RENTAL ISTRI

RENTAL ISTRI
AKU TIDAK SUKA SEPERTI INI


__ADS_3

Dewi sudah mengganti pakaian di kamar mandi. Badannya memang sudah gatal dan lengket sejak tadi. Kebetulan sekali Rangga sangat peka padanya. Bukan hanya pakaian saja yangbdi bawanya juga alat mandi Dewi serta kosmetik yang sering di pakai Dewi setelah mandi.


Diam -diam lelaki itu sangat pemerhati. Ia selalu fokus dengan apa yang di lakukan oleh Dewi. Karena memang tipe Rangga seperti itu.þ


"Nah ... Kan terlihat cantik dan gak terlihat kalau sedang lelah," ucap Rangga yang sejak tadi menunggu Dewi di ruang tunggu depan ruang ICU.


Dewi tersipu dengan pujian Rangga baru saja. Memang tidak terdengar sedang menggombal atau merayu. Tatapannya juga terlihat serius dan tak main -main.


"Pintar kalau di suruh muji dan bikin orang terbang tinggi," ucap Dewi pelan.


Ia melipat pakaian kotornya dan di masukkan ke dalam plastik lalu di masukkan kendalam tas kecil.


"Makan yuk? Lapar nih. Tadi belum sempet makan malam. Pas lihat menu makanannya tidak selera sama seklai karena bukan kamu yang masak. Kayaknya aku sudah terbiasa dengan masakan istriku dan kalau bukan istriku aku berjanji tak akan makan, kecuali aku makan dengan istriku di luar rumah. Kamu mau jadi istri sungguhan aku, Wi?" pinta Rangga lirih.


Ucapan Rangga membuat Dewi tak bisa lepas menatap Rangga. Lalu tertawa kecil dan memalingkan wajahnya fokus pada tas kecil yang belum di tutup rapat.

__ADS_1


"Kok malah ketawa sih? Aku serius nanya lho ini?" ucap Rangga lekat menatap Dewi.


Dewi tak bergeming dan tetap diam malah berpura -pura sibuk dengan tas kecilnya.


"Wi ... Kamu dengar gak sih? Apa yang baru aja aku ucapkan?" tanya Rangga mulai kesal.


Sambil mengganggukkan kepalanya pelan, Dewi menjawab singkat pertanyaan Rangga," Denger."


"Terus kenapa? Kenapa kamu diam?" tanya Rangga pelan.


"Aku bingung Ngga. Harus jawab apa? Aku juga bingung, harus bersikap bagaimana? Aku harus senang atau malah sedih denger pengakuan kamu itu," ucap Dewi pelan.


"Aku jujur Wi," ucap Rangga pelan.


"Ya. Aku tahu. Bukankah kita memang sudah suami istri?" ucap Dewi terkekeh kecil.

__ADS_1


"Aku ingin kontrak itu tak berlaku. Aku ingin kita selamanya menjadi suami istri. Bukan karena perjanjian," ucap Rangga pelan.


Deg ...


Dewi menarik panjang dan dalam. Kenapa sulit sekali bilang 'Ya'. Ada apa denganku sebenarnya? Kenapa aku seperti berpikir dua kali untuk hal ini.


"Aku tahu. Mungkin semua ini sulit bagi kamu. Aku janji, akan menjaga kamu, merawat Bening, dan kita hidup bahagia. Atau kamu ingin sebuah rumah? Untuk kita? Mau tinggal di mana?" tanya Rangga pelan.


Dewi mengulum senyum. Ia bahagia dengan permintaan Rangga. Ia senang dengan kejujuran Rangga.


Tangan Dewi terangkat menyentuh pipi Rangga. Hal ini pernah ia lakukan beberapa tahun lalu. Saat itu hujan deras, Dewi dan Rangga akan di wisuda lusa. Malam itu sebelum bertemu dengan Rangga, Dewi sudah menerima tawaran kerja sebagai istri rentalan. Dewi sudah menanda tangani kontrak dan selama tiga bulan ia harus hidup bersama lelaki tua itu hanya sebagai perempuan boneka yang di sewa untuk berpura -pura menjadi istri lelaki tua itu.


Setelah itu, mereka putus. Malam ini terulang lagi. Perlahan Dewi mengusap pipi Rangga. Lalu tangan Rangga memegang tangan Dewi dan menurunkannya.


"Aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Karena aku tidak mau kehilangan kamu lagi, Dewi," ucap Rangga lantang.

__ADS_1


Kedua mata Dewi terbelalak. Ia spontan melakukan itu. Tapi, ternyata malah menjadi kenangan buruk bagi Rangga di beberapa tahun silam.


__ADS_2