
Tidak ada salahnya semua di buka mulai saat ini, agar Rangga tahu alasan Dewi dulu meninggalkannya.
Cukup sudah Dewi menyembunyikan semuanya. Kalau memang mereka tak pernah berjodoh tak apa. Sejak awal keputusan Dewi sudah bulat.
"Aku pergi karena saat itu Bening sakit. Ayahku sudah meninggal. Ibuku juga sakit parah. Tak ada yang bisa menjamin biaya hidup dan biaya berobat untuk Ibu dan Bening. Aku mencoba mencari pekerjaan melalui salah satu situs online dan bertemulah aku dengan situs rental hubungan. Saat itu aku harus berpura -pura menjadi istri simpanan salah seorang CEO yang sudah berumur. Waktuku hanya tiga bulan saja sampai ia bisa menemukan anak kandungnya. Setelah menemukannya, tugasku selesai. Kami tidak menikah seperti yang kita lakukan. Semua sudah di persiapkan dengan baik. Saat itu aku butuh uang banyak selain untuk Bening dan Ibu yang saat itu koma sama persis seperti ini kejadiannya. Makanya aku gak mau lepas mengawasi Bening. Kalau kamu keberatan dengan situasi ini. Lebih baik ceraikan aku, menikahlah dengan Acha. Kalian berjodoh dan sangat cocok sekali. Tapi, kamu jangan pernah meminta uang kamu kembali. Karena uang itu sudah habis untuk biaya pengobatan Bening" ucap Dewi pelan.
Kedua matanya telah basah dan memerah. Air matanya sudah menetes di pipinya yang mulus. Dewi sudah tak tahan menyimpan semuanya sendiri. Terlalu berat dan terlalu sulit.
Rangga melirik ke arah Dewi. Saat itu juga Dewi menunduk berusaha menutupi rasa sedihnya yang saat ini melingkupi hatinya.
__ADS_1
Tangan Rangga menggenggam tangan Dewi erat. Rangga tidak pernah tahu soal itu. Rangga hanya kesal saat itu ia di tinggal dan di putuskan pas Rangga sedang sayang -sayangnya dengan Dewi.
Dewi sesegukan. Tubuhnya bergetar pelan. Ia menahan sesak di dadanya. Dewi melepaskan genggaman erat tangan Rangga pada tangannya lalu menghapus air mata di pipinya denagn asal. Dewi tidak ingin terlihat lemah. Dewi tidak ingin di kasihani karena keadaannya. Dewi hanya ingin di kenal sebagai wanita ramah, baik dan mudah bergaul dengan sejuta pesona yang membuat kaum adam jatuh hati padanya.
Banyak kaum adam sering salah paham dengan kebaikan Dewi dan kedekaran mereka. Dewi single dengan status jomblo membuat dirinya lebih bebas dan santai tanpa ada aturan dari pasangan yang biasa mengekang karena sikap posesif.
Dewi bangkit berdiri dan berjalan menatap ke arah kaca besar untuk melihat Bening yang masih menutup kedua matanya.
Rangga sudah berdiri di belakang Dewi. Ikut menatap Bening yang terkulai lemas tak berdaya di ranjang ruang ICU. Semua selang sebagai alat bantu sudah terpasang di beberapa bagian tubuhnya.
__ADS_1
"Kita akan sembuhkan Bening bersama. Jangan ada lagi kebohongan. Jangan ada lagi yang kamu sembunyikan dari aku, Dewi," ucap Rangga pelan.
Tangan Rangga mengulur ke depan pinggang Dewi. Lalu menempelkan tubuh bagian depan pada punggung Dewi dengan rapat. Rangga hanya ingin membuat tenang dan memberi kenyamanan untuk Dewi. Rangga berharap setelah ini hubungan mereka tetap baik -baik saja. Atau malah bisa di ulang kembali masa -masa indah dulu.
Dewi terdiam. Ia kaget saat Rangga memeluknya dengan erat. Pelukan itu begitu tukus dan penuj rasa sayang.
"Nyaman sekali rasanya. Andaikan benar ini hubungan yang sungguhan. Tentu aku sangat bahagia sekali," batin Dewi di dalam hatinya.
Dagu Rangga melekat pada bahu Dewi. Tubuh Dewi bergetar hebat. Ia begitu merinding dan berdesir di beberapa bahian tubuhnya.
__ADS_1
"Hah ... Jangan sampai aku terjebak pada masalah cinta yang tak pernah berujung ini," batin Dewi di dalam hatinya.
Dewi hanya menikmati semuanya. Ia berharap semuanya tidak berakhir sia -sia.