Reincarnation Hero Become Villain

Reincarnation Hero Become Villain
Chapter 42 - Bajak Laut


__ADS_3

Di tengah laut, Reynald dengan ketiga bawahannya berlayar dengan tenang. Setidaknya untuk satu jam pertama.


Sebuah bola meriam ditembakkan ke arah kapal Reynald. Beruntung, bola meriam tersebut hanya mengenai bagian yang tak fatal.


Kapal Reynald bergoyang, membuat Reynald dan yang lain sedikit kehilangan keseimbangan.


"Tuan Reynald, terdapat serangan dari bagian kanan kapal!" ucap Gardieta dengan menunjuk ke sebuah kapal yang berada di sebelah kanan kapal.


"Oho ..." ucap Reynald yang kemudian menyeringai.


Bola meriam kembali ditembakkan. Kali ini, membuat sisi kanan kapal berlubang cukup besar. Kapal yang terombang-ambing membuat air laut dapat masuk dengan mudah dari sisi kanan kapal.


"Tuan Reynald, apa yang harus kita lakukan?" tanya Shina berpegangan di dekat kemudi kapal.


Reynald tertawa. "Hahahahaha ... hahahahaha!! Bagus ... benar-benar bagus."


Tawa Reynald membuat bingung ketiga bawahannya.


"Aku menyukai ini. Lihatlah ke arah kapal itu."


Ketiga bawahannya melihat ke arah kapal bajak laut yang mendekat.


"Bendera merah yang mereka kibarkan, memiliki arti bahwa mereka akan menyerang kita habis-habisan. Mereka berniat untuk entah membajak kapal ini, atau memperbudak kita."


Ucapan Reynald membuat ketiga bawahannya geram.


"Mereka meremehkan kita, ya?" ucap Gardieta dengan memukul tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.


"Sungguh tak tahu diri. Mereka benar-benar harus diberi pelajaran," ucap Shina dengan memicingkan mata tajamnya.


"Manusia rendahan, harus dibunuh," ucap Everest mengeluarkan aura es.


Di kapal bajak laut yang sedang menuju ke kapal Reynald.


"Bahahahaha! Lihatlah, kapal jelek itu tak bisa membalas!" ucap seorang awak kapal.


"Ya! Seperti kata Bos! Kita tinggal jarah mereka!" ucap awak kapal lainnya.


"Apakah ada wanita di kapal itu? Hm ... aku sudah lama tak memuaskan nafsuku!" ucap awak kapal lainnya.


Di saat para awak kapal sedang tertawa meremehkan, Kapten Kapal menyeringai percaya diri.


Lihatlah ... pembajakan pertamaku! Aku akan membuktikan kepadamu kalau aku bisa menjadi bajak laut yang lebih hebat darimu! batin sang Kapten Kapal.

__ADS_1


Sang Kapten Kapal berpikir bahwa pembajakkan pertamanya akan sangat mudah. Ia pun merasa tak perlu memikirkan sebuah strategi untuk membajak.


Lihatlah kakakku! Pembajakkan pertama ini akan memulai karier gemilangku!


Kapal Reynald bergoyang ke samping. Awak kapal yang berada di atas mainmast; yang memegang teropong terkejut.


"Se-serangan balasan!" ucap awak kapal yang berada di atas mainmast.


Teriakannya membuat semua orang terkejut. Namun ... mereka telah terlambat. Tidak, lebih tepatnya ... mereka salah pilih lawan.


Seperti sebuah meriam yang ditembakkan, Everest melesat dan merubuhkan tiga tiang kapal bajak laut. Ia kemudian berputar dan mendarat di laut dengan beralaskan es miliknya.


Everest mengangkat tangan kanannya ke depan sementara tangan kirinya memegang lengan kanannya.


Bayangkan pembekuan .... Mereka bukanlah rekanku, mereka bukanlah tuanku! Maka ... seandainya mereka mati ... maka matilah!


Mata Everest melebar dengan kedua alis yang mengerucut tajam.


"Huaagghh! Bekukanlah segala hal yang ada di hadapanku, Freezing!"


Sebuah jalur es muncul di atas permukaan laut dan dengan cepat menjalar ke haluan dan lambung kapal. Es tersebut sangat kuat hingga mampu membuat kapal tak bisa bergerak.


Laut di sekitarnya pun perlahan-lahan ikut berubah menjadi es.


Everest meredakan energi sihirnya, mencegah kekuatan esnya menyebar lebih luas lagi.


Inikah ... yang dinamakan sihir? batin Everest dengan sedikit terengah-engah melihat dirinya membekukan kapal dan laut di sekitarnya. Laut yang dibekukan oleh Everest cukup luas hingga mampu membekukan sebuah desa.


