Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 49 : Empat Divisi Serikat Penyihir


__ADS_3

Waktu yang dijanjikan pun kini telah tiba, bersama yang lainnya kami menyambut kedatangan perwakilan dari keempat kerajaan yang sebelumnya memberikan izin padaku, masing-masing dari kerajaan hanya mengirimkan sekitar kurang dari 30 orang.


Dari sini pelatihan sihir mereka akan diambil alih oleh Milfa serta murid-muridnya. Pertama yang dilakukan adalah membiarkan mereka berisitirahat di asrama.


Setelah mendata semua siswa kedua sekertarisku mulai membagi mereka dari kelas serta asrama, aku ingin secepatnya membuat mereka mahir menggunakan sihir hingga mampu merubah dunia ini.


Yui mendaratkan kakinya di sampingku, dia barusan terbang dengan payungnya.


"Lumayan banyak."


"Begitulah... ini hanya awal, setelah mereka kembali ke kerajaan mereka aku yakin era dari sihir akan dimulai."


Yui hanya mengangguk mengiyakan sebelum mengikutiku dari belakang menuju lokasi pembuatan bangunan Serikat Penyihir, bangunan sendiri kubuat menyerupai hurup U dengan lantai 9, sebuah bangunan yang sangat luas, urusan kami menyangkut keamanan seluruh kerajaan karena itu aku tidak segan membuatnya.


Di bagian bawah tanah akan diisi oleh penjara, kemudian di atasnya, kantor penerima keluhan di atasnya lagi ruangan para anggota. Rencananya aku akan membuat empat divisi serikat penyihir yang akan menyelesaikan berbagai persoalan tentang penyalahgunaan sihir.


Mia yang terlihat sedang menyaksikan pembangunan tersebut melambaikan tangan ke arahku, aku pun balas melakukannya.


Dia mungkin sangat tertarik dengan pembangunan seperti ini.


"Di hutan elf kami hanya menggunakan pohon dan dedaunan untuk membuat rumah, ini sedikit membuatku tertarik."


"Begitu, kurasa dalam 6 bulan semuanya akan selesai."

__ADS_1


"Aku tidak sabar menantikannya."


Pembangunan seperti ini mengharuskan untuk menghancurkan pepohonan di sekitarnya hal seperti ini tidak mungkin dilakukan para elf yang selama hidupnya bergantung pada hutan.


Selagi menunggu pembangunan, aku hanya akan menghabiskan waktu dengan cara membantu di desa. Kerajaan kami baru saja dimulai karena itu sebagai raja aku banyak memiliki waktu luang.


Aku akhirnya membantu Mia merawat perkebunan tomat bersama Rolia dan Vilaina. Mereka benar-benar terlihat seperti gadis yang mempesona.


"Hey Yui, kau juga harus membantu," kataku pada Yui yang sedang asyik melayang di udara.


"Tidak mau, aku tidak ingin membuat gaunku kotor."


"Dia memang seperti itu."


Aku menawarkan satu tomat padanya.


"Rasanya seperti tomat."


Orang ini tidak tertolong lagi, Rolia dan Vilaina hanya tersenyum kecil, tak lama kemudian Alia muncul bersama teman-temannya dari panti asuhan.


Dia adalah adik Rolia yang memiliki kemiripan hampir seratus persen.


"Kakak, kami juga ingin membantu."

__ADS_1


"Begitukah, kalau begitu tolong tanam bibit-bibit ini di petak kosong di sana."


"Baik, ayo teman-teman."


"Oohh."


Tidak ada yang lebih baik melihat anak-anak yang bersemangat seperti itu.


"Jason aku perlu bantuan di sini."


"Serahkan padaku," kataku pada Mia.


Setelah seharian di kebun aku menghabiskan diriku di kamar mandi yang nyaman ditemani busa sabun serta bebek karet.


Setelah bekerja keras mandi air hangat memang yang terbaik, ketika aku memikirkannya tiba-tiba saja Milfa masuk ke dalam kamar mandi lalu berendam di depanku hingga aku hanya diam terkejut.


"Mi-milfa?"


"Kita akan menikah, melihat satu sama lain bukan masalah."


"Bukan masalah jidatmu."


"Bukannya kau suka yang besar."

__ADS_1


"Aku tidak bisa membantahnya."


Milfa melihatku dengan pandangan jahil selagi mengembangkan senyuman sementara aku hanya mendesah pelan.


__ADS_2