
Malam harinya ketika aku tidur seseorang membuka pintu hingga aku terbangun dan melihat sosok itu berdiri dari belakang pintu.
"Yue kah?"
"Bisa bicara sebentar," walau ia mengatakannya dengan suara pelan aku tahu itulah yang dia katakan.
Aku mengikutinya hingga berada di depan teras rumah.
"Pemandangan bulan yang indah."
"Ah iya."
Aku duduk di sampingnya selagi memandang hal yang sama dengannya, ini pasti akan menjadi pembicara penting hingga ia ingin membicarakannya di tempat sepi.
"Nah, Jason... maukah kau membawaku pergi dari tempat ini?"
Aku sedikit terkejut hingga menjaga jarak darinya.
"Itu artinya kau ingin diculik olehku."
"Begitulah."
"Boleh aku tahu alasannya? Bukannya ini kota tempat tinggalmu," aku balik bertanya.
"Sejujurnya aku sudah lelah melakukan ini, orang-orang mulai mempercayaiku secara berlebihan dan selalu datang menemuiku hanya untuk ramalan yang tidak perlu.. aku rasanya ingin pergi bebas dan berjalan-jalan di kota tanpa terikat dengan pekerjaan seperti ini."
__ADS_1
Melihat antrian seperti tadi aku bisa membayangkan dia tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.
"Jika aku mengeluarkanmu dari kota ini, apa yang kau kau lakukan selanjutnya?"
"Entahlah."
"Itu bukan jawaban, meski aku bisa membantumu, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu di luar sana."
"Bagaimana kalau kau membawaku pergi? Kau bisa menikahiku."
Aku mendesah pelan lalu tiba-tiba ketiga orang yang harusnya tidak boleh menguping muncul dari belakangku, mereka bertiga tentu Milfa, Rolia dan Mia.
"Kalian bertiga."
"Seperti yang kukatakan, kau juga harus menikahi kami bertiga," kata Milfa.
"Bukan berarti aku ingin menikah denganmu, hanya saja kau harus bertanggung jawab dengan perutku."
"Apa maksudnya itu? Aku tidak melakukan apapun."
Yue tertawa kecil.
"Sepertinya aku akan menjadi bagian kecil haremmu."
Bahkan aku belum memutuskan apapun, untuk sekarang kami memikirkan cara mengeluarkan Yue dari kota ini.
__ADS_1
Keesokan harinya kami keluar dari kota Uin, tapi kami tidak benar-benar keluar melainkan hanya bersembunyi di hutan tanpa sepengetahuan siapapun.
Jika aku langsung menculik Yue itu hanya akan berakhir sia-sia, dan mereka masih bisa mengejarku karenanya kami lebih suka memulai dari awal.
Mengenakan pakaian ninja aku dan Mia lah yang akan menyusup ke kota.
"Rolia tolong jaga keretanya."
"Serahkan padaku."
Aku dan Mia beralih ke tembok kota melempar kait tali, kami mulai memanjat ke atas tembok, kami cukup berani melakukan penculikan di siang hari.
Milfa yang sebelumnya telah berada di kota akan menjadi pengalihan, dia akan membakar beberapa rumah di sana. Ketika lonceng keadaan darurat kota terdengar aku dan Mia mulai masuk ke dalam pagoda yang sebelumnya kami masuki, beberapa penjaga kami lumpuhkan dengan racun dari tumbuhan tanpa membunuh mereka.
"Aku akan menjaga keadaan di luar," atas pernyataan Mia aku mengangguk kecil lalu mulai menyusuri koridor ke ruangan Yue. Aku membuka pintu dan kulihat Yue duduk di kursinya.
Dia menggunakan gaun terusan yang sedikit terbuka dan rambutnya yang panjang di biarkan begitu saja. Aku langsung membawanya dalam pelukanku.
"Mari pergi."
"Um."
Aku keluar pagoda dan menemukan Mia sedang bertarung dengan beberapa penjaga yang menggunakan pedang di pinggang mereka, salah satu penjaga melompat ke arah Mia dan aku segera menendangnya jauh.
"Sudah saatnya," kata Mia.
__ADS_1
Mia melemparkan beberapa bom asap dan kami langsung menghilang tanpa jejak.