Dari kejauhan, Reynald dan kedua bawahannya menyorakkan keberhasilan Everest yang tak hanya mampu menaklukkan kapal bajak laut, tapi juga menggunakan dan mengeluarkan sihir pertamanya.


"Everest, kau benar-benar hebat! Aku akan bertanya padanya nanti tentang cara menggunakan sihir!" ucap Gardieta.


Kapal milik Reynald pun telah sampai di hadapan kapal bajak laut. Di atas kapal bajak laut, Everest berdiri menyambut Reynald.


"Hahaha ... kau menyambut kami dengan puluhan orang yang mengacungkan pedangnya padamu," ucap Reynald yang berjalan di atas bowsprit kapal dengan tertawa.


"Orang-orang ini tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kedatangan Anda, Tuanku. Ataukah, mereka ini mengganggu pemandangan Anda? Haruskah saya singkirkan?" ucap Everest berlutut.


Ucapan Everest membuat kru kapal tersentak ke belakang. Mereka yang mencoba memberikan ancaman, malah merasa terancam.


"Hahahaha ... tak perlu. Pemandangan seperti ini akan sering kita temui. Seandainya kita menghabisi setiap orang yang seperti ini, maka Thavma akan kosong, kan?" ucap Reynald yang kemudian melompat kecil ke bowsprit kapal bajak laut.


Para kru kapal melihat ke arah Reynald. Semuanya kebingungan mengapa sosok yang sehebat Evererst berlutut di hadapan sesosok manusia lemah?

__ADS_1


"Oi, Monster! Mengapa kau tidak menjadi bawahanku saja?"


Suara yang tiba-tiba terdengar membuat semua orang terkejut.


"Bos!" ucap para kru kapal serentak dengan tersenyum senang seolah-olah melihat cahaya harapan.


Bos? batin Reynald yang tak asing dengan julukan tersebut.


"Gimana, Monster? Daripada kau melayani manusia lemah sepertinya, bukankah lebih baik melayani kapten kapal sepertiku? Tak hanya kapten kapal, aku juga adalah adik dari bajak laut terhebat sepanjang masa. Aku juga berasal dari keluarga bangsawan! Emas? Wanita? Katakan saja! Aku akan memberikanmu semuanya!"


Everest yang kesal langsung berniat menyerang sang Kapten Kapal. Namun, Reynald menepuk pundaknya. Everest melirik ke atas, melihat ke wajah tuannya.


Ia ketakutan. Ia ketakutan melihat senyuman di wajah tuannya.


Gardieta dan Shina kemudian menginjakkan kaki di atas kapal bajak laut.


Para kru langsung terpesona dengan kecantikkan wajah Shina serta keelokan tubuhnya.


"Ciu~ ciu! Cantik, maukah kau main sama Abang?"


"Tidak, Cantik, main sama Abang aja, yuk! Punya Abang lebih gede!"


Satu per satu kru mulai menggoda Shina dengan mulut kotor nan busuknya. Shina memicingkan matanya kesal mendengar semua ajakan tersebut. Gardieta yang dulunya seorang manusia merasa malu.


Di saat ketiga bawahan Reynald sudah mulai naik pitam, tiba-tiba Reynald bertepuk tangan dan tertawa.


Semua orang dibuat bingung dengan sikap Reynald yang begitu santai. Bahkan, tepuk tangan dan tawanya serasa meremehkan.


"Kau, adalah kapten dari kapal ini, bukan?" tanya Reynald yang masih tersenyum, berjalan mendekat ke sang Kapten Kapal yang berada di dekat tangga menuju ke kemudi kapal.


"Siapa kau, Brengsek? Berani-beraninya memanggilku dengan 'kau'. Aku adalah Francois Barbanegra! Bangsawan Barbanegra, adik dari dua bajak laut terhebat sepanjang masa, Edward Barbanegra dan Drake Barbanegra!"


Gardieta yang mendengar nama tersebut langsung merinding teringat dengan sosok Edward dan Drake yang sangat berbahaya. Namun, dirinya juga dibuat murka tanpa ujung.


Shina yang merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari Gardieta lantas bertanya. "Gardieta, apa yang membuatmu sangat marah?"


Everest juga merasakan niat membunuh yang sangat kuat dari Gardieta. Ia melihat ke arah Gardieta dan melihat betapa merahnya wajah Gardieta.


"Edward Barbanegra ... adalah sosok yang bertanggung jawab atas menghilangnya Tuan Reynald!" ucap pelan Gardieta menggertakkan giginya.


Ucapan Gardieta membuat Everest dan Shina terperangah.


---

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mohon dukungannya. Semoga Author dapat konsisten dalam menulis dan menyelesaikan cerita ini, aamiin. Jangan lupa untuk Like dan Favorit, ya. Untuk saran dan kritik bisa dicantumkan pada kolom komentar. Dan sekali lagi, terima kasih!


__ADS_2