Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 45 : Kota Ini


__ADS_3

Kami mendapatkan sebuah ruangan nyaman di belakang istana yang berfungsi sebagai ruangan tamu, aku berbaring di ranjang selagi menatap langit-langit kamar sedangkan Yui berdiri dengan malu-malu.


"Tuan, apa aku boleh tidur di sampingmu?"


"Tentu saja."


"Kalau begitu permisi."


Karena ruangan lain digunakan tamu berbeda aku maupun Yui harus berbagi kamar.


"Tuan, seperti apa pertarungan besok?"


"Cuma pertandingan biasa, aku harus mengalahkan musuhku hingga menjadi pemenangnya, pertarungan itu dibuat sebagai hiburan tamu yang sedang berada di sini."


"Begitukah, apa aku harus mencari tahu siapa tamu itu?"


"Tidak usah, hal seperti ini selalu diadakan saat ada kunjungan dari negara lain, aku sudah mengenal raja ini sejak lama."


"Raja yang merepotkan," atas pernyataan Yui aku tertawa kecil.


Raja Aritma bernama Leon, sebelum menjadi raja dia memang terkenal sebagai pria yang menyukai hiburan. Paling tidak di arena tidak diizinkan saling membunuh satu sama lain.


Aku menyelimuti tubuh Yui saat dia tidur di sampingku lalu mengalihkan pandanganku ke arah jendela di mana kumpulan kelelawar bergelantungan di atasnya selagi menatapku dengan mata merahnya.


Mereka seharusnya tidak perlu mengawasiku sampai segitunya, lagipula aku juga tidak akan melakukan apapun pada Yui.


Keesokan paginya kami di arahkan ke sebuah Colosseum tempat diadakan pertandingannya, beberapa orang terlihat sedang mengisi formulir yang diberikan panitia.


Aku juga menyusul dan melakukan hal sama.


"Apa aku juga harus ikut?" kata Yui selagi menutupi dirinya dengan payung.


"Aku menolaknya, aku takut kau kehilangan kendali hingga melenyapkan nyawa seseorang."

__ADS_1


"Kurasa akan seperti itu."


Dia benar-benar tidak menyangkalnya.


Aku menyerahkan formulir yang telah kuisi kemudian mendapatkan kartu peserta.


"Besok adalah pertandingannya, jangan sampai melewatkannya."


"Aku mengerti."


Aku dan Yui memutuskan untuk berjalan-jalan di kota, karena Yui seorang vampir sosoknya cukup menarik banyak orang, ada yang kagum, takut ataupun tak peduli namun, kebanyakan orang sepertinya berusaha menjauhinya.


Aku membeli dua buah apel yang satunya kuberikan pada Yui, saat ia menggigitnya tampak dua taring muncul dari ujung bibirnya.


"Ada apa tuan?"


"Kau memiliki bibir yang indah."


"Tidak juga... hari ini hari luang kalau kau punya permintaan katakan saja, seperti makanan yang ingin kau makan?"


"Aku seorang pengawal sekarang, aku tidak berani meminta apapun tuan, lagipula makanan di istana juga sangat enak."


"Begitukah."


"Um."


"Kalau begitu, kita ke tempat lain saja."


Aku bersamanya memutuskan untuk pergi ke tengah kota dimana lahan hijau menjadi daya tarik di tempat ini.


Air mancur ditaruh di setiap sudut memungkinkan semua orang bisa meminumnya secara gratis, tentu saja semua itu adalah ideku.


Yui memutar keran dan air mengalir begitu saja.

__ADS_1


"Aku baru melihat hal seperti ini."


"Kita bisa menerapkan hal ini di kota kita juga."


"Itu pasti bagus, ngomong-ngomong apa air ini bisa langsung diminum?"


"Tentu saja, air ini berasal dari batu sihir yang disembunyikan di dalam kerannya."


"Jadi begitu cara kerjanya."


Yui meminum air itu dengan bantuan tangannya.


"Sungguh segar, dari tadi orang-orang terus menjauhiku apa aku ini menakutkan."


"Biarkan saja," kataku ringan sampai tiga orang pria muncul mendekat.


"Apa-apaan ini? Kau membawa vampir ke kota kita."


"Benar sekali, aku tidak ingin kota ini menjadi tercemar, cepatlah pergi dari sini."


Yui hendak melangkah maju namun aku segera menghentikannya.


"Kita pergi saja."


"Tapi tuan?"


"Beberapa orang mungkin sulit menerima kita di tempat ini, akan tetapi kita memiliki rumah yang jauh lebih baik bukan?"


"Aku mengerti."


"Kau mau bilang bahwa kota kami jelek?"


Kami berdua hanya membiarkan perkataannya berlalu begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2