
Kami di sambut oleh semua orang di kerajaan, para penduduk dari ras vampir terlihat menyambutku saat kereta kami akan memasuki istana.
"Kerja bagus Yui, kau membawa yang mulai dengan keadaan selamat."
"Tentu saja, jangan remehkan aku."
"Yang mulia."
Aku hanya memperhatikan selagi melambaikan tangan ke arah mereka, aku tidak menyangka bisa semeriah ini.
Saat memasuki istana para pelayan telah menyambutku di sana, tentu yang memimpin adalah Nina, sebelumnya dia adalah leluhur vampir tapi sekarang dia bertugas sebagai kepala pelayan istana.
"Aku turut senang yang mulia baik-baik saja, apa mau makan dulu? Atau mandi, ataukah Aku?
Yang terakhir itu cukup menggoda tapi kurasa tidak, Milfa, Rolia, Vilaina, Abela, Mia dan Yue terlihat menatapku kesal dari belakang.
Aku berdeham sekali lalu mencoba mengalihkan topik.
"Aku ingin mandi dulu... Yui sudah bekerja keras tolong layani dia di istana."
"Wanita ini?"
"Yang mulia sudah memberikan perintah padamu leluhur, cepatlah manjakan aku, aku ingin dapat makanan enak, serta tolong gosok punggungku juga saat mandi."
Nina menghela nafas panjang lalu mencekik leher Yui.
__ADS_1
"Bagaimana kalau setelahnya kau tidur di Iron Maiden saja."
"Peti berjeruji itu, aku bisa mati.. uwaahh, yang mulia selamatkan aku."
Aku hanya menatapnya dengan mata bermasalah, kurasa dia akan baik-baik saja nanti.
Setelah mandi, aku hendak kembali ke kamarku hanya saja di dalam sana semua orang telah duduk selagi menatapku dengan pandangan berbinar.
"Kenapa kalian?"
Milfa yang menjawabnya.
"Sudah lama kami menunggu kedatangan yang mulia, sekarang kami ingin mendengar semua petualangan Anda."
Semua orang mengangguk mengiyakan, bahkan seorang Dewi pun terlihat bersemangat.
Keesokan paginya aku meninggalkan istana untuk menyusuri jalanan kota bersama Yue dan Abela di sisiku, keduanya adalah sekertarisku.
Aku sempat berpapasan dengan Luck dan Nebula yang menjadi penjaga di sini, selama aku pergi tidak ada masalah yang terjadi dan aku merasa lega untuk itu.
"Kita akan kedatangan perwakilan dari kerajaan lain, kuharap semuanya telah siap."
Yue berkata.
"Aku akan menyiapkan asrama tinggal mereka, untuk kelas aku serahkan pada Abela."
__ADS_1
"Itu mudah, tapi ngomong-ngomong berapa orang yang akan mereka kirimkan."
"Aku sempat menanyakannya tapi mereka bilang akan memikirkannya nanti, paling tidak buat saja 4 kelas dengan satu kelasnya bisa di isi 50 orang, walau jumlahnya sedikit kita pasti akan menggunakan ruangan itu untuk nanti."
"Aku mengerti."
"Untuk Yue, setelah selesai dengan asramanya aku ingin membuat bangunan baru untuk serikat penyihir, lokasinya sedikit jauh dari pinggir sungai jadi kuserahkan semuanya padamu."
"Itu mudah serahkan padaku, kalau begitu aku ke sini."
"Aku ke sana."
"Lalu aku ke mana?" kataku bercanda selagi melambaikan tangan ke arah keduanya yang sudah berjalan meninggalkanku.
Sesaat memikirkannya akhirnya aku putuskan untuk melihat panti asuhan yang di kelola Suster Ana, bangunannya seperti sebuah katedral suci walau begitu terlihat anak-anak dari ras vampir bisa bermain bersama dengan anak manusia tanpa ada diskriminasi diantara mereka.
Ana yang menyadari kedatanganku mendekat ke arahku untuk menyapa.
"Syukurlah yang mulia baik-baik saja, saya merasa lega."
"Terima kasih, bagaimana tempat baru kalian?"
"Di sini tempat yang nyaman, kami tidak pernah kekurangan makanan dan kami juga bisa tidur dengan nyenyak."
"Itu bagus, mungkin sulit jika menjaga anak-anak ini sendirian.. kau bisa mencari beberapa pekerja untuk membantu, semua biayanya akan di tanggung kerajaan."
__ADS_1
"Kalau begitu saya akan menerimanya."
Aku hanya tersenyum sebagai jawaban.