Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 54 : Menuju Pertempuran Akhir


__ADS_3

Kami dibawa menghadap ratu dari negara ini, kukira dia adalah sosok yang menakutkan akan tetapi anggapan itu langsung dibantah sekaligus.


"Halo, namaku Cherry Velma.. ada urusan apa kalian berdua datang kemari?"


Saking terkejutnya aku tidak bisa berkata apapun, pertama mari kenalkan diri dulu lalu kemudian membahas soal pemanggilan pahlawan.


"Soal itu, kami benar-benar minta maaf tapi hal itu memang harus kami lakukan demi menyelamatkan kerajaan kami namun sayangnya hal seperti ini malah terjadi, kami malah memanggil anak-anak datang kemari."


"Dimana mereka?" aku jelas ingin menanyakan ini sejak awal.


"Tentu saja kami membunuh mereka, setelah mereka mati kami bisa memanggil pahlawan lain."


"Kalian?"


Di depanku memanglah iblis, sebelum aku menerjang ke depan para kesatria menjatuhkanku dari segala arah, wanita pendeta yang membawaku kemari tampak sangat terkejut.


"Kenapa ratu membunuh mereka?" tanyanya demikian.


"Sudah jelas demi menyelamatkan kerajaan ini."


"Jangan bilang bahwa raja juga Anda lenyapnya."


"Dia menolak rencanaku karena itu aku harus menduduki tempatnya."


"Kau? Beraninya kau melakukan ini, padahal mereka tidak melakukan kesalahan apapun tapi kau malah membunuhnya," teriakku demikian.

__ADS_1


"Pengorbanan harus dilakukan, kalian cepat panggil pahlawan lain."


"Aku tidak akan membiarkannya."


Dalam sekejap Yui langsung ada di depanku dengan senyuman di wajahnya lalu berkata lembut ke arahku.


"Yang mulia, apa boleh jika aku saja yang mengambil alih semuanya?"


Aku yang tak bisa bergerak hanya menundukkan kepalaku, dengan kondisi seperti ini jelas aku tidak bisa melakukan apapun.


"Aku anggap jawabannya iya."


"Untuk seorang pelayan kau berani juga melawan ratu dari kerajaan ini, habisi dia."


"Kau yang berani melakukan ini pada yang mulia."


Selanjutnya.


SRAK.


Orang-orang yang menahanku telah jatuh ke lantai dengan darah menyembur dari tubuh mereka.


Pendeta yang ketakutan segera berlari ke arahku untuk membantuku berdiri, saat aku sadari semua orang telah terbunuh.


Ratu dari kerajaan ini hanya bisa terkulai lemas saat lehernya di cekik hingga mati lalu dibanting ke tembok.

__ADS_1


"Mengerikan sekali."


"Sudah cukup Yui, mari kembali."


"Baik yang mulia," Yui kembali sedia kala sementara aku melanjutkan.


"Ini semua terjadi karena salahku, kalau saja dulu aku bisa membunuh seluruh iblis hal seperti ini tidak akan pernah terjadi dan nyawa anak-anak itu tak perlu hilang... karena itu, aku akan segera menghentikan raja iblis secepatnya."


"Yang mulia."


Wanita pendeta itu memanggilku.


"Sebenarnya siapa kau?"


"Aku hanya seorang pahlawan yang gagal di masa lalu."


Tanpa mengatakan apapun lagi kami berdua kembali ke kerajaan kami sendiri, dalam beberapa hari akhirnya pasukan yang kukirim untuk mencari keberadaan Laura telah kembali.


Dari semuanya Luck yang berhasil menemukan markas dari raja iblis tersebut. Ini adalah langkah awal.


Beberapa hari setelahnya aku telah menyiapkan pasukan untuk menyerang ke kastil Laura, tak hanya prajurit dari ras vampir yang kumiliki aku juga meminta bantuan dari petualang guild Ashen serta petualang lainnya untuk turut bergabung.


Memang benar beberapa orang memilih tidak ikut namun jumlah mereka yang ikut tetaplah sangat banyak.


"Terima kasih karena kalian mau ikut berjuang dengan kami, hari ini kita akan menyerang kastil raja iblis dan menghentikan seluruh perbuatan jahat mereka hingga kita semua dapat meraih kedamaian yang kita inginkan sejak lama.. siapa yang ingin ikut denganku?"

__ADS_1


Semua orang mengacungkan senjata selagi berteriak semangat, di belakangku Luck, Nebula, Milfa serta Yui akan memimpin pasukan juga.


Dengan ini kita akan menuju pertempuran akhir, Milfa merapalkan sihir selagi mengarahkan tangannya lalu menteleportasikan kami semua dalam sekejap.


__ADS_2