi ini kerajaan Shinfonia tapi ada sedikit perubahan dimana kotanya sedikit lebih sepi.
Aku meminta semua orang menyembunyikan diri dalam tudung coklat sementara aku bertanya ke salah satu penduduk yang dari tadi hanya duduk tanpa melakukan apapun.
"Apa yang terjadi?" tanyaku.
"Kau baru datang ke kota ini?" dia balik bertanya dan aku mengangguk sebagai jawaban.
"Sebenarnya ratu di kerajaan ini telah menghilang, saat beliau menghilang sebuah serangan tiba-tiba muncul dan mereka mengambil alih kerajaan ini "
"Siapa yang melakukannya?"
"Bagaimana dengan pendana menteri dan keluarga kerajaan?"
"Tuan Wesh dan tuan Rosel mereka telah dihabisi dan keluarga mereka di tahan dipenjara bawah tanah."
"Begitu."
Aku melemparkan satu koin perak padanya sebelum kembali ke arah yang lainnya dan mulai menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
Catrine tampak shock setelah mendengarnya kendati demikian dia berusaha menenangkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku yakin semua ini ulah Laura, kita akan kembali mengambil istananya... aku dan Milfa akan mencari dalangnya sementara Rolia, Mia dan Catrine tolong selamatkan orang-orang yang ditahan di penjara."
"Kami mengerti."
Setelah itu kami bergerak sesuai rencana yang telah kubuat, di depan istana ini kami mulai menyebar. Aku dan Milfa memasuki koridor sementara grup lainnya berlari ke belakang menurut arahan Catrine.
"Mari bergerak."
"Baik."
Beberapa penjaga terlihat di antara persimpangan koridor, mereka semua terlihat seperti penjahat dengan pakaian bandit.
Tadinya aku akan menghabisi mereka dengan pedangku namun Milfa lebih dulu menjatuhkannya mereka dengan sihir es.
Sihir benar-benar praktis.
Aku dan Milfa terus melanjutkan perjalanan selagi menjatuhkan para musuh yang berdatangan, Milfa menggunakan sihir air kemudian disusul sihir petir.
Aku juga berharap mempunyai sihir juga
Salah satu penjaga mengirim pedangnya lurus ke arahku, aku menangkisnya dengan ringan kemudian menendangnya jatuh ke lantai, aku juga menjatuhkan yang lainnya meskipun tidak sebanyak Milfa kalahkan.
"Aku sudah selesai di sini, kemana lagi kita?" tanyanya.
__ADS_1
Hanya satu tempat untuk kami kunjungi yaitu aula singgasana.