
Reynald telah membuat jadwal latihannya. Dan hari pertama latihannya pun tiba. Ia akan berlatih pedang dengan Grant.
Keduanya berada di lapangan latihan kerajaan, berhadapan dengan pedang kayu di tangan.
"Tuan Reynald, apakah Anda pernah mempelajari ilmu beladiri terutama berpedang di dunia Anda sebelumnya?"
"Pernah, kakek saya yang mengajari saya."
"Oh, kalau begitu, jangan sungkan untuk mengeluarkan semuanya."
Reynald mengangguk. Keduanya memasang kuda-kuda untuk memulai latihan.
Reynald mendekat perlahan dengan kuda-kuda untuk melakukan teknik Men (teknik berpedang kendo yang menyerang bagian kepala). Grant dengan mudah menepis serangan tersebut hingga membuat Reynald sedikit terdorong ke belakang.
"Serang saya dengan lebih kuat!"
Reynald mengembalikan keseimbangannya.
"Ya!"
Ia menenangkan dirinya, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Namun, ketika ia sedang mencoba untuk mengembalikan ketenangannya, Grant melesat dengan sangat cepat dan menyerangnya.
Reynald mengayunkan pedangnya ke samping bawah kanan, mencoba menepis serangan Grant. Namun, kekuatan Grant yang jauh melebihnya membuat Reynald terpental dan terdorong beberapa meter.
Benar-benar kekuatan yang luar biasa! batin Reynald.
Grant mengayunkan pedangnya ke kiri dan kanan, lalu kembali bersiap untuk menyerang Reynald.
Apa itu barusan? Mengapa serangannya bisa secepat itu? Apa ... apakah dia manusia di luar nalar? batin Reynald yang kemudian menyadari sesuatu. Di luar nalar ....
"Jangan melamun ketika sedang dalam pertempuran!" teriak Grant yang mengayunkan pedang dari atas mengincar kepala.
Reynald kembali terkejut dengan serangan super cepat milik Grant. Ia dengan cepat memikirkan puluhan opsi yang bisa ia lakukan untuk menghindari serangan tersebut.
Sial! Terlalu cepat! batin Reynald yang kemudian mengangkat pedangnya ke atas dan menggenggam gagang pedang sekuat tenaganya.
Grant tersenyum. Ia membatalkan serangan dari atas dan menendang Reynald hingga terpental dan terseret cukup jauh.
"Tuan Reynald, pertahanan Anda terbuka lebar. Anda terlalu fokus dengan serangan dari atas hingga meluapkan segala kekuatan dan fokus Anda pada kedua tangan Anda."
Reynald mencoba untuk berdiri. "Ya ... terima kasih atas nasihatnya. Namun, saya jamin hal seperti ini tidak akan terulang lagi." Reynald tersenyum mengelap darah yang keluar dari bibir kiri dengan lengan baju kirinya. Reynald kemudian memegang pedang dengan tangan kanannya saja.
Grant tersenyum. "Ya, oleh karena itu saya senang dapat melatih Anda!" Grant kembali melesat dengan kecepatan di luar nalar manusia.
__ADS_1
Sudah kuduga! batin Reynald yang senang karena tebakannya benar. Ia tersenyum, membuat Grant sedikit curiga. Namun, Grant terus melanjutkan serangannya.
Grant mengayunkan pedangnya dari atas. Reynald sedikit mengangkat tangan kanan yang memegang pedang ke atas. Grant yang merasa Reynald termakan ke jebakannya, langsung mengubah arah jalur serangan menjadi dari samping.
Swoosh!
Ayunan pedang Grant melewati Reynald yang menunduk. Reynald yang berhasil menghindari serangan Grant membuat Grant terkejut tak percaya.
Reynald yang menunduk dengan cepat mengayunkan pedangnya ke atas, mencoba menyerang bagian dagu Grant. Grant yang menyadari arah serangan tersebut langsung mengangkat pedangnya ke depan, mencoba menutupi arah serangan Reynald.
Namun, Reynald berhasil mengelabuhi Grant. Ia melepas pedangnya sesaat, dan berputar dengan cepat lalu memberikan tendangan telak di bagian wajah kiri Grant. Grant dibuat mundur dua langkah dan hampir kehilangan keseimbangan.
Reynald yang tak menyia-nyiakan kesempatan dan melihat celah, langsung mengambil kembali pedangnya yang masih berada di udara dan berputar untuk menambah kekuatan ayunan pedangnya.
"Tu-tunggu dulu, Tuan Reynald!" ucap Grant yang panik.
Reynald menghentikan serangannya tepat sebelum bilah pedang kayunya mengenai leher belakang Grant.
"Ma-maaf ... sepertinya saya terlalu berlebihan," ucap Reynald yang terkejut dengan dirinya.
"Tidak, bukan begitu maksud saya." Grant berdiri kembali dengan mudah. "Serangan Anda sangatlah mengagumkan. Namun, yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana Anda bisa mengetahui trik saya?"
"Ah, trik kecepatan Anda?"
"Ya."
"Saya tahu, namun maksud saya, bagaimana Anda bisa menggunakan sihir tersebut?"
"Oh, uhm ... saya hanya mencoba membayangkan tentang bagaimana cara agar diri saya dapat bergerak lebih ringan dan lebih cepat."
"Apakah Anda tidak merapalkan suatu mantra?"
"Merapalkan mantra?" Reynald kebingungan mendengar pertanyaan Grant.
Grant tertawa terbahak-bahak melihat wajah bingung Reynald. "Maaf, maaf. Saya baru ingat kalau Anda adalah Yang Terpilih. Namun, saya tidak menyangka bahwa Anda dapat berkembang secepat ini."
