
Setelah menyelesaikan rumah kami yang sederhana rasanya sungguh melegakan kami tidak harus tidur di luar.
Tapi rasanya entah kenapa bakal mustahil membuat kerajaan di tempat ini, pertama tidak ada orang selain kami di sini, terlebih mana ada kerajaan yang hanya diisi oleh kami saja.
Kalau kerajaan Harem bisa saja, tapi untuk kerajaan lain jelas mustahil, pada akhirnya aku dan Milfa memutuskan untuk mencari banyak orang lagi di kota terdekat.
Aku dan Milfa pergi ke guild petualang untuk mencari informasi penting.
"Selamat datang di guild petualang Ashen, namaku Noura, apa ada yang bisa aku bantu untuk kalian berdua."
Milfa segera berkata untuk mendahuluiku.
"Kami ingin menjadi seorang petualang."
"Eh."
Bukan ini yang kami rencanakan, aku melirik ke arah Milfa yang tersenyum seakan berkata, " serahkan padaku."
Karena sudah terlanjur apa boleh buat? Selagi mencari uang kami bisa mencari orang juga.
"Silahkan untuk menaruh tangan kalian di batu ini, ini akan memperlihatkan statistik kalian."
Aku menuruti perkataannya, saat aku melakukannya pantulan diriku terlihat di udara yang menampilkan deretan angka juga.
"Statistik Anda cukup rendah, Anda juga tak bisa menggunakan sihir."
"Sepertinya begitu, tunggu... barusan kau menyebut sihir."
"Apa ada yang salah, karena semua orang bisa mengunakan sihir jadi sihir... ah maaf, maksudku hampir semuanya."
Jangan menatapku dengan pandangan kasihan, diskriminasi muncul karena ada perbedaan sekarang semua orang bisa menggunakan sihir jadi semua itu hilang dalam sekejap.
__ADS_1
Meski begitu kemarahanku tidak hilang begitu saja, aku merasa kasihan pada orang-orang yang telah meninggal akibat perbuatan pihak gereja.
"Kalau begitu giliranku."
Milfa meletakkan tangannya dan statistiknya terlihat jelas.
"Bukannya Anda nona Milfa."
Nama juga tertera di sana beserta angka-angka yang tidak masuk akal, melihat itu wajah Noura terkejut hingga saat kusadari seluruh staf guild berjajar kemudian menundukkan kepala padanya.
"Kami sangat menyambut baik nona Milfa, sebuah keberuntungan Anda mau bergabung dengan guild Ashen."
Milfa tertawa selagi mengibaskan tangannya.
"Kalian berlebihan."
Padahal dia terlihat begitu senang.
Setelah menerima kartu guild maka dengan ini kami berdua resmi bergabung.
Aku dan Milfa berdiri di depan papan quest selagi memilah-milah pekerjaan yang bisa kami lakukan.
Milfa menunjuk salah satu yang menarik.
"Lihat ini Jason, ada yang cocok di sini."
"Apa itu?"
Aku bertanya-tanya dan seketika wajahku membeku.
"Kau pasti lupa tentang tujuan kita sebenarnya."
__ADS_1
"Hadiah uangnya cukup besar."
"Bukan soal hadiah, kita harus mencari orang-orang yang mau pindah ke tempat kita."
"Aku baru ingat."
Setelah memilih banyak quest, kami akhirnya dapat satu hal yang menarik tentang sekumpulan ras vampir yang bermukim di rumah penduduk, mereka semua mengusir penduduk manusia lalu mengambil alih tempat tinggalnya.
Quest itu berkata untuk mengusir mereka dari sana.
"Kita beruntung Jason hadiahnya sangat besar, sepertinya setelah kekuasaan gereja melemah para vampir marah dan mengambil alih desa itu."
"Sepertinya begitu, kita bisa menawarkan mereka untuk pindah ke tempat kita."
"Kurasa itu patut dicoba."
Aku kembali ke loket Noura lalu mengatakan bahwa kami akan mengambil quest ini.
"Wah.. kalian mengambil misi yang sulit, tolong pinjam dulu kartu guildnya."
"Baik."
Saat aku menerima kembali kartunya, di bawah kartu itu terdapat sebuah tulisan quest yang kami ambil.
"Ini bermaksud untuk mencegah penipuan, kalau kalian berhasil akan ada tanda ceklis di sampingnya, kalau gagal akan ada tanda silang di sana, aku doakan kalian bisa menyelesaikannya dengan mudah, tapi harus diingat bahwa nyawa tetap lebih utama di sini."
"Kami akan berjuang," kataku demikian.
"Kami mengandalkanmu nona Milfa."
Aku diabaikan.
__ADS_1