
"Udahlah Cin. Berenti ngomel-ngomelnya. Dari tadi ngomel mulu ngga capek apa lo?" Dita yang sedang fokus menyetir sesekali menggaruk daun telinganya
Sepanjang perjalanan pulang, Cindy tidak berhenti mengomeli hal memalukan yang dilakukan oleh sahabatnya tadi. Bisa-bisanya ia mengira akan pergi bersama Arsya. Sedangkan di kursi belakang, Bi Imah hanya tertawa melihat kedua gadis itu terus beradu mulut
"Oh ia Neng? Mas Jeffri tadi marah ya?" tiba-tiba Bi Imah bersuara hingga membuat keduanya terkejut dan menghentikan keributan mereka lalu menoleh ke belakang bersamaan sebelum akhirnya keduanya saling bertatapan
"Hmmm. Ngga kok Bi. Jeffri cuma kaget karna ini tiba-tiba aja" Cindy menfokuskan dirinya ke depan
"Neng ngga apa-apa kan?"
Cindy menoleh sekilas. Tersenyum lalu menggeleng "Ngga apa-apa Bi. Bibi tenang aja"
"Syukurlah. Semoga Mas Jeffri bisa mengerti keadaan Neng"
Cindy tidak lagi menjawab. Tatapannya menerawang ke depan. Ia baru teringat, bagaimana marahnya Jeffri tadi saat mengetahui dirinya akan menikah. Perlahan menghela napas lalu memalingkan wajahnya ke luar jendela
"Eh, gaun pengantin lo nanti warna apa? Biar gue beli gaun yang warnanya sama kayak lo" cetus Dita tiba-tiba dengan heboh hingga membuat Cindy menoleh
"Apaan sih? Ngga usah berlebihan deh" ketus Cindy yang langsung cemberut
"Lho? Berlebihan apanya? Ini sahabat gue yang mau nikah. Masa gue ngga nyiapin apa-apa. Ya minimal warna gaun kita harus sama" Dita tidak mau kalah
"Tanyain aja sana sama Mamanya Kak Arsya. Emang gue tau apa tentang itu" Cindy semakin mengerucutkan bibirnya "Lagian gue kesal banget sama Kak Arsya. Emang dikiranya dia bakal nikah sendiri apa? Mana gue ngga boleh milih dekorasi pernikahan gue sendiri? Ya walaupun kepaksa, tapi kan ngga gini juga dong" omelannya kembali terdengar hingga membuat Dita dan Bi Imah tertawa
"Salah lo juga. Ngapain ngga ngomong jujur coba tadi? Padahal Mamanya Kak Arsya udah nanyain tuh. Eh malah lo ngga jujur" seru Dita yang terus tertawa
"Lo ngga liat apa matanya si Kak Arsya yang segede biji salak itu terus melototin gue? Pengen banget gue picek-picek tuh orang" Cindy memperagakan tangannya dengan kesal
Dita dan Bi Imah benar-benar tertawa terbahak-bahak. Mereka seperti melihat Cindy yang dulu sudah kembali setelah beberapa minggu lalu ia terus terpuruk setelah ditinggal pergi orangtuanya untuk selamanya
***
Cindy duduk di pinggir tempat tidur sambil memegang ponselnya. Menggigit pelan bibir bawahnya dengan perasaan campur aduk.
"Apa gue telpon Jeffri duluan ya?" berusaha mengumpulkan keberanian untuk menghubungi sahabatnya yang tengah marah padanya itu
"Aaahhhhh" ia meletakkan dengan keras ponselnya di atas nakas setelah tidak punya banyak keberanian untuk menghubungi Jeffri
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia buru-buru meraihnya. 1 pesan masuk dari Dita
"Gue udah coba ngomong baik-baik ke Jeffri kok. Dan lo tenang aja. Dia ngga akan marah lagi ke lo. Jadi sekarang lo tidur. Ngga usah nunggu kabar atau ngehubungi Jeff dulu. Dia cuma perlu waktu untuk berpikir. Besok dia pasti udah balik lagi. Tidur sana, ngga usah sok kuat begadang lo. Sakit ntar baru tau rasa. Bye"
Setelah membaca pesan dari Dita. Cindy menghela napas lega. Kemudian membalas pesan Dita
"Thanks Mydi"
"Akhirnya" ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah meletakkan kembali ponselnya
__ADS_1
Menatap langit-langit kamarnya dengan hembusan napas. Tersenyum hambar saat bayangan kedua orangtuanya terlihat disana. Bahkan senyuman mereka sangat tulus padanya
"Mami? Papi? Aku kangen" bulir kristal sudah membendung bola matanya "Kenapa kalian cuma senyum-senyum gitu? Kalian senang aku bentar lagi nikah?" rancunya dengan wajah yang menggemaskan "Aku kangen tau. Kangen banget"
Cindy terus mengajak bayangan kedua orangtuanya untuk mengobrol menemaninya bercerita hingga terlelap karna kelelahan
***
"Pagi Bi"
Bi Imah yang sedang menata sarapan pagi di meja makan langsung menoleh dengan cepat karna terkejut. Sudah lama ia tidak mendengar suara melengking dari Nona mudanya
"Hati-hati Neng" tegur Bi Imah dengan tersenyum senang saat melihat Cindy berlari-larian kecil dari lantai atas
Cindy menyengir dan langsung duduk "Wah..... Roti coklat" ia dengan semangat memakan sarapannya
Bi Imah sangat senang melihat Cindy sudah seperti dulu. Bahkan ia berpikir, itu karna akan menikah dengan Arsya. Namun ia tidak berani mengatakan apapun
"Bi? Aku berangkat ke kampus dulu yah"
Cindy berpamitan setelah menyelesaikan sarapannya. Suasana hatinya di pagi ini benar-benar bagus. Bahkan tidak berhenti bersenandung selama di perjalanan
Ponselnya berdering di dalam tas. Berhenti lalu ia meraih ponselnya dan melihat nama kontak yang tertera. Tersenyum lalu menjawabnya
"Halo. Cin, jem........"
