Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 27 : Keinginan


__ADS_3

Aku memutuskan menerobos masuk ke dalam, saat Vilaina melihat keberadaanku dia menutup mulutnya agar tidak bersuara.


"Kau?"


"Maaf datang malam-malam, aku hanya ingin memastikan sesuatu."


"Soal tadi?"


Aku mengangguk mengiyakan lalu melanjutkan.


"Aku mendengar kau perlakukan tidak baik di sini?"


Vilaina duduk di ranjang kemudian memintaku untuk duduk di sebelahnya.


"Menurutmu apa orang jahat sepertiku layak mendapatkan perlakuan baik?"


"Jahat?" aku bereaksi dengan kata tersebut.


"Kau mungkin tidak akan mempercayainya namun semua penghuni panti asuhan yang tinggal di sini kehilangan keluarga mereka olehku."


Tubuhku seketika membeku.


"Kau tinggal di sini untuk menebusnya?"


"Benar, aku adalah anggota dari sebuah kriminal yang berniat menghancurkan kota ini.. saat itu kota ini terselimuti oleh api bahkan anak yang kau temui juga adalah salah satu korbannya."


Apa organisasi yang dikatakan oleh Vilaina itu organisasi yang dibuat oleh Laura. Jika demikian hal itu bisa saja terjadi.


Aku menanyakan hal itu dan Vilaina mengangguk mengiyakan.


"Aku menyesali hal yang kuperbuat lalu datang kemari untuk membayarnya," perkataannya di selimuti kesedihan, meski dia pernah berbuat salah bukan berarti semua orang berhak memperlakukannya dengan buruk.

__ADS_1


Aku ingin mengatakan itu tapi tidak bisa kukatakan, bersamaan itu sebuah ledakan terjadi jauh dari kami berdua.


"Apa itu?"


Aku segera melirik ke arah jendela dan kulihat api membumbung tinggi.


"Me-mereka kembali."


"Jadi mereka kah, aku akan pergi.. kau peringati semua orang."


"Baik."


Aku kembali keluar jendela lalu berlari melalui jalan utama kota, di hadapanku berdiri orang-orang berpenampilan seperti berandalan.


Mereka melemparkan beberapa bom dari tangan mereka menghasilkan ledakan luar biasa di segala arah.


"Apa-apaan ini? Ada seorang yang mau menjadi pahlawan," salah satunya mengirim perkataan kasar padaku jumlah mereka 30 orang, apa aku bisa melawan mereka sendirian? Tidak ada waktu untuk ragu, aku melangkah maju selagi menarik pedang dari pinggangku.


Trang.


Aku menahan satu pedang kemudian beralih menangkis pedang lainnya, tak lama kemudian anggota kelompokku bermunculan.


Kecuali Yue yang bersembunyi, semuanya ikut dalam pertarungan.


"Gawat... dia penyihir."


"Fire Bolt."


"Uwaahh."


Beberapa penjahat dengan mudah diterbangkan ke udara, beberapa lagi mendapatkan pukulan dari Rolia serta Mia.

__ADS_1


Hanya dalam waktu singkat kami berhasil mengalahkan mereka semua lalu mengikatnya jadi satu. Para penduduk mulai mengerumuni kami semua Yue pun mendekat ke arah kami.


"Kalian berhasil menyelamatkan kami, terima kasih."


"Itu bukan apa-apa."


"Kita juga harus menyerahkan orang ini."


Dari kerumunan itu seorang wanita di lempar ke arahku, dia hampir saja menghantam tanah jika aku tidak menangkapnya dengan cepat.


"Vilaina?"


"Dia pasti yang membawa mereka kembali ke sini," kata penduduk.


"Bukan, bukan aku... aku tidak tahu apapun," meski Vilaina menyangkal habis-habisan tidak ada yang mau mempercayainya.


Aku mengalihkan pandangan ke arah orang-orang yang mengutuknya, diantara mereka anak kecil yang kutemui berada di sana menatapku penuh emosi seolah berkata tolong bawa dia.


Aku mengangguk sebagai jawaban dan berbisik ke arah Vilaina.


"Selama ini kau sudah berjuang keras, sebaiknya kau pergi bersama kami."


"Tapi.."


"Jika kau tetap berada di sini semua orang akan terluka dan di saat yang sama kau juga melukai dirimu sendiri."


"Aku hanya ingin menebus kesalahanku."


"Kurasa kau sudah melakukannya sejak lama."


Vilaina menangis di dekapanku sementara aku hanya mengelus punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2