
Atta sudah sampai di rumah. Datang hanya menyapa Mama dan Papanya yang berada di ruang tengah.
"Kamu baru pulang, Ko?" tanya Mama pelan. Ko ... adalah panggilan Mama Atta kepada Atta.
"Iya Ma," jawab Atta pelan dan melanjutkan naik ke atas menuju kamarnya.
Badannya sungguh lelah sekali karena hari ini benar -benar menguras tenaganya. Pelimpahan pekerjaan yang mendadak itu membuat Atta sedikit kewalahan tadi. Ada banyak pasien dalam pengawasannya selain Bening.
Atta duduk di tepi ranjang sambil membuka kemejanya. Ia menatap dua koper besar yang telah di persiapkan oleh Mamanya tadi siang.
Atta membuka kembali tiket pesawat yang akan berangkat besok pagi tepat pukul enam pagi.
Ceklek ...
__ADS_1
Rangga masuk ke dalam kamar Atta dan menutup kembali pintu kamar Atta dengan rapat.
Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana panjang berbahan hitam.
Sama seperti Atta, sepertinya Rangga juga baru saja pulang dari kantor dan sengaja menunggu Atta untuk meminta keterangan tentang Dewi.
Rangga berjalan menuju meja kerja Atta. Ada hal yang menarik di sana yang perlu Rangga sentuh.
Atta hanya diam dan ia sudah paham dengan maksud kedatangan Rangga masuk ke dalam kamarnya.
Rangga memegang sebuah figura kecil sekali. Ada foto Dewi dan Bening di sana sedabg berpose. Itu foto di ambil saat Bening selesai operasi batu ginjal. Terlihat Dewi memeluk Bening dan tersenyum manis ke arah kamera. Sedangkan Bening terlihat sangat pucat dan lemas.
"Kakak gak ada hubungan apapun kecuali hubungan antara pasien dan dokternya. Gadis itu bernama Bening, ia adik kandung Dewi. Saat ini sedang koma. Sepertinya Dewi tak akan pulang ke rumah," ucap Atta memberi informasi.
__ADS_1
Aliran darah Rangga mulai naik ke ubun -ubun. Kedua tangannya terkepal erat dan meninju meja kerja Atta dengan sangat keras.
"Hanya itu? Yakin tak ada hubungan lain? Kalian seperti pasanagn kekasih," ucap Rangga menuduh.
Atta menarik napas dalam dan mengehembuskan napas itu pelan lalu berjalan mendekati Rangga. Mwnepuk pelan bahu adiknya lalu tersenyum.
"Kakak memang menyukainya. Adiknya pun menyuruh Kakak mendekati Dewi. Saat itu, Kakak sedang berusaha mengejar hatinya yang sama sekali beku dan dingin terhadap laki -lakj yang berusaha mendekatinya. Selama ini, Kakak tak pernah melihat Dewi membawa lelaki lenrumah sakit. Memang sepertinya Dewi gak mau menyusahkan orang lain," ucap Atta pelan.
"Benar kan dugaam Rangga. Kak Atta mencintai Dewi. Tatapan Kak Atta tidak bisa berbohong. Ingat, Dewi itu istriku. Kita menikah secara SAH si amta agama dan negara. Jadi ... jangan pernah ganggu hubungan dan rumah tangga kami," titah Rangga ketus.
Atta menatap Rangga lekat.
"Istri rental hanya untuk satu tahun? Itu maksud kamu? Pantas saja, permainan kamu tercium oleh Nenek Aini dan ternyata semua warisan itu malah jatuh ke tangan Dewi untuk anak kalian. Cepat -cepat deh punya keturunan biar cepet kaya," ucap Atta menggoda smabil terkekeh.
__ADS_1
Rangga itu memnag lelaki tampan dengan sejuta pesona. Gayanya memang modern dan mengikuti trend masa kini. Tak ada kaum hawa yang berani menolaknya saat di ajak berkencan. Tapi, Rangga tetaplah Rangga yang hanya senang bermain -main dan bersenang - senang bergonta ganti pacar hingga hatinya stuck saat bertemu dengan Dewi beberapa tahun lalu.