
Setelah acara makan malam selesai. Mama Rania, Papah Roki, Acha dan Rangga duduk bersantai di ruang tengah sambil menikmati keripik singkong balado, oleh -oleh dari Nenek Aini.
Sore tadi, Nenek Aini sudah kembali ke kota kecilnya. Beliau lebih nyaman berada di kota kecil, di bandingkan berada di kota besar yang padat, ramai dan hingar bingar.
"Dewi kemana? Jam segini belum pulang?" tanya Mama Rania pelan membuat Rangga melirik ke arah Mamanya.
"Ekhemm gak tahu. Cuma bilang mau iji keluar saja," ucap Rangga santai sesuai dengan apa yang di ucapkan Dewi tadi sejak selesai makan siang di kntor.
Dewi bergegas pergi setelah mendapatkan telepon dan seperti terburu -buru.
"Gak tahu? Kamu ini suami macam apa? Sampai istri pergi kemana tujuannya pun kamu gak tahu," ucap Mama Rania dengan nada tinggi.
"Rngga gak tahu Ma. Rangga dan Dewi punya aktivitas masing -masing, dan menurut Rangga, gak perlu posesif dengan pasangan. Kalau urusannya selesai, tentu Dewi akan pulang," ucap Rangga jujur.
"Iya. tapi ini kepergiannya udah lama. Urusanapa? Serah terima kantor kan belum seutuhnya masih secara simbol, kan? Masa iya mau ketemu klien," ucap Mama Rania bingung dengan Rangga yag terlihat cuek seklai.
"Mungkin klien yang lain, Tante. Secara Dewi itu ...." ucapan Acha yang sinis dan nyolot langsung di hadang oleh Rangga.
"Diam kamu anak baru!! Nerucus aja kayak papan penggilesan. Gak usah ikut campur urusan keluarga orang. Lagi pula, kamu ngapain masih di sini? Cari kost -an atau kontrakan gitu, biar gak ganggu hidup orang lain,' ucap Rangga mulai ketus.
"Rangga!! Kamu ini kenaa?" tanya Mama Rania kasar.
__ADS_1
"Mama malah belain kaleng rombeng kayak gitu? Acha itu benalu di rumah ini!! Dia sengaja tingal di sini lalu meracuni semua orang dengan omongan dia yang tak ada bukti, da merusak rumah tangga Rangga. Karena Acha masih ingin di nikahi oleh Rangga!! Bener kan, Cha? Loe itu emang parasit!!" teriak Rangga mulai emosi.
Acha diam dan tak membantah sedikit pun cercaan Rangga terhadapnya. Ia cukup menjentikkan jarinya dan semua rencana pasti akan terbongkar.
"Rangga!! Cukup. Hentikan ucapan kamu!! Acha itu seperti adik kamu sendiri," ucap Papah Roki yang ikut membela Acha.
Acha tertawa kecut sambil menatap Rangga yang juga sedang menatap kedua matanya tajam.
"Gimana mau tahu urusan istrinya. Kalau istrinya itu hanya Rangga rental untuk satu tahun ke depan saja," ucap Acha tertawa puas.
Mama Rania dan Papah Roki langsung menoleh ke arah Acha dan bengong. Ia tak habis pikir dnegan ucapan Acha yang begitu membuat Rangga marah.
"Diam kamu, Acha!!" teriak Rangga semakin kalap dan hampir sajamenampar gadis yang ada di depannya itu.
"Apa itu benar? Dewi dan kamu hanya melaksanakan pernikahan kontrak saja?" tanya Mama rania pelan.
Rangga mengelengkan kepalanya cepat.
"Gak. Jangan percaya ucapan badut wanita ancol itu. Rangga pastikan, pernikahan Rangga ini adalah pernikahan benar dan bukan hanya sebuah skandal," ucap Rangga kasar.
Rangga langsung pergi begitu saja keluar dari rumah dan menaiki mobil dan menjalankannya tanpa tujuan yang jelas.
__ADS_1
"Arghhh ...." teriak Rangga dengan suara keras sambil memukul setir mobilnya hingga tangannya pun merasakan sakit.
Ia tak pernah menyangka masalahnya ka jadi rumit seperti ini.
"Kenapa sih? Semuanya jadi begini?" teriak Rangga kesal.
Ia tak membawa uang dan tak membawa ponsel.
"Arghh mana bensin habis lagi," ucap Rangga saat melihat bagian tanki bensin sudah mulai berkedip
Dengan cepat ia memutar balik dan masuk ke halaman rumah sakit dimana Atta bekerja. Rencananya ia akan meminjam uang Atta, kakaknya untu membeli bensin dan jalan -jalan malam. Suasana hatinya sedang tidak baik -baik saja.
Rangga masuk ke dalam lobby rumah sakit dan bertany ke bagian informasi untuk menanyakn keberadaan dokter Atta.
Satpam itu menunjukkan ruang kerjanya. Berhubung dokter Atta tidak ada di tempat, mungkin sedang menjalankan tugasnya. Rangga pun berjalan -jalan di sekitar koridor rumah sakit.
Rangga berjalan ke arah ruang VIP, dan menatap koridor yang sangat sepi. Ada satu ruangan yang membuat Rangga tertarik. Ruangan itu sedikit berbeda dengan ruangan VIP lainnya. Rangga berjalan mendekati dan melihat sekilas melalui kaca jendela yang tak di tutup hordengnya karena di biarkan terbuka begitu saja.
Rangga melotot menatap ke dalam. Di sana ada Dewi yang duduk bersebelahan dengan Atta dan mereka nampak akrab sekali tidak seperti kalau sedang di rumah. Sangat berbeda sekali.
Lalu? Gadis belia itu siapa? Pasien khusus yang di ceritakan oleh Atta selama ini. Ketiganya nampak sedang bercanda dan tertawa tanpa beban.
__ADS_1
Siapa dia? Rangga semakin bingung dengan Dewi. Banyak sekali yang di sembunyikan dalam hidup gadis itu.