Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 06 : Iblis Ilfrit


__ADS_3

Aku kembali ke tempat dimana aku, Rolia dan Mia hendak membeli jajanan, walau aku kembali memutar waktu rasa sakitnya tetaplah bisa aku rasakan seolah mentalku terkikis habis


Aku tidak ingin mati.


Aku tidak ingin mati.


Aku tidak ingin mati.


Ketika pikiran itu memenuhi isi kepalaku, Mia menampar punggungku, menyadarkanku dengan suara yang lembut.


"Ada apa Jason?"


"Kita harus kembali sekarang."


"Eh?"


Rolia juga melihatku dengan heran meski demikian aku menghiraukan dan sesegera mungkin kembali ke hutan elf. Semuanya telihat baik-baik saja sampai sebuah ledakan terdengar.


"Apa itu?" tanya Mia.


Dan kami lihat iblis api yang sebelumnya kulihat dalam perputaran waktu awal muncul di dekat desa, seluruh tubuhnya dilapisi api.


"Kita harus menghentikannya."


Aku melesat maju dari sampingnya, ketika ia menyadari kedatanganku aku memberinya tendangan lokomotif di belakang kepalanya hingga iblis itu tersungkur ke tanah.

__ADS_1


Aku menarik pedangku bersamaan Rolia dan Mia yang mengepung dari segala arah.


"Namaku Ilfrit kalian benar-benar mengganggu, manusia."


Sebuah bola api ditembakan dari tangannya memaksa kami harus berlari menghindarinya, sama seperti yang diajari Mia aku akan bertarung sekuat tenaga. Mempererat genggamanku aku melesat mengirim bilah yang mengkilap.


Ilfrit mundur untuk menghindarinya sementara Rolia menyerang dari belakang mengirim sayatan kecil di tubuhnya.


Tentu saja sayatan itu kembali menutup dengan cepat, sebagai gantinya tubuh Rolia diterbangkan menjauh.


Aku mengayunkan pedang ke depan. Mia juga tak ingin diam dan mengikutiku seranganku.


Aku menahan, Mia menebas hingga menghasilkan ledakan ke udara, bersamaan itu para elf yang lain mulai menembakan anak panah dari arah desa.


"Terus tembak," teriakan Leo menggema ke udara. Di pengulangan ini dia masih hidup, syukurlah aku masih belum terlambat.


*SRANG*


Aku berhasil memotong tangannya.


"Kalian benar-benar menggangguku, lenyaplah dengan desa ini."


Ilfrit membuat bola raksasa yang mana ia lemparkan ke arahku, Mia segera bergerak ke depanku, mengayunkan pedangnya dan bola itu terpotong dua bagian.


"Mustahil, kau bisa memotong api."

__ADS_1


"Itu bukan hal sulit... Rolia," atas pernyataan Mia Rolia berlari dalam diam lalu menusukan pedangnya menembus jantung Ilfrit dari belakang.


Selanjutnya Iblis itu lenyap menjadi debu.


Aku memang ingin tahu apa tujuan sebenarnya iblis barusan, meski begitu kurasa dia tidak akan membuka mulutnya walaupun kami menyiksanya.


Aku kembali menyarungkan pedang di pinggang sementara para penduduk elf mengurumuni kami dari segala arah.


"Kalian bertiga menyelamatkan kami, terima kasih."


"Ayah bangga denganmu."


"Bukan apa-apa."


Kebanyakan hanyalah ucapan terima kasih, aku berkata ke arah Leo.


"Kami ingin menanyakan sesuatu, bisakah kita bicara?"


"Apapun yang kau mau, mari ikuti aku."


Kami bertiga mengikutinya dari arah belakang menuju ruangan sebelumnya. Beberapa teh dihidangkan di depan kami.


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan?"


"Aku hanya ingin tahu saja kenapa makhluk barusan menyerang desa."

__ADS_1


"Sudah jelas karena manusia bukan?" potong Mia sementara Leo mengangkat tangannya membuat instruksi untuk menghentikan Mia.


"Mungkin tidak terlihat, tapi sebenarnya dimasa lalu aku adalah rekan seorang pahlawan yang berhasil menyelamatkan dunia ini... kurasa orang yang meminta iblis barusan ingin melenyapkanku sebelum merepotkan mereka, setelah ini sesuatu pasti akan terjadi."


__ADS_2