Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 07 : Tujuan Selanjutnya


__ADS_3

Meski dia bilang sesuatu akan terjadi, aku sama sekali tidak tahu, akan tetapi ada satu hal yang pasti.


"Apa kau tahu dimana penyihir terakhir berada?"


"Jadi begitu, kau mencarinya rupanya... sama sepertiku dia juga seorang yang turut membantu pahlawan.. namanya Milfa dia berada di ruangan paling atas menara suci milik gereja Libenoal. Gereja yang memfitnah para penyihir sebagai pembunuh Arch Priest mereka."


Jadi mereka dalangnya.


"Aku kira ada salah satu iblis yang menyamar menjadi penganut kepercayaan Dewi Abela, lalu mengendalikan mereka dari dalam," tambah Mia.


"Jika begitu, kenapa Milfa masih bisa hidup?"


"Itu karena dia abadi, walau kepalanya di penggal atau tubuhnya hancur.. tubuhnya akan kembali sedia kala, kudengar dia dikurung di sana tanpa makan dan biarkan begitu saja."


"Sungguh perlakuan yang kejam," Rolia mengutarakan pendapatnya dengan sedih.


Aku melanjutkan.


"Dari awal aku ingin menyelamatkannya, terima kasih sudah menceritakan semuanya padaku.. aku akan pergi besok pagi."


"Apa yang kau katakan Jason, tempat itu tempat paling berbahaya," ucap Mia memotong.


"Tidak masalah, jika itu aku... aku akan baik-baik saja, Rolia juga tunggu di sini."


"Tapi aku ingin membantu."


"Hanya aku yang akan pergi, maaf.. bisakah kau mengawasi Rolia sampai aku kembali?"


"Tentu saja."

__ADS_1


Aku membungkuk sekali lalu meninggalkan tempat itu dalam diam. Seperti apa yang kubaca dalam buku itu aku pasti akan menemukan kebenaran dari semua ini.


Pagi harinya ketika aku bangun, aku menemukan sosok Mia dan Rolia tengah berdiri seolah menungguku bangun.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyaku kebingungan.


"Kami akan ikut bersamamu, jangan salah paham. Aku hanya tidak yakin kau bisa menyelamatkan penyihir itu sendiri, kau harus memiliki rekan kuat sepertiku."


Mia menunjuk dirinya sendiri lalu disambung perkataan Rolia.


"Aku bisa hidup sampai sekarang karena berkat Jason, jadi aku juga ingin membantu."


"Kalian berdua."


Aku tidak bisa protes lagi, mereka sudah membulatkan tekad. Itu terlihat jelas dari sorot mata mereka.


Kami bertiga berpamitan pada Leo lalu berangkat ke sana dengan menaiki dua kuda, Mia bersama Rolia sementara aku sendirian.


Kami tiba di kota pertama untuk berisitirahat, perlu satu koin perak untuk menyewa penginapan dan satu dua koin perak untuk menyewa gudang bagi kuda kami, itu termasuk perawatan serta makanannya.


Kita memiliki satu ruangan dengan dua tempat tidur.


Rolia mengepalkan tangannya selagi berkata.


"Hari ini aku akan tidur bersama Jason."


Wajah Mia memerah.


"Apa yang kau katakan Rolia, kau tidak boleh tidur bersamanya.. kau tidur bersamaku."

__ADS_1


"Tapi."


"Tidak ada tapi-tapian, kenapa gadis sepolosmu bisa seagresif ini."


"Jason selamatkan aku."


Mereka berdua cuma ingin mempermainkanku ya?


Aku duduk di kursi selagi membaca beberapa buku yang disediakan oleh penginapan, selain buku tentang sejarah kota ada beberapa buku yang menarik perhatianku, seperti buku pahlawan.


Aku membukanya kemudian membaca setiap isinya, saat raja iblis berkuasa seorang penyihir telah memanggil seseorang dari dunia lain untuk mengalahkannya.


Hanya membaca kalimat itu kepalaku rasanya sakit, apa yang terjadi? Selanjutnya kepalaku terasa berat lalu aku tertidur.


"Bangunlah Jason, ini sudah pagi," merasakan seseorang menggoyang-goyangkan tubuhku aku terbangun dengan nafas terkejut.


"Kenapa kau hanya mengenakan handuk saja?" kataku pada Mia.


"Sudah jelas kan, aku baru selesai mandi.. sekarang giliran Rolia, kau juga harus bersiap-siap, perjalanan kita selanjutnya adalah melewati gurun pasir karena itu, kita harus menyimpan perbekalan yang cukup ketika melewatinya."


"Baik."


Melegakan sekali bahwa Mia ikut dalam perjalanan ini, jika tidak.. aku bisa membayangkan betapa merepotkannya perjalananku.


Mia hendak berjalan menuju lemari namun handuk yang melingkari tubuhnya terlepas begitu saja sehingga seluruh tubuhnya terekspos jelas di depan mataku.


"Ah, Jason."


Selanjutnya.

__ADS_1


Darah menyembur dari hidungku.


__ADS_2