"Oh, hahaha ..." tawa kaku Reynald yang tidak paham dengan maksud ucapan Grant.
"Mohon maaf karena meminta untuk berhenti secara tiba-tiba. Jikalau Anda berkenan, mari kita lanjutkan latihannya."
"Ya, tentu saja!"
Latihan dilanjutkan hingga sore hari.
__ADS_1
Napas Reynald sudah terengah-engah, namun ia masih berdiri dalam posisi kuda-kuda untuk melanjutkan "pertarungan".
Grant yang melihat semangat juang Reynald tersenyum senang lalu menaruh punggung pedang ke pundak kanannya dan berkata, "Baiklah, mari kita sudahi latihan hari ini sampai sini, Tuan Reynald."
Reynald menghembuskan napas panjang dan membungkuk mengucapkan, "Terima kasih atas kerja kerasnya."
Grant sedikit terkejut, namun ia dengan cepat merespons dengan melakukan hal yang serupa. "Terima kasih juga atas kerja kerasnya."
Reynald izin pergi meninggalkan tempat latihan kepada Grant. Setelah diberi izin oleh Grant, ia pun pergi dari hadpaan Grant.
"Albert, apa kau lihat itu?" tanya Grant yang memandang Reynald dari jauh.
"Ya, sungguh luar biasa. Ia bisa menggunakan sihir seperti yang Anda miliki hanya dengan melihat saja," jawab Albert yang berkomunikasi melalui sihir telepati.
Setelah selesai latihan, Reynald mengistirahatkan dirinya sejenak dengan mandi air panas. Di dalam sebuah bak mandi kerajaan yang cukup besar, Reynald merilekskan tubuh dan bersandar di pinggiran bak mandi dengan kedua tangan yang membentuk siku-siku berada di pinggiran bak mandi.
"Sungguh hari yang melelahkan .... Besok, aku masih harus latihan sihir dan nanti malam, aku harus mempelajari tentang dunia ini. Hahaha ... tak di dunia ini, tak di Bumi, aku selalu sibuk. Nampaknya memang ini takdirku ...."
Setelah selesai mandi, Reynald segera menuju ke kamarnya, membaca beberapa buku yang telah disiapkan oleh pelayan sesuai yang diminta oleh Reynald. Tak hanya menyiapkan buku, pelayan juga telah menghidangkan makanan serta minuman yang telah dilapisi sihir sehingga mampu memulihkan energi walau tidak tidur.
"Oh, benarkah? Bisakah Anda mengajari saya tentang sihir ini?" ucap takjub Reynald kepada sang pelayan.
"Te-tentu saja," jawab pelayan wanita yang sedikit malu.
***
Pagi hari telah tiba. Sesuai jadwal, Reynald akan berlatih sihir dengan Albert. Namun, Reynald meminta Albert untuk tidak hanya mengajarinya tentang sihir, tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan dunia yang baru Reynald tinggali.
Di dalam sebuah perpustakaan, Reynald dan Albert duduk berhadapan. Albert menunjukkan peta dunia dan memperkenalkan "dunia baru" kepada Reynald.
"Dunia yang Anda tinggali saat ini bernama Thavma, yang berarti keajaiban. Seperti yang Anda ketahui, keajaiban di dunia ini tidak muncul begitu saja. Keajaiban dapat muncul karena adanya hal yang disebut sebagai sihir. Sihir adalah suatu hal yang dapat membuat segalanya menjadi mungkin, bahkan memunculkan Anda sebagai Yang Terpilih.
"Lalu seperti yang Anda bisa lihat, dunia ini terbagi menjadi tiga benua. Benua yang kita tinggali adalah Benua Sievaria, yang berarti kemenangan. Lalu ada Benua Kavidenia, yang berarti beragam karena di benua tersebut tinggal beragam jenis ras. Dan yang terakhir, Benua Huizuna, benua yang datarannya paling kecil, namun memiliki laut terluas. Hal ini disebabkan oleh makhluk-makhluk yang tinggal di benua tersebut adalah makhluk amfibi."
Pembelajaran terus dilanjutkan, Reynald yang mudah mengerti membuat Albert dapat mengajari banyak hal lebih cepat dari perkiraannya. Ia telah membuat dan merangkum materi untuk diajarkan selama satu bulan, namun semua itu dilibas oleh Reynald hanya dalam satu hari.
Bahkan, bagi Reynald itu tak cukup. Setelah Albert mengajari semua hal yang ia telah rancang untuk diajarkan selama satu bulan, Reynald melanjutkan sesi belajar-mengajar dengan membaca berbagai buku yang ada di perpustakaan.
Kepintaran Reynald membuat Albert kewalahan. Ia yang biasanya selalu bersemangat dengan hal-hal berbau ilmu pengetahuan, bersandar lemas di kursinya. Meski begitu, ia sangat senang. Ia dapat menjadi saksi hidup akan lahirnya sosok yang mengubah di masa depan, bahkan menjadi gurunya.
Hari demi hari terus berlanjut, begitu pula dengan kegiatan sehari-harinya Reynald. Latihan dari pagi hingga petang, dilanjutkan dengan belajar mandiri di malam hari.
Hingga akhirnya, hari itu tiba. Hari di mana Reynald mengambil langkah keduanya untuk memenuhi takdirnya sebagai "Yang Terpilih".
__ADS_1
---
Terima kasih sudah membaca, mohon dukungannya. Mohon maaf untuk chapter kali ini rilisnya lama. Karena Author kemarin baru saja vaksin. Sekian dan sekali lagi, terima kasih!