"What? Serius? Wah, baik banget lo. Tau aja"
"Cepetan. Sebelum gue berubah pikiran"
Pintu mobilnya terbuka "Padahal baru aja gue mau nyuruh lo jemput gue"
"Udah tau" jawab Cindy lalu melajukan kendaraannya
Dita melihat Cindy dengan mengernyit "Lo baik-baik aja kan?" tanyanya setelah melihat sahabatnya bersenandung
Cindy menoleh sejenak "Baik. Emang lo ngeliatnya gue kenapa coba?"
"Ya.... Ngga apa-apa sih" Dita menggaruk kepalanya dengan ragu
"Udahlah ngga usah bawel. Mau lo gue turunin di jalan?"
"Hah? Gila kali lo. Makin jahat aja lo sama gue" seru Dita dan itu justru membuat Cindy tertawa lepas
Meskipun sedikit kesal. Tapi Dita tampaknya ikut senang. Sudah lama ia tidak melihat tawa lepas sahabatnya. Bahkan, sikap sahabatnya itupun sudah kembali seperti dulu. Sebelum kedua orangtuanya meninggal
Cindy memarkirkan kendaraannya di depan Fakultas. Mereka berdua keluar dari mobil dengan tertawa riang setelah bersenda gurau selama di perjalanan
__ADS_1
"Ayo masuk Lomba yuk? Yang kalah suka sama Kang Parman" seru Cindy yang langsung berlari masuk duluan
"Apa? Woyyy. Kurang aja lo" teriak Dita.
Kang Parman yang dimaksud Cindy adalah penjaga kebun halaman rumah Dita. Cindy terus berlarian lebih dulu sambil tertawa. Tiba-tiba dirinya menabrak tubuh seseorang hingga hampir terjatuh
"Maaf" ia meminta maaf sebelum melihat siapa yang ia tabrak
"Jeff?" Dita datang menghampiri mereka
Mendengar nama itu. Cindy langsung mendongak. Dan benar saja. Ia melihat Jeffri tengah menatap diam dirinya. Menggigit bibirnya kuat-kuat. Perlahan menunduk karna takut jika Jeffri masih marah padanya
Sejenak Jeffri menoleh pada Dita yang mengangguk padanya. Lalu tersenyum, Jeffri merangkul pundak Cindy "Ayo ke kelas bareng"
Cindy yang terkejut langsung mendongak dan melihat senyum tulus dari laki-laki yang selalu membuat harinya senang
"Ayo. Malah bengong" Jeffri menyentil kening gadis itu
Cindy tersenyum memamerkan giginya yang rata "Ayo" ia senang karna Jeffri tidak marah padanya
"Ohhh gitu yah? Gue sekarang udah dilupain?" Dita berkacak pinggang setelah kedua sahabatnya hampir meninggalkan dirinya
Jeffri dan Cindy saling menoleh lalu akhirnya tertawa "Ayo" Jeffri pun merangkul pundak Dita lalu berjalan bersama
Mereka bersenda gurau seperti biasa. Tiba-tiba langkah mereka terhenti setelah melihat Arsya bersama teman lainnya duduk di depan kursi panjang. Mata Arsya dan Cindy saling tertaut. Arsya melihat tangan Jeffri di pundak Cindy. Namun alih-alih Jeffri melepasnya, ia malah semakin mengeratkannya hingga membuat Cindy menggigit bibir bawahnya
"Hai Cindy" sapa Jendris dengan menghampiri ketiganya
Cindy tersenyum hambar "Hmm. Hai juga kak"
"Mau kemana?" Jendris berbasa-basi dengan Cindy
"Hmm.... Aku...."
"Ayo" Jeffri memotong pembicaraan mereka dengan langsung menarik kedua gadis itu pergi
"Ngga sopan banget lo" teriak Jendris namun tidak digubris oleh ketiganya
"Pura-pura ngga dengar" bisik Jeffri hingga membuat Cindy dan Dita menahan tawa "Enak ya gini. Punya dua teman cewek, serasa punya dua istri" ledeknya
"Itu sih mau lo" Cindy melepas rangkulan Jeffri dan menarik tangan Dita "Ayo, tinggalin dia" keduanya berlari sambil tertawa meninggalkan Jeffri yang mengejar mereka
Dan jelas saja. Semua itu disaksikan oleh Arsya. Laki-laki itu menatap sinis dan beranjak pergi disana
"Mau kemana lo? Sya? Arsya?" Jendris memanggil-manggil nama Arsya namun tidak dihiraukan
"Kenapa lagi sih tuh anak?"
__ADS_1
......JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KASIH SEMANGATNYA 😅😅😅 UDAH KEK YOUTUBER YAH. SALAM HANGAT BUAT KALIAN SEMUA 😍😍😍......