RENTAL ISTRI

RENTAL ISTRI
BAWA CALON ISTRIMU


__ADS_3

Satu keluarga kecil termasuk Puspa ikut berkumpul di taman belakang. Papa Roki yang sejak tadi duduk bersandar pada bambu gazebo dengan bantal sebagai pengganjal punggung agarvtidak terlalu sakit.


Makanan ringan dan minuman hangat yang di buat oleh Puspa juga sudah di letakkan di meja di dalam gazebo. Puspa berjalan menuju kolam ikan yang terang katena lampu dan bunyi gemericik air terjun buatan yang ada di sekitar dinding kolam.


"Malam dokter Atta," ucap Puspa pelan sambil menatap ikan -ikan di sana sedang menunggu Atta melempar pelet makanan ikan.


Atta menoleh ke arah Puspa yang saat ini duduk di atas bebatuan batu alam yang dingin. Ia menoleh ke arah belakang mencari keberadaan Rangga, adiknya. Ia takut Rangga menjadi salah paham.


"Dewi? Kenapa?" tanya dokter Atta pelan. Pertanyaan singkat itu seharusnya mewakili semua perasaan dokter Atta saat ini.


"Hah? Bening gimana?" tanya Puspa sengaja mengalihkan pembicaraannya.


"Kau tak datang untuk menemuinya?" tanya Atta pelan.


Baru juga Puspa akan menjawab. rangga sudah berada di belakang Puspa. Puspa melihat bayanagn Rangga di air kolam dan mengurungkan niatnya untuk menjawab pertanyaan Atta.


"Wahh ... Terlihat akrab sekali. Kalian sudah kenal sebelumnya?" tanya Rangga mengulang pertanyaan yang sudah di jawab tadi di ruang makan. Rasa cemburunya mengalahkan pikiran logisnya.

__ADS_1


Puspa langsung menoleh ke arah Rangga. Gadis itu berdiri dan menatap lekat Rngga.


"Kamu kenapa sih, Mas? dari tadi ucapan kamu itu gak enak, di dengar< 'ucap Pusa kesal.


Puspa langsung pergi ke arah gazebo dan duduk di samping Mama Rania yang sedang berbincang dengan suaminya.


"Mas Rico kenal sama Puspa?" tanay Rangga pelan.


"Kamu cemburu?" tanya Rico pelan menatap lekat mata Rangga.


Sebenarnya, Rangga tidak cemburu, toh mereka bukan sepasang kekasih sungguhan. Lebih menjaga aib yang sedang di tutupi saja. Mereka sudah berencana menikah, dan ternyata Rico tahu, aklau Puspa hanya istri yang di rentalnya dari biro jasa rental istri.


"Kamu cemburu?" tanya Rico mengulang kembali.


"Arghh ...." teriak Rangga kesal dan berbalik badan kembali ke gazebo.


Papa Roki, Mama Rania dan Puspa sudah terlihat sangat akrab. Tentu Mama rania tidak akan mengulur waktu untuk memperkenalkan Puspa kepada Neneknya dan mereka berdua segera di nikahkan.

__ADS_1


"Heii, Rangga ... Besok kita mau ke rumah Nenek. Puspa juga sudah setuju, jika kalian menginap dua atau tiga hari. Setelah itu, kalian persiapkan pernikahan kalian," ucap Mama Rania pelan.


"Pernikahan? Secepat itu Ma?" tanya Puspa yang agak kaget.


Rangga langsung mencubit Puspa hingga Puspa iku menoleh ke arah Rangga.


"Kamu ini kenapa, Sayang? Bedanya minggu depan sama bulan depan apa? Kita sama -sama menuju pelaminan dan punya tujuan yang baik dalam hubungan ini agar gak terlalu lama pacaran juga," ucap Rangga mulai memberikan penjelasan.


Atta sudah duduk dan mencicipi aci goreng buatan Puspa. Gadis itu memang sangat sempurna, hatinya tak pernah salah memilih. Sama seperti dulu ia memilih jurusan kedokteran yang sempat menjadi perdebatan kedua orang tuanya, namun Atta berhasil menunjukkan bahwa ia mampu dan sukses dengan apa yang ia impikan.


"Mungkin Puspa belum siap," jawb Atta santai.


Rangga langsung menoleh ke arah Atta dan melotot.


"Coba, besok Mas bawa itu perempuan pilihan Mas, yang katanya sangat sempurna di mata Mas. Rangga mau lihat kay apa sih, tipe spek idamannya Mas Rico," ucap Rangga ikut nyinyir dnegan kesal.


"Mas Rico, bawa calon istrimu besok. Kita makan malam di luar ya? Kalau memang sudah cocok, boleh di percepat juga," ucap Mama Rania pelan.

__ADS_1


Ucapan Mama Rania membuat Rico tersedak oleh aci goreng. Ia terbatuk -batuk, hingga Puspa yang selalu responsif pun memberikan gelas minuman kepada Rico.


"Ini minumannya dok," ucap Puspa pelan dan membuat semua orang di situ menatap Puspa dan Rico secara bergantian termasuk Rangga.


__ADS_2