
Cindy yang terkejut membulatkan kedua matanya "Aku bisa tidur sendiri kak" ia berusaha melepaskan diri
"Ngga. Sekarang cepat tidur. Mau ngebantah perkataan suami?" ia menatap wajah Cindy
Cindy menggeleng "Ya udah. Aku tidur" ia mengalah dan meringsut meletakkan kepalanya di dada milik Arsya
Tak butuh waktu lama. Cindy benar-benar sudah terlelap. Arsya menoleh ke bawah dan mendapati Cindy sudah tertidur dengan nyenyak. Ia mengelus pipi wanita itu
"Gue janji ngga akan ninggalin Lo"
***
Kedua mata Cindy perlahan mengernyit. Sedikit silau dari sinar matahari yang masuk melalui celah gorden berhasil membuatnya terbangun
Namun sekujur tubuhnya terasa berat. Perlahan Cindy menelan salivanya lalu membuka lebar kedua matanya meski masih terasa berat
Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati wajah Arsya tepat di depan wajahnya. Mulutnya seketika membungkam. Deru napasnya seakan ingin terhenti saat itu juga
Cindy membekap mulutnya agar tidak berteriak hingga membangunkan laki-laki itu. Perlahan ia mengangkat tangan Arsya yang melingkar di pinggangnya. Dengan hati-hati ia masuk ke dalam kamar mandi
"Hah.... Astagaaaa... Apa yang terjadi?" Cindy memegang dadanya, disana debaran jantungnya begitu terasa
Ia berusaha mengingat kejadian semalam. Setelah berhasil mengingatnya, ia pun membulatkan kedua matanya dan meruntuki dirinya sendiri yang mengatakan hal-hal aneh pada Arsya
"Astaga... Bego banget sih gue" ia memukul pelan kepalanya
"Duh, gimana nih? Kalau sampai dia kege'eran gimana coba? Ampun deh gue. Bisa-bisanya gue ngomong gitu"
Setelah meruntuki dirinya berkali-kali, ia berusaha menenangkan diri. Menyiram kepalanya untuk menyegarkan kembali pikirannya.
Setelah membasuh seluruh tubuhnya, ia pun kembali keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian setelah melihat Arsya masih belum bangun dari tidurnya
Setelah memakai pakaiannya, Cindy mendekati Arsya yang masih tidak bergeming dari tidurnya. Sepertinya lelaki itu begitu nyeyak dalam tidurnya sejak semalam. Namun mau tidak mau, Cindy tetap harus membangunkannya
"Kak?" Cindy menyentuh lengan Arsya pelan "Bangun kak? Hari ini ngga ada kuliah?" tanyanya dengan pelan
Arsya menggeliat dengan mata yang masih tertutup "Jam berapa sekarang?"
Cindy melihat jam di ponselnya "Dikit lagi jam tujuh kak"
"Kelas Lo jam berapa?" Arsya yang masih terlihat mengantuk berusaha untuk duduk setelah mengumpulkan nyawanya
"Setengah sembilan"
Arsya mengangguk "Gue siap-siap dulu" ia pun meraih handuk dan masuk ke dalam kamar mandi
"Aku tunggu dibawah ya kak?" teriak Cindy sebelum Arsya masuk ke dalam kamar mandi
Arsya pun hanya mengangguk. Cindy pun keluar dari kamar dan turun menemui Bi Imah yang sudah pasti begitu repot di dapur seorang diri
"Pagi Bi?" sapa Cindy yang ikut bergabung bersama Bi Imah di dapur
"Pagi Neng. Sarapannya sudah Bibi siapin di meja yah Neng"
__ADS_1
"Lho? Udah selesai ternyata Bibi buat sarapannya?"
"Udah Neng. Ini tinggal beres-beres yang lain aja. Neng ke meja makan aja. Oh ia, Mas Arsya mana?"
"Baru mandi Bi. Nanti juga turun kok. Sambil nunggu Kak Arsya, aku bantuin Bibi dulu aja deh. Apa yang bisa aku bantu Bi?"
