Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 46 : Meninggalkan Kerajaan


__ADS_3

Di depan semua orang aku berdiri selagi membawa pedang kayu di tanganku, orang-orang yang duduk di bangku penonton tak hentinya memberikan antusias yang sejujurnya bisa dibilang terlalu berlebihan.


Tentu saja itu bukan diarahkan padaku, melainkan pada orang besar yang menjadi lawan pertamaku jika pun ada orang yang mendukungku itu hanyalah Yui.


"Tuan kalahkan dia sekali pukulan," berkat dirinya orang yang menjadi lawanku semakin marah.


"Kau meremehkanku."


Saat wasit berkata, "Mulai," dia langsung berlari menerjang ke arahku.


Aku menghindari pukulan pertama lalu menyelinap ke depannya kemudian menyelesaikannya dengan melempar orang tersebut ke luar arena.


Pria itu terkapar dengan wajah memerah sedangkan aku mengambil kembali pedang kayu yang sebelumnya kubawa.


"Pemenangnya Jason."


"Tunggu sebentar... barusan dia tidak menggunakan senjatanya, itu curang."


"Yah, tidak ada aturan seseorang dituntut harus menggunakan senjata yang dibawanya dalam pertandingannya."


Ketika pria itu berteriak menunjukkan ketidaksenangannya, dengan satu tangan Yui memukulnya hingga pingsan.


"Semangat tuan."


Aku hanya bisa tersenyum pahit ke arahnya.


Di babak selanjutnya aku terus melaju tanpa membuat lawanku cedera, pria botak, wanita berotot serta demi human hingga sampai akhirnya aku berhasil ke final di mana lawanku selanjutnya adalah seorang pria berkumis bertelanjang dada.


Dia terlihat seperti ahli bela diri pada umumnya.


"Mulai."


Aku mengayunkan pedang kayuku dan pria itu menahannya dengan tangannya lalu mematahkannya dengan baik.

__ADS_1


Bagaimanapun ini hanyalah kayu.


Dia memberi pukulan cepat dengan kedua tangannya hingga aku sedikit memuntahkan darah dari mulutku, tentu orang ini cukup hebat untuk tidak mengenai organ vitalku.


Aku membalas serangannya dengan pukulanku disusul dengan tendangan lokomotif, dia berhasil menghindari tendangan pertamaku akan tetapi ditendangan kedua dia diterbangkan ke luar arena.


"Pemenangnya Jason."


Dengan ini adalah kemenangan untukku.


Teriakan penonton semakin bergemuruh bertepatan dengan Yui yang melompat untuk memelukku.


"Tuan berhasil. Yataa."


Aku melirik ke arah di mana raja berdiri selagi bertepuk tangan ke arahku, sebaiknya dia memberikanku sepertujuan yang kuminta.


Di ruangan itu aku, Yui dan raja duduk di sofa, setelah mendatangani persetujuan dengan cap kerajaan aku langsung izin meninggalkan ruangan.


"Haha aku cuma main-main saja, kita bisa mengobrol sebentar."


"Mungkin lain kali, aku memiliki urusan yang harus kuselesaikan sekarang."


"Seperti biasa kau terlalu serius, lain kali undang aku ke kerajaanmu."


"Tentu."


Aku keluar bersama Yui lalu berjalan menyusuri lorong istana.


"Jadi orang itu sudah tahu tuan dari awal."


"Seperti itulah, dia hanya ingin melihatku bertarung."


"Dia raja merepotkan bukan?" suara itu bukan berasal dari Yui melainkan dari wanita yang berdiri di depanku bersama putrinya yang masih kecil.

__ADS_1


"Aries kah?"


"Lama tak bertemu pahlawan."


"Sudah sejak lama kau memanggilku seperti itu."


"Sekarang aku sudah menjadi ibu yang baik loh."


"Aku melihatnya."


Aku mengelus kepala putrinya.


"Siapa namamu?"


"Helna."


"Helna kah, jangan buat ibumu marah... dia sangat menakutkankan."


Aries hanya mengembungkan pipinya.


"Apa kau mengenal ibuku?"


"Tentu saja, kami pernah di kelompok sama saat melawan pasukan iblis."


"Begitu."


"Kalau begitu aku pergi, sampai nanti."


"Sampai nanti."


Aku dan Yui berjalan melewatinya untuk pergi ke kereta kuda yang diparkir di depan istana, aku menyerahkan kemudi kepada Yui.


Satu sudah selesai, tinggal beberapa kerajaan lagi yang harus kami kunjungi, kuharap perjalanan kami akan lebih mudah.

__ADS_1


__ADS_2