Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 52 : Mengalahkan Iblis ini


__ADS_3

Di saat semua orang digiring mendekat ke arah Geis, aku memotong seluruh tentakel itu lewat energi ki, ketika semua orang jatuh ke bawah aku meminta semua orang pergi ke tempat aman.


Satu tentakel hendak menjeratku sebelum sebuah panah menancap untuk memotongnya, kulihat dari kejauhan Mia tengah berdiri di atap rumah.


"Milfa," aku memanggil namanya hingga ia mengangguk kecil sebelum membuat pelindung sihir yang menyelimuti seluruh area kota.


Kini hanya aku dan Geis yang masih saling berhadapan, walaupun aku mati aku bisa mengulang semuanya dari awal, meski begitu aku tidak berniat untuk mati lagi.


Aku menarik pedangku bertepatan tentakel yang terus mengejarku kemanapun aku berlari, dengan ringan aku berhasil menebas semuanya termasuk meledakan tubuh gurita itu dengan sihir kegelapan hingga akhirnya Geis sendiri yang turun tangan.


Aku mengarahkan ujung pedangku padanya begitu juga Geis yang masih tenang dalam situasi sulit ini.


"Katakan padaku, apa yang sedang dilakukan Laura sekarang? Sebelumnya kalian telah menyusup ke dalam gereja dan kemudian menghancurkan sebuah kota, ini bukan sesuatu yang hanya diputuskan secara mendadak bukan?"


"Karena kau akan mati, akan kuberitahu.. awalnya kami berniat menghilangkan sihir dari dunia ini agar sosok pahlawan tidak bisa dipanggil namun sayangnya pahlawan itu telah berhasil datang kemari tanpa kami tahu bagaimana caranya, dan sekarang ketika semua orang bisa menggunakan sihir kami pun memutuskan untuk beralih ke rencana ke dua yaitu menghancurkan umat manusia."


Sepertinya sebagian iblis belum diberitahu bahwa akulah pahlawan tersebut, berkat bantuan Milfa di masa lalu aku akhirnya bisa datang kemari.

__ADS_1


"Bagaimana caranya? Manusia sudah bisa menggunakan sihir, mereka pasti bisa mengatasi kalian semua."


Geis tertawa terbahak-bahak lalu kata yang keluar dari mulutnya adalah..


"Perhancuran total, setelah sekian lama kami meneliti reruntuhan di masa lalu akhirnya kami telah mendapatkan sebuah senjata pembunuh yang ampuh untuk menghilangkan para manusia dalam sekejap, dengan ini kalian semua akan...". sebelum Geis melanjutkan perkataannya sebuah panah telah menancap di tubuhnya.


Panah itu adalah milik Mia yang diperkuat dengan sihir angin.


"Sialan."


Sesuai yang diduga dari iblis, mereka masih bisa bertahan. Aku berlari lalu menebasnya untuk mengakhirinya.


Dari awal menghilangkan nyawa hanya karena sihir dianggap berbahaya adalah pilihan salah. Luck berkata ke arahku.


"Sekarang bagaimana?"


"Tolong buat beberapa kelompok untuk pencarian lokasi raja iblis, jika yang dikatakan iblis itu benar kita harus segera menghentikannya."

__ADS_1


Semua orang mengangguk mengiyakan sebelum kembali ke aktivitas masing-masing seperti biasanya.


Mia muncul dan aku segera mengelus kepalanya.


"Kerja bagus."


"Bukannya aku ingin membantumu barusan hanya kebetulan saja aku melihat."


Mia tetaplah Mia, hal itu tidak berubah.


Beberapa hari setelah Insiden yang terjadi semua pasukan dikirim ke segala pelosok kerajaan untuk mencari informasi keberadaan Laura, waktu mereka hanya sebulan, jika mereka belum mendapat apapun aku menyarankan kembali ke sini dan ketika situasi berbahaya lari adalah keputusan yang harus mereka ambil.


Beberapa orang menjadi petualang, pedagang bahkan pelancong, mereka memang vampir tapi hanya dengan penyamaran sedikit mereka tidak jauh berbeda dengan manusia.


Luck dan Nebula akan turut ambil dalam operasi ini lagipula kemampuan mereka sangat diandalkan.


"Nyawa kalian berharga karena itu jangan mempertaruhkannya," ucapku demikian.

__ADS_1


Aku hanya bisa melihat kepergian mereka yang semakin menjauh.


__ADS_2