Reincarnation Hero Become Villain

Reincarnation Hero Become Villain
Chapter 41 - Mulai Bergerak


__ADS_3

Pagi hari telah tiba. Di dalam gua, Reynald duduk berhadapan dengan ketiga bawahannya.


"Aku akan memberikan kalian pilihan. Aku, telah bersumpah untuk membawa penderitaan untuk umat manusia. Kalian bebas untuk mengikutiku atau tidak."


Ketiganya tidak terkejut mendengar ucapan Reynald. Justru ketiganya menunjukkan wajah yang seolah-olah tahu bahwa Reynald akan mengatakan hal itu.


"Tuan Reynald, ke mana pun Anda pergi, keputusan apa pun yang Anda ambil, kami akan mengikuti Anda. Bahkan ke neraka sekali pun," ucap Shina yang duduk bersimpuh.


"Sampai mati pun, saya akan tetap mengikuti Andai," jawab Everest.


Gardieta belum memberikan jawaban. Reynald dan yang lain melihat ke arahnya.


"Tubuh ini diberikan oleh Anda. Nyawa ini diberikan oleh Anda. Dan kehidupan yang selama ini saya dapatkan, kebahagiaan singkat keluarga saya ... segalanya diberikan oleh Anda. Saya akan memerangi benua itu sendirian bahkan tanpa perintah dari Anda sekali pun," ucap Gardieta dengan tatapan mata penuh dendam.


Keluarga Fidel ... aku belum bertanya tentang mereka, apakah aku harus bertanya-- Reynald teringat dengan dirinya yang tak bertanya kepada Grant. Matanya sedikit mengatup. "Gardieta, bagaimana kabar keluargamu?"


Mendengar pertanyaan itu, dada Gardieta terasa sesak. Ia kemudian menghela napas dan berkata, "Mereka ... ketika saya di penjara, diasingkan ke kerajaan lain. Lalu ketika saya pergi mengelana untuk mencari Anda sekaligus mencari keluarga saya ...."


Gardieta menggertakkan giginya. Tangannya meremas kedua lututnya.


"Aku mengerti. Maaf membuatmu mengingat kenangan itu."


Gardieta merasa tidak enak mendengar kata maaf dari tuannya. Ia langgsung mengangkat kepalanya dan berkata, "Ti-tidak, Tuan. Hanya saja ... hati saya masih tak kuat untuk mengingat hal itu ...."


Reynald sedikit mengangguk. Ia kemudian menghela napas dan berkata, "Dengan begini, aku menganggap kallau kalian semua akan ikut denganku."


Ketiga bawahannya mengangguk dengan antusias.


"Hal yang pertama akan kita lakukan adalah keluar dari pulau ini. Kita akan pergi ke benua seberang."


Ketiga bawahannya memasang wajah bingung.


"Ada apa dengan benua seberang, Tuan Reynald? Mengapa kita tak langsung menuju ke benua manusia saja?" tanya Shina.


"Tubuh ini tak lagi dapat menggunakan sihir."


Jawaban Reynald mengejutkan Shina dan Everest. Keduanya langsung terlintas tentang bagaimana Reynald bisa membangkitkan mereka jikalau tak lagi dapat menggunakan sihir.


"Aku tahu. Kalian pasti kebingungan. Aku yang tak dapat menggunakan sihir, tapi bisa membangkitkan kalian. Jawabannya karena benda ini." Reynald menunjukkan bola kristal miliknya. "Karena inilah aku dapat membangkitkan kalian. Aku tak tahu benda apa ini, apa saja yang bisa dilakukan oleh benda ini. Oleh karena itu, kita akan pergi ke benua seberang untuk mengumpulkan informasi terlebih dahulu."


Ketiga bawahannya mengangguk.

__ADS_1


***


Keempatnya telah berada di pinggiran pantai. Ketiga bawahan Reynald kebingungan dengan cara apa mereka akan pergi ke benua seberang. Namun, Reynald telah mengatasi masalah itu.


"Everest, saatnya mencoba kemampuanmu."


Everest kebingungan mendengar ucapan tuannya. Namun, ia menanggapi panggilan tuannya.


Reynald menyuruh Everest untuk berdiri di tepi pantai. Ia kemudian menyuruh Everest untuk membayangkan sebuah jalan es yang sanggup menahan batu sebesar kapal sekali pun.


Everest memejamkan matanya, mengangkat kedua tangannya ke depan. Ia dengan sangat fokus mencoba mengikuti arahan tuannya.


Udara di sekitar mulai terasa dingin. Pasir pantai perlahan-lahan mulai membeku.


Gardieta dan Shina dibuat kagum dengan Everest yang mampu mengeluarkan sihir tanpa merapalkan mantra.


Apakah berhasil?


Setelah beberapa saat, es hanya muncul dan berhenti muncul tepat di bawah kaki Everest. Udara yang ada di sekitarnya pun menjadi sangat dingin hingga terasa seperti hidup di daerah kutub.


Reynald, Gardieta, dan Shina tak dapat mendekat. Seandainya mereka mendekat, maka mereka bisa mati karena membeku.


Reynald memutar otaknya. Ia tahu bahwa mengeluarkan sihir tanpa rapalan adalah hal yang mustahil. Ia kemudian menyuruh Everest untuk berhenti.


