Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 41 : Kelompok Reformasi


__ADS_3

Sekali lagi aku telah berada di bar, dalam waktu singkat aku telah mati dua kali terlebih yang membunuhku terakhir adalah iblis.


Aku menghentakan tanganku di meja lalu pergi ke arah dimana guild itu berada, hari masih siang jadi aku akan berhati-hati.


Saat aku menengok ke arah guild tersebut aku tiba-tiba dengan cepat memutar tubuhku demi menangkap seorang gadis kecil yang mengikutiku dari belakang lalu membantingnya ke tanah.


Orang ini penyebab kematianku yang pertama.


Gadis itu meronta-ronta untuk bisa bangkit saat aku menindihnya dengan tubuhku.


"Sebenarnya kau siapa anak kecil?"


"Aku sudah dewasa jangan panggil aku anak kecil."


Aku mengambil sebuah kertas dibalik bajunya dan kutemukan indentitas dari pasukan reformasi yang bertujuan menggulingkan kerajaan saat ini.


"Kukira kau bagian dari mereka."


Aku segera menjauh darinya.


"Kupikir kau lah komplotan mereka."


"Aku tidak akan mengendap-endap jika aku sama dengan mereka."


"Benar juga."


Anak ini bisa membunuh seseorang karena kesalahpahaman.


"Namaku Iren, salam kenal."

__ADS_1


"Aku Jason."


"Jadi apa yang kau lakukan di tempat ini?"


"Sama sepertimu aku juga ingin menghancurkan kerajaan ini beserta guildnya."


"Begitu, dengan begini berarti kau teman kami.


ikutlah denganku, aku akan memperkenalkanmu dengan yang lainnya."


Aku mengangguk mengiyakan lalu Iren membawaku ke sebuah saluran air kota ini, di dalam sana sangat gelap dan bau meski begitu kutemukan beberapa orang telah berkumpul di ujung gorong-gorongnya.


"Bos kau kembali."


"Yo, aku membawa teman."


Iren mengibaskan rambut merahnya.


"Aah, dia akan membantu kita juga menggulingkan kerajaan ini dan merubahnya menjadi negara republik."


Itulah tujuan kelompok reformasi ini, pemimpin yang sebelumnya dijalankan oleh raja atau ratu akan diganti oleh seorang presiden, seperti itulah singkatnya.


Aku mengangkat tanganku.


"Aku tahu kalian membenci ratu yang sekarang, meski begitu apa kalian terlalu cepat memutuskan, raja sebelumnya memiliki putri kalian harusnya membiarkan keduanya menempati posisinya."


Semua orang terdiam sesaat sampai Iren yang membalas perkataanku.


"Percuma saja Jason, akibat ratu yang sekarang penduduk sudah mengalami trauma berat, pajak yang mahal, diskriminatif serta kejahatan yang tak terhitung jumlahnya.. paling tidak, ini langkah yang tepat, jika rakyat turut mengawasi kinerja pemerintah kami bisa mengontrol apa saja yang terjadi jika ada penyimpangan."

__ADS_1


Itu memang jauh lebih baik.


Dari rakyat untuk rakyat dan demi rakyat juga.


"Tidak ada pertanyaan lagi, silahkan lanjutkan," lagipula entah itu Rolia atau Alia mereka sudah tidak menginginkan tahta mereka kembali.


Iren mulai membuka rencanannya.


Seperti di pengulanganku yang kedua ada sebuah ledakan terjadi di tempat itu, dan itu ternyata adalah ide mereka. Secara diam-diam mereka akan meledakan seluruh guild kemudian mengincar istana dan memaksa ratu sekarang turun tahta.


Semenjak raja meninggal dialah yang mulai mengambil seluruh urusan kerajaan membawa negara ini pada kehancuran.


Kami mulai menentukan tugas setiap orang, jika itu untukku dan Iren akan mengawasi dari kejauhan.


Lagipula saat bom meledak orang merepotkan pasti akan keluar. Cherry masih bisa dihadapi tapi jika itu iblis akan sangat sulit mengalahkannya.


Bertepatan saat matahari tenggelam semua orang telah bergerak sesuai rencana, aku dan Iren bersembunyi di gang untuk memastikan semuanya baik-baik saja.


Selanjutnya.


Boom.


Ledakan langsung terjadi dalam sekejap.


"Bukannya ini terlalu cepat," kata Iren.


"Mereka sudah ketahuan."


Sebuah pisau terbang ke arahku, sebelum mengenai mataku aku lebih dulu menangkapnya dengan tanganku.

__ADS_1


Dari atas rumah itu sosok pelempar turun di dekat iblis yang sebelumnya membunuhku.


Dua lawan dua, setidaknya akan menjadi pertarungan yang adil.


__ADS_2