
Setelah berpamitan aku meninggalkan kerajaan menggunakan kereta kuda, aku tidak sendiri melainkan bersama seorang wanita bernama Yui, dia berasal dari ras vampir dengan gaun hitam serta rambut hitam yang dikuncir dua, ia membawa payung dan beberapa kelelawar selalu berterbangan di sekelilingnya untuk memantau kondisi di sekitarnya.
Agar tidak menarik perhatian aku memintanya untuk memanggilku dengan sebutan Jason saja, aku tidak terbiasa dipanggil yang mulia atau rajaku.
Namun pada akhirnya dia memilih memanggilku tuan, seolah dia pelayanku saja.
"Tuan Jason, ada seseorang tergeletak di jalan," atas pernyataannya aku segera turun setelah kereta berhenti, yang awalnya kukira pria tua ternyata dia seorang bandit yang bergegas bergerak menuju kawanannya.
Sebelum aku tahu apa yang terjadi kereta kami telah dikepung 20 orang berjubah hitam.
"Kami adalah bandit gunung, serahkan barang-barang kalian dan pergi dari sini, kuperingatkan kami tak ragu untuk menggunakan sihir."
Hal seperti ini memang sudah aku duga dari awal.
Yui membuka payungnya dan ia terbang ke langit sebelum berdiri di sampingku, bibir yang semerah darah itu ia perlihatkan dengan elegan.
"Apa aku harus membunuh mereka tuan?"
"Tunggu sebentar, lebih baik kau kalahkan mereka tanpa membunuh."
"Jika itu mau tuan."
"Ngomong apaan ini wanita, cepat serang dia."
Saat semua orang bersiap menggunakan sihir mereka semua orang terjatuh, jika soal kemampuan Yui sangatlah kuat.
__ADS_1
Di tempatnya juga dia dijuluki kematian.
Ketika dia bertarung dia akan mencabik-cabik musuhnya tanpa ampun, aku benar-benar tidak ingin melihatnya marah.
"Kita apakan mereka tuan?"
"Ikat saja mereka di pohon, nanti ketika sampai di kota aku akan meminta para penjaga membawa mereka."
"Aku mengerti."
Kereta kami kembali bergerak, dari bukit itu aku bisa melihat sebuah kerajaan indah dimana bangunan istananya berdiri megah di atas bukit serta di sekelilingnya dipenuhi rumah penduduk.
"Kerajaan Aritma kah, apa tuan sudah pernah datang kemari?"
"Saat pasukan raja iblis menyerang aku diminta untuk membantu di tempat ini," balasku pada Yui.
"Itu sudah lama sekali, aku yakin mereka sudah lupa tentangku, terlebih aku kembali muda sekarang."
Yui tertawa kecil.
"Sepertinya akan begitu."
Aku mengatakan soal bandit ke salah satu penjaga sebelum akhirnya memasuki kota dengan pengawalan.
Tentu saja mereka akan mengawal kami terlebih aku mengatakan bahwa ingin bertemu raja mereka. Kami memasuki istana lalu menghadap raja dengan sikap semestinya.
__ADS_1
Saat aku mengatakan siapa diriku mereka semua terkejut, bahkan kesatria yang tidak menerima melompat ke arahku selagi mengarahkan pedangnya.
"Mengakui dirimu sebagai pahlawan, adalah sebuah kejahatan serius, tangkap dia."
"Bagaimana ini tuan? Melawan atau melarikan diri."
Raja segera menghentikan mereka lalu menarik nafas panjang dalam-dalam.
"Tolong buktikan bahwa kau seorang pahlawan itu?"
"Mudah saja, saat aku membantu kalian... kalian membawa tanduk naga yang dikemudikan oleh salah satu pasukan musuh, bukan begitu."
"Hal itu memang bisa diketahui banyak orang," potong kesatria.
Aku mengangkat bahuku ringan.
"Aku tidak memperdulikan bahwa kalian mempercayaiku atau tidak, hanya saja aku datang kemari sesuai yang kukatakan... aku ingin membuat serikat penyihir demi melindungi dunia ini, dengan begini tidak akan ada yang seenaknya menggunakan sihir dalam kejahatan."
Semua orang di sini jelas tidak bisa mempercayaiku meski begitu raja punya pemikiran yang lain.
"Aku akan turut bergabung dengan apa yang ingin kau lakukan, dengan satu syarat... kau harus memenangkan sebuah pertarungan yang akan diadakan kerajaan ini... selama itu, tentu saja kalian akan diperlakukan sebagai tamu. Bagaimana?'
"Jika itu yang Anda inginkan, aku menerimanya."
Senyuman terlukis di wajah raja itu.
__ADS_1
Jika aku dapat tanda tangannya maka langkah selanjutnya akan mudah untuk menyakinkan kerajaan lainnya.