"Kata siapa kau gagal? Metode ini adalah caraku untuk menggunakan sihir. Setiap orang memiliki caranya masing-masing."


Everest dibuat sedikit tenang mendengar ucapan Reynald. "Lalu ... saya harus bagaimana, Tuan?"


"Kita tinggal mencoba metode yang lain."


***


Kali ini, giliran Gardieta yang berada di tepi pantai. Reynald menyuruh Gardieta karena Reynald tahu bahwa Gardieta bisa menggunakan sihir pada kehidupan sebelumnya.


Gardieta mencoba melakukan hal yang serupa dengan apa yang dilakukan oleh Everest. Tapi ....


"Maaf, Tuan .... Saya tak bisa mengeluarkan elemen es ..." ucap Gardieta berlutut di hadapan Reynald.


"Hm ... bukan hanya itu saja, kamu bahkan tak mampu mengeluarkan energi sihir."


Ucapan Reynald menusuk hati Gardieta. "Ma-maaf, Tuan ...."

__ADS_1


"Tak apa. Mungkin tubuh barumu memiliki cara mengeluarkan sihir yang berbeda dengan tubuh lamamu. Sebagaimana aku menggunakan sihir manusia dan iblis, cara mengeluarkannya berbeda."


Gardieta mengangguk paham.


"Sekarang, hanya satu orang yang tersisa."


***


"Ma-maaf, Tuan .... Kejadian memalukan ini, saya pastikan tak akan terulang lagi ..." ucap Shina yang juga gagal dengan berlutut di hadapan Reynald.


"Tak apa, setidaknya kamu sudah mencoba. Dan dengan kegagalan kalian bertiga pula, kini kita dapat informasi bahwa tak ada yang bisa menggunakan sihir di antara kita berempat."


Shina menukuk, tak berani mengangkat kepalanya. Rasa malu yang ia rasakan membuatnya ingin berganti wajah.


Sekarang ... apa yang harus aku lakukan? batin Reynald memegang dagu, memejamkan mata, dan menghadap ke bawah.


Tak ada satu pun di antara ketiganya yang mampu menggunakan sihir, bahkan Gardieta tak mampu untuk mengeluarkan energi sihir. Apakah ada yang salah dengan pembangkitan mereka? Bisa jadi. Tapi, apakah itu masalahnya?


Reynald kemudian melihat ke arah sekitarnya.


Aku mendapatkan ide.


***


Tiga hari telah berlalu.


"Saya tahu Anda hebat dan jenius ... tapi menciptakan sebuah kapal ... tak pernah terbayangkan oleh saya sama sekali!" ucap Gardieta yang kagum dengan kapal buatan Reynald.


Selama tiga hari, Reynald menyuruh ketiga bawahannya untuk bahu-membahu membuat kapal sesuai rancangannya. Ia menggambarkan cetak biru pada batu besar datar yang berada di antara pantai dan hutan.


Kapal rancangan Reynald terbuat dari perpaduan kayu hutan. Reynald memilih jenis kayu yang pernah ia baca ketika mencari tahu tentang Iblis Tanah HItam. Kayu yang ia pilih bukanlah kayu terbaik, bahkan terhitung biasa saja. Namun, kayu tersebut masih bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal.


Selama tiga hari itu pula, Reynald membuat sebuah senjata yang bisa ia gunakan untuk berjaga-jaga. Ia membuat sebuah tombak dengan dengan kayu yang sama yang ia gunakan untuk membuat kapal. Ujung tombaknya, menggunakan batu tajam yang pertama kali ia temukan di pulau. Sebuah batu yang sama yang membunuh harimau putih pada awal kehidupannya di pulau.


Ia kemudian meminta Everest untuk mengalirkan es pada batunya. Es tersebut ia gunakan untuk mempertajam dan memperkuat ujung tombaknya. Tak hanya membuat tombak, Reynald juga membuat perisai kayu. Perisai kayu itu kemudian dilapisi kulit buaya yang dulu pernah ia bunuh dan kuliti. Dan lagi, Reynald meminta Everest untuk melapisi perisainya dengan esnya.


Selama tiga hari itu pula, Reynald membuat sebuah kubus kayu yang kemudian dilapisi es milik Everest. Kubus kayu itu digunakan untuk menyimpan daging-daging yang mereka buru selama tiga hari ini, guna menjadi bekal selama perjalanan. Kubus kayu es itu juga bisa dijadikan tempat menyimpan ikan ketika mereka memancing selama di perjalanan.


Setelah semua persiapan selesai, Reynald dan yang lainnya menaiki kapal. Kapal tersebut digerakkan menggunakan dua tenaga utama. Angin alami dari alam dan angin buatan dari energi sihir Shina.


Layar kapal diturunkan. Kapal mulai bergerak meninggalkan pulau.

__ADS_1


---


Terima kasih sudah membaca dan mohon dukungannya. Semoga Author dapat konsisten dalam menulis dan menyelesaikan cerita ini, aamiin. Jangan lupa untuk Like dan Favorit, ya. Untuk saran dan kritik bisa dicantumkan pada kolom komentar. Dan sekali lagi, terima kasih!


__ADS_2