Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 26 : Sebuah Permintaan


__ADS_3

Tidak ada salahnya untuk mendengarkan apa yang dikatakan anak laki-laki ini.


"Aku ingin kau menikahi ibuku."


Dan air menyembur dari mulutku, aku membawa anak ini ke kedai dipinggir pelabuhan tak kusangka dia mengatakan hal yang begitu aneh.


Aku membalasnya setelah menenangkan diriku .


"Petualang tidak akan melakukan hal seperti itu, paling mereka hanya akan memanfaatkan ibumu."


"Tapi hanya ini yang akan membuatku tenang," anak itu mengepalkan erat kedua tangannya di lutut.


"Boleh aku tahu alasanmu?"


"Sebenarnya aku ingin ada seseorang yang membawa ibuku keluar dari kota ini, lagipula tempat ini hanya dipenuhi kenangan pahit baginya."


"Bagaimana dengan dirimu sendiri?" dia menggelengkan kepalanya beberapa kali


Ketika pikiranku kemana-mana, anak itu berkata dengan tenang.


"Dia hanya ibu asuh kami, sebenarnya kami tinggal di panti asuhan."


Itu menjelaskan banyak hal.


"Beliau selalu mendapatkan perlakuan kasar dari ibu asuh lainnya, aku ingin beliau meninggalkan tempat ini dan tinggal bersama seseorang."

__ADS_1


"Meski kau bilang begitu..."


Sebelumnya aku telah membawa Yue dari tempatnya, untuk berfikir membawa orang lain itu membuatku.


"Jangan pergi," sebuah suara terdengar dari kejauhan, di saat itu aku melihat seorang wanita berpakaian pendeta berlari ke arah kami berdua, dia memiliki rambut sebahu berwarna merah muda.


"Dia ibuku, tolong bawa dia," anak kecil ini segera berlari menjauh, meninggalkan wanita ini dengan nafas terengah-engah di dekatku.


"Anu apa Anda baik-baik saja?" aku bertanya ke arahnya.


"Ah iya... maaf, aku harus mengejarnya."


Sebelum wanita ini berlari aku memegangi tangannya dan ia tampak ketakutan.


"Tidak, harusnya aku yang minta maaf."


"Aku ingin berbicara sebentar tolong katakan apa yang terjadi pada anak itu?"


Aku memesan segelas minuman untuk wanita ini lalu mendengar semua penjelasannya, di depanku ini adalah ibu asuh bernama Vilaina seperti yang aku lihat dia seorang pendeta.


Aku mengatakan semua yang kudengar dari anak kecil itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Soal itu.. semuanya palsu, anak itu cuma mengarangnya, kami semua baik-baik saja."

__ADS_1


Ekpresinya sedikit dipaksakan, meski aku memaksanya dia tidak akan mengatakan apapun jadi aku menerimanya begitu saja dan hanya melihat kepergiannya menjauh.


Hal ini sebaiknya aku katakan pada kelompokku juga, di penginapan itu Rolia, Mia, Milfa serta Yue berkumpul di kamarku, mereka baru mandi jadi aroma wangi tercium ke segala arah.


"Mungkinkah ini waktunya bermain permainan dewasa," aku menjentikkan jariku di kening Milfa lalu menjelaskan apa yang terjadi padaku serta perahu yang kami butuhkan untuk pergi ke segitiga bermuda.


Untuk perahu kami sampingkan dulu dan fokus membahas soal Vilaina.


"Aku tidak keberatan, mari buat dia menjadi bagian keluarga kita," kata Mia.


Yue berkata.


"Jika itu benar, aku ingin bisa membantu perempuan itu apapun yang terjadi... aku tahu rasanya terperangkap di satu tempat tanpa bisa mencium aroma kebebasan."


"Aku juga," tambah Rolia.


"Sebaiknya aku memeriksanya saja terlebih dulu, malam ini aku akan keluar."


"Kami mengerti, apapun keputusanmu Jason kami akan terus bersamamu," balas Mia yang mendapatkan anggukan semua orang.


Aku memiliki tujuan untuk mengubah dunia ini, karena itu aku juga memiliki tanggung jawab untuk mengubah kehidupan seseorang jadi lebih baik.


Dan pada malam harinya aku keluar penginapan lalu berlari di dalam kegelapan menuju sebuah rumah panti asuhan yang di tinggali anak itu, semuanya tampak sepi sampai sebuah lampu terlihat menyala terang dibagian sisi rumah.


Aku mengintip ke dalamnya dan menemukan Vilaina tengah bekerja di dapur sendirian.

__ADS_1


__ADS_2