RENTAL ISTRI

RENTAL ISTRI
SATI PERMINTAAN BENING


__ADS_3

Dokter Atta menatap Puspa tanpa berkedip. Sosok gadis yang di kagumi dan kini makin ia gilai karena kesempurnaan yang tersembunyi.


"Kamu sakit? Bajumu basah, Dewi," ucap dokter Atta pelan. sambil mengunyah sosis pemeberian Bening sebagai bentuk menghargai. Dokter menelepon salah satu perawatnya untuk meminjamkan pakaian kepada Puspa.


"Gak perlu bersusah payah untuk menolongku, dokter," ucap Puspa lirih.


Pandangannya mulai berkunang dan Puspa terjatuh begitu saja di lantai.


"Dewi ... Dew ..." teriak dokter Atta.


"Mbak Dewi ... Dokter Atta, tolong Mbak Dewi ...." teriak Bening histeris.


Bening memiliki kenangan buruk. Ia trauma dengan masa lalunya saat ia harus kehilangan Ayah dan Ibunya yang tak berselang lama.


Air mata Bening sudah luruh deras. Ia takut kehilangan Dewi, Kakaknya. Dewi satu -satunya keluarga yang ia miliki. Banyak sekali hal indah yang di lalui bersma Kakak tercintanya itu.

__ADS_1


Dokter Atta langsung mengangkat tubuh lemas Dewi ke ranjang yang ada di sebelah Bening. Ranjang itu memang di peruntukkan bagi Dewi saat menunggu Bening dan bermalam di rumah sakit.


Dewi langsung mendapatkan perawatan dan tubuhnya langsung di infus. Di duga, Dewi kelelahan.


Selama Dewi tak sadarkan diri, Bening terus menangis. Dokter Atta memeluk Bening dengan erat. Ia selalu menunjukkan rasa kasih sayangnya terhadap Bening dan sudah di anggap seperti adik kandungnya sendiri.


"Ini semua salah Bening, dokter. Gara -gara Bening, mbak Dewi kelelahan bekerja," ucap Bening terus menangis. Baru kali ini Bening melihat Dewi yang terjatuh lalu tak sadarkan diri.


"Jangan menyalahkan dirimu Bening. Mbak Dewi melakukan ini semua karena ia sayang sama kamu. Ingin kamu cepat sembuh dan bisa bermain dengan teman -teman sebaya kamu, sekolah lagi, itu keinginan dan harapan terbesar Mbak Dewi kepada kamu. Makanya, kamu harus kuat, ikutin kata dokter biar kamu cepat sehat lagi. Janji?" ucap dokter Atta kepada Bening.


Bening mengangguk pasrah. Ia juga terus berjuang untuk sembuh. Bening juga sudah bosan berada di rumah sakit dengan aktivitas yang begitu -begitu saja.


"Permintaan? Apa permintaannya?" tanya dokter Atta tersenyum.


Bagi dokter Atta keceriaan dan senyum pasiennya adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.

__ADS_1


"Ekhemm ... Doktet Atta harus jawab jujur. Dokter Atta suka sama mbak Dewi?" tanya Bening dengan tatapan lekat.


Dokter Atta terkejut dengan pertanyaan Bening. Pertanyaan yang todak bisa di jawab dengan mudah. Ini masalah besar kalau di jawab pakai hati.


"Mbak Dewi sudah punya pacar," jawab dokter Atta pelan. Suaranya nampak menahan rasa kecewa.


"Pacar? Setahu Bening, mbak Dewi gak punya pacar," ucap Bening pelan.


"Saya pernah lihat. Mbak Dewi jalan sama lelaki, pasti itu pacarnya," ucap dokter Atta menjawab pelan.


Bening menggelengkan kepalanya dengan rasa tak percaya. Bening tidak yakin dengan ucapan dokter Atta.


"Dulu, memang mbak Dewi punya pacar, kalau gak salah namanya Mas Rangga. Tapi, kata mbak Dewi, pacarnya itu selingkuh," ucap Bening datar dan polos.


Deg ...

__ADS_1


Dokter Atta tak percaya dengan ucapan Bening. Jadi, benar dulu mereka berdua berpacaran dan mungkin kini mereka bersatu kembali.


"Cari permintaan lain saja," ucap dokter Atta menengahi. Dewi dan Rangga sudah akan menikah. Atta tidak ingin menjadi orang ketiga dan merusak kebahagiaan adiknya sendiri.


__ADS_2