"Ngga usah Neng. Inimah pekerjaan Bibi"
"Ya ngga apa-apa lah Bi. Aku kan juga harus bisa ngerjain pekerjaan rumah sendiri"
Bi Imah tersenyum "Ya udah kalau Neng maksa. Hmm.. Neng kalau gitu cuci piring dulu aja yah. Soalnya bekas masak tadi belum Bibi cuci"
Cindy tersenyum mengangguk "Siap Bi"
Dengan telaten, Cindy mulai mencuci piring sambil bersenda gurau dengan Bi Imah. Sesekali tawa keduanya memecah keheningan rumah tersebut
Tanpa keduanya sadari, Arsya sudah berdiri di depan meja makan menyaksikan mereka tengah tertawa bersama
"Ehhem" sengaja Arsya berdehem untuk membuat keduanya menyadari keberadaannya
Benar saja, Cindy dan Bi Imah langsung menoleh ke belakang. Arsya masih berdiri di depan meja dengan pakaian yang sudah lengkap
"Pagi Mas" sapa Bi Imah dengan sopan
"Pagi Bi" sapa balik Arsya
"Ayo Neng sarapan dulu. Mumpung Mas Arsya nya sudah turun" perintah Bi Imah dengan lembut
"Ayo kak, sarapan dulu" ajak Cindy yang duduk terlebih dahulu
Arsya pun mengikut. Ia menikmati sarapan tersebut tanpa terburu-buru. Cindy melirik Arsya sejenak dan kembali membayangkan ucapannya semalam kepada lelaki itu. Merasa bodoh karena sudah mengatakannya
"Kalau sudah, gue tunggu di mobil" tanpa menunggu jawaban, Arsya terlebih dahulu keluar setelah menyelesaikan sarapannya
Cindy hanya diam saja menyaksikan Arsya berlalu dari hadapannya. Menghela napas berat. Namun setidaknya lega, karna lelaki itu sepertinya masih terlihat seperti biasa. Cuek dan datar
"Bi, aku pamit ke kampus dulu yah?" Cindy berpamitan kepada Bi Imah dan langsung menemui Arsya di mobil
"Pake seatbelt nya" ujar Arsya yang membuat Cindy menoleh sejenak lalu mengikuti arahannya untuk memakai seatbelt
Setelahnya, Arsya melajukan kendaraannya menuju kampus dengan kecepatan sedang. Alunan musik menemani keduanya dalam kesunyian
"Pulangnya jam berapa?" tiba-tiba Arsya memecah keheningan Cindy
"Hmm?" Cindy menoleh "Hmm. Kayaknya agak sorean sih" jawabnya
"Jam berapa?" tanya kembali Arsya
"Jam empat kayaknya" Cindy menggaruk pelipisnya
"Pulang kuliah jangan kemana-mana. Tunggu gue di parkiran. Nanti gue jemput"
Kening Cindy berkerut "Emang kamu ngga ada kelas?"
__ADS_1
Arsya melirik sejenak lalu menggeleng hingga membuat Cindy ternganga dibuatnya
"Kenapa ngga bilang dari tadi?" geram Cindy yang menoleh pada Arsya
Kembali Arsya hanya melirik sekilas "Kenapa?"
"Kenapa apanya? Tau gitu kan aku ngga usah bangunin kamu tadi? Aku mikirnya kamu ada kelas juga hari ini"
Arsya terlihat biasa saja hingga membuat Cindy menggerutu kesal dibuatnya. Ia jadi merasa bersalah karna sudah membangun lelaki itu yang padahal bisa saja berada di rumah untuk beristirahat
"Jangan lupa. Pulang kuliah jangan kemana-mana. Tunggu gue jemput" kembali Arsya mengingatkan Cindy
"Ngga usah deh kak. Aku bisa nebeng sama Dita kok" tolak Cindy yang merasa tidak enak
"Ngga usah. Biar gue yang jemput" tukas Arsya tanpa menoleh sama sekali
"Tapi kak. Aku bis......" ucapan Cindy terhenti tatkala melihat tatapan Arsya menghunus padanya "Ia ia. Aku tunggu di depan aja. Ngga usah masuk ke parkiran" lanjutnya dengan mengalah
"Kak? Mau langsung pulang ke rumah?" tanya Cindy sebelum sampai ke tempat tujuannya
Tanpa menolah, Arsya menggeleng "Gue ada janji sama anak-anak" jawabnya
"Kalau gitu ngga usah nganterin aku masuk sampai parkiran. Depan gerbang aja" usul Cindy dengan mata berbinar-binar
"Lo lebih milih jalan beratus-ratus meter sampai ke Fakultas?"
Cindy mengangguk sempurna. Berharap Arsya menerima tawarannya. Ngga apa-apa jalan kaki sampai ke Fakultas menurutnya, yang penting orang-orang di Fakultasnya ngga ada yang lihat
Namun sepertinya Arsya tidak menerima permintaan Cindy. Terbukti dengan laju mobilnya tetap mengarah menuju Fakultas dimana mereka berada
Tentu saja hal itu membuat Cindy mencebikkan bibirnya. Setelah sampai, ia pun turun tanpa