RENTAL ISTRI

RENTAL ISTRI
RANGGA MULAI NAKAL


__ADS_3

Satu jam kemudian ...


Tok ... tok ... tok ...


"Wi ... Dewi ...." panggil Rangga dengan suara pelan sambil mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali.


Dewi hanya menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Ia sudah mengunci pintu kamar mandi itu. Jadi setidaknya aman sekali berada di dalam kamar mandi ini.


Dewi masih merutuki kebodohannya karena dengan mudahnya telah kehilangan kegadisannya begitu saja.


"Kok bisa sih? Sampai begitu? Jangan -jangan Rangga yang sudah merencanakan ini semua," batin Dewi makin menuduh Rangga yang tidak -tidak tanpa bukti kuat.


Suara ketukan itu makin keras karena Dewi tak menjawab. Lalu suara iru menghilang. Dewi kembali memejamkan kedua matanya dan tetap merasakan enak di tubuhnya terendam air hangat dengan aroma mint itu.


Tiba -tiba ...

__ADS_1


Brak!!!


Suara keras pintu kamar mandi di dobrak dengan paksa. Pintu kamar mandi itu langsung terbuka membuat Rangga tetekjut saat melihat Dewi menatap tajam ke arahnya.


"Mau apa kamu!!" teriak Dewi kaget bercampur kesal.


"Aku hanya memastikan kamu baik -baik saja. Aku takut kamu kenapa -kenapa, Wi. Kamu di panggil juga bukannya jawab malah diem aja. Aku kan khawatir," cicit Rangga merasa cemas.


"Cih ... Keluar sekarang!! Aku muak lihat kamu, Ngga!!" teriak Dewi makin emosi.


"Oke aku pergi," jawab Rangga pilih mengalah pergi dati kamar mandi dan menutup pintu yang sudah rusak katena di dobrak paksa tadi. Sepertinya pintu itu tidak dapat di kunci kembali dari dalam karena selotnya terlepas.


Tubuhnya di guyur dengan air shower yang hangat untuk membersihkan sisa busa sabun yang masih menempel di punhgung dan bahunya. Setidaknya memang tubuhnya terada enteng dan rileks. Hanya di bagian intimnya masih terasa perih.


Setelah selesai, Dewi hanya melilitkan tubuhnya dengan handuk seperti tadi. Ini juga sudah biasa ia lakukan di rumah jika berada di kamar. Tapi tak sekali pun Rangga iseng lada dirinya.

__ADS_1


Dewi keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian. Aroma wangi sphagetti membuat Dewi melirik ke arah makanan yang sudah ada di atas meja dan Rangga sedang asik bermain game melalui ponselnya.


Rangga melirik sekilas ke arah Dewi yang berjalan membelakangi dirinya dan berdiri di depan lari untuk mengambil pakaian.


Dengan santainya Dewi sengaja membuka lilitan handuk yang ada di tubuhnya dan di jatuhkan begitu saja ke lantai bawah. Sudah tentu Rangga puas menatap tubuh polos Dewi dari arah belakang.


Bentuk tubuh yang nyaris sempurna bagai biola. Kulit Dewi yang berwarna sawo matang namun bersih dan mulus itu semakin membuat Rangga kembali bergairah.


Rangga masih penasaran dengan permainan bercinta tadi malam. Mallum baru kali itu ia melakukannya jadi ada rasa ingin lagi dan lagi. Rasa penasaran dan candu itu bercampur menjadi satu sampai terucap kata 'aku ingin mengulangnya kembali kejadian tadi malam.'


Berulang kali, Rangga menelan air liurnya dengan dalam. Tak kuat melihat pemandangan indah di depannya. Bokong bulat dan sangat simetris sekali. Rangga sudah tak kuat.


Rangga berjalan berjingkat dan saat ini berdiri di belakang Dewi. Tangannya mulai gatal ingin menyentuh Dewi. Biar bagaimana pun Dewi tetap istrinya.


"Wi ...." panggil Rangga yang sudah berdiri di belakang Dewi.

__ADS_1


Kedua mata Dewi melotot menatap lemari. Ia tidak tahu ada Rangga di sana.


Deg ...


__ADS_2