Rebuilding The Magic World

Rebuilding The Magic World
Chapter 28 : Melawan Kraken


__ADS_3

Keesokan paginya kami mendapatkan banyak uang karena telah menangkap para penjahat ini, setengah uang itu kami gunakan untuk membeli perahu dan sebagian lagi untuk membeli kebutuhan sehari-hari serta menyewa gudang sementara waktu untuk menitipkan kereta kuda kami.


Biaya perawatannya cukup mahal.


Yang jelas kami bisa memulai perjalanan selanjutnya dengan tenang.


Aku mengemudi perahu kami, sementara yang lainnya bertugas dengan apa yang mereka bisa, mulai sekarang anggota kami bertambah satu orang, dengan keberadaan Vilaina semuanya akan lebih mudah.


Dia ahli memasak serta pekerjaan rumah tangga jauh di atas kami semua, dia selalu menggunakan pakaian pendeta jadi rasanya sedikit bersalah jika aku memintanya melakukan pekerjaan berat meski begitu dia tidak ingin menerima perlakuan khusus.


Milfa menggunakan sihir angin untuk menambah kecepatan perahu ini.


"Di depan sana ada Kraken, kita benar-benar akan melawannya?" Vilaina sedikit khawatir tentang itu.


"Apa boleh buat. Kita harus pergi ke segitiga bermuda apapun yang terjadi."


"Meksi kau bilang begitu, aku belum tahu kenapa kalian ingin pergi ke sana."


Rolia datang untuk menjelaskan.


"Kita akan menyelamatkan seorang Dewi."


"Dewi?"

__ADS_1


Mungkin sulit dipercayai bahwa manusia mau menyelamatkan Dewi tapi seperti itulah yang akan kami lakukan sekarang.


Mia yang dari tadi berada di depan mengangkat tangannya memberikan isyarat.


"Gurita itu telah muncul... semuanya berhati-hati," tepat saat peringatan itu dibunyikan tentakel raksasa muncul dari setiap sisi perahu.


Dari dulu lautan memang menyimpan misteri, jika ada makhluk seperti ini bukan hal yang aneh lagi, tubuhnya mulai terangkat dari permukaan air.


Aku segera memberi komando setelah menarik pedangku.


"Rolia, Mia kita serang tentakelnya dan Milfa fokuslah menyerah kepalanya."


"Baik."


"Um."


Aku, Rolia dan Mia mulai menebaskan pedang kami ke setiap tentakel yang menahan perahu kami, sementara itu Milfa berlari lurus ke kepala Kraken, dia menggunakan sihir angin untuk menambahkan kecepatan kakinya.


Sihir adalah sesuatu yang sangat berguna, semua orang harusnya tahu itu dan tak perlu mendengarkan omongan dari pihak gereja yang sesungguhnya telah diisi oleh bawahan Laura.


"Aaaaa..." dibarengi teriakan itu aku berhasil memotong salah satu tantakel Kraken begitu pula kedua rekanku, sekarang hanya tinggal giliran Milfa.


Milfa melompat jauh ke udara dia menciptakan sebuah tombak dari putaran angin di momen jatuhnya.

__ADS_1


Selanjutnya.


Tombak itu dengan cepat menembus tubuh Kraken hingga ia pun tumbang dan seluruh tentakel miliknya mulai terkulai lemas jatuh ke air.


"Sudah selesai," kata Milfa menepukan kedua tangannya senang.


Rolia dan Mia kembali memasukan pedang mereka sama sepertiku dan untuk Vilaina hanya menarik nafas lega.


Milfa berkata ke arahku.


"Sayang kalau membiarkan daging Kraken ini terbuang sia-sia, mari bawa pulang untuk di olah."


"Ukurannya sangat besar kita tidak mungkin bisa membawanya," kataku.


"Tenang saja, aku bisa memasukannya ke dalam sihir penyimpananku."


Hanya mengulurkan tangannya Kraken itu tersedot ke dalam lubang hitam. Aku sempat berpikir bahwa kemampuan Milfa sangat luar baisa tapi kenapa dia malah bisa terjebak di menara itu, saat aku tanyakan, jawabannya cukup membuatku terkejut.


"Ada beberapa orang yang lebih kuat dariku."


Bagiku Milfa sudah sangat kuat namun saat dia mengatakan itu, membuatku sadar, di atas langit ada langit lagi dengan kata lain lawanku yang menanti kami sangatlah berbahaya.


Jika aku mati aku bisa mengulangnya kembali dari awal untuk mencapai tujuanku akan tetapi jika mereka mati hal itu tidak bisa kembali lagi.

__ADS_1


"Aku harus bertambah kuat," kataku melirik ke arah Rolia, Mia dan Vilaina.


__ADS_2