RENTAL ISTRI

RENTAL ISTRI
BOLU BUATAN ACHA


__ADS_3

Perjalanan menuju rumah Nenek Rangga sekitar empat jam. Hari ini sebenarnya ada acara khusus yang di buat Nenek Rangga tanpa di ketahui oleh Rangga.


Dewi lebih banyak diam dan hanya bicara sepertlunya saja. Saat makan siang pun tadi, Dewi terlihat sedang memikirkan sesuatu. Walaupun Dewi tetap melayani Rangga seperti seorang kekasih.


Tepat pukul dua siang, Rangga dan Dewi serta kedua orang tuanya sudah sampai di rumah Nenek Rangga yang sangat besar.


Jadi, Rangga itu sudah di jodohkan kepadasalah satu anak pengusaha terkenal di kota itu. Dulu, Kake Rangga berhutang nyawa dengan pegusaha tersebut sehingga mereka menjalin hubungan dan berencana menjodohkan cucu mereka.


"Selamat siang Nenek," teriak Rangga yang masih saja bersikap seperti anak -anak.


"Rangga?!!" teriak Nenek bersemangat.


Rangga pun meletakkan tas merka sdan emmeluk Nenek Aini dengan erat. Tak hanya pelukan tapi juga ciuman di kening dan di kedua pipi wanita tua itu.


"Ini Puspa Dewi, terserah Nenek mau panggil apa. Ini calon istri Rangga," ucap Rangga penuh semangat.


Prank ...

__ADS_1


Ucapan Rangga membuat satu nampan berisi gelas itu pecah. Nenek Aini langsung menoleh ke arah dalam dan masuk ke dalam melihat nampan dan pecahan gelas yang sudah berserakan.


"Acha? Kenapa?" tanya Nenek AIni pelan.


Dewi langsung masuk ke dalam dan membantu gadis itu mengumpulkan pecahan gelas di atas nampan.


"Biar Dewi bantu," ucap Dewi pelan dan tersenyum pada Nenek dan Acha.


Itulah Dewi, ringan tangan dan tak pernah peduli kata orang. Jiwa sosialnya begitu besar.


Nenek Aini menatap Dewi yang sederhnaa dan terlihat tulus. Sama seperti Acha yang sudah satu minggu ini ikut berlibur di rumah Nenek seklaigus ingin mengenal calon suami yang akan di jodohkan.


Sore itu, Nenek Aini, Papa dan Mama Rangga duduk di halaman teras rumah. Mereka banayk berbicara tentang banyak hal. Termasuk soal jodoh Rangga.


"Kenapa salah satunya tak di jodohkan saja untuk Atta? Kau tahu, Pak Broto hanya ingin Acha menikah dengan Rangga bukan dengan Atta. Padahal, Ibu sudah bilang kalau Atta adalah dokter terbaik di kota," ucap Nenek Aini pelan.


"Lalu, pilihan Ibu gimana? Penilaian Ibu terhadap Dewi dan Acha. Jujur, Roki gak bisa ikut campur, Roki gak bisa memaksakan Rangga untuk meilih da megikuti keinginan Ibu, walaupun di iming -imingi harta," ucap Papa Rangga pelan..

__ADS_1


"Benar Bu, Rangga itu keras kepala," ucap Mama Rangga menambahkan.


"Permisi, silahkan di cicipi. Ini buatan Acha," ucap Acha sambil menampilkan senyum trebaiknya.


Nenek Aini hanya menatap Acha dan menatap makanan yang di sajikan di meja.


"Wahhh kayaknya enak banget ini," ucap Mama Rangga yang langsung mencicipi bolu panggang cokelat dengan susu jahe yang cocok di udara dingin seperti di kota Nenek Aini.


Rangga datang dan duduk sambil merapikan rambutnya yang masih basah dengan jari -jari tangannya membuta Acha semakin terpesona dengan ketampanan Rangga.


"Wuihhh ... Kue bolu nih," ucap Rnga langsung mengambil satu dan menikmati kue bolu yang masih hangat itu dan menyeruput susu jahe hangat dengan rasa puas.


"Enak Mas Rangga?" tanya Acha pelan.


Rangga memelankan kunyahannya dan menatap Acha yang sejak tadi sepertinya menatap dirinya.


"Enak dong ... Dewi itu memang pintar memasak, ini adlah bolu favoritnya," ucap Rangga polos dan membuat Acha terdiam.

__ADS_1


Nenek Aini, Mama dan Papa Rangga hanya menatap Acha bingung.


Acha pun langsung masuk ke dalam dan meletakkan nampan dengan keras ke dapur hingga membuat Dewi kaget.


__ADS_2