RENTAL ISTRI

RENTAL ISTRI
MAAF


__ADS_3

Keduanya sudah lelah dan tertidur pulas hingga pagi hari. Rangga dan Dewi tertidur dengan tubuh yang masih polos. Keduanya saling mendekap dan berpelukan satu sama lain dan tak terlepaskan.


Sinar mentari mulai menyorot masuk ke dalam kamar dan mulai menyilaukan tepat di kedua mata Rangga. Udara di dalam kamar masih sejuk karena pendingin ruangan


Kedua mata Rangga perlahan mulai membuka dan mengerjap pelan. Dewi masih berada dalam pelukannya dan masih tenang dalam tidur nyenyaknya.


Rangga meletakkan kepala Dewi di bantal yang empuk dan tubuh polos Dewi di tutupi oleh selimut tebal. Kedua kakinya turun dan mengambil piyama handuk yang ada di lantai dan di pakainya dengan asal.


Kedua kaki Rangga melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, Rangga menuju dapur bersih untuk membuat sesuatu yang spesial untuk ia nikmati bersama dengan Dewi di waktu liburan ini.


"Apa yang akan aku masak pagi ini," ucap Rangga sambil membuka kulkas dan memilih bahan makanan.


Rangga tertarik dengan satu kotak sphagetti dengan campuran udang, sepertinya akan lebih terada nikmat.

__ADS_1


Tak hanya itu, Rangga juga membuat susu putih low fat kegemaran Dewi sejak masa pacaran dulu.


Liburan kali ini memang bertujuan untuk menyembuhkan depresi Dewi karena kehilangan Bening. Selain itu, Rangga ingin menyudahi kontrak pernikahannya dengan Dewi sebagai istri rentalnya selama ini. Rangga ingin lebih serius pada Dewi dalam hubungan ini.


"Argh!! Rangga!!" teriak Dewi dari arahbkamar dengan keras dan begitu histeris.


Rangga langsung mengangkat makanannya yang sudah matang dan meletakkan di meja makan. Ia bergegas lari menuju kamarnya.


Rangga masuk ke dalam dan Dewi sudah nampak sedang menangis tersedu.


Saat itu Dewi terduduk di atas kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


Rangga menghampiri Dewi dan memegang punggung Dewi.

__ADS_1


"Lepas. Gak usah sentuh aku lagi, Rangga!!" ucap Dewi dengan suara keras dan kasar. Tubuhnya juga berontak saat Rangga akan menyentuhnya.


"Wi ... Kamu kenapa?" tanya Rangga tak tahu apa salahnya.


"Apa yang kamu lakukan sama aku, Ngga?! Apa?! Kenapa kamu jahat sama aku!!" ucap Dewi ketus.


"Aku? Berbuat apa? Bukankah kita sama -sama mau? Bukankah kamu yang meminta?" ucap Rangga tak mau kalah dab tak mau di salahkan karena memang kenyataannya begitu. Dewi yang meminta di sentuh. Andaikan saja kejadian malam tadi di rekam maka Rangga memiliki bukti kalau ia tidak bersalah saat menyentuh Dewi.


"Aku? Gak mungkin aku meminta hal itu. Kita ini cuma menikah pura -pura, Rangga!! Gak mungkin aku sebodoh itu!! Aku tidak mau hamil tanpa ada suami dan ayah untuk anakku nanti. Aku gak gila!!" teriak Dewi keras.


"Aku gak bilang kamu gila. Aku gak bilang, aku gak akan mau tanggung jawab atas perbuatan kita berdua. Kita batalkan kontraknya dan hanya tersisa pernikahan saja," ucap Rangga serius.


"Gak. Aku gak mau!! Hah!! Kenapa harus terjadi sih semua ini," ucap Dewi kesal.

__ADS_1


Dewi mencoba berdiri dan mengambil handuk di lantai bawah lalu di lilitkan ke tubuhnya. Sprei di kasur itu sudah bernoda merah. Dewi hanya melihat saja dan langsung masuk le daalm kamar mandi dengan perlahan karena bagian pahanya begitu sakit dan nyeri.


"Dewi ...." pamggil Rangga.


__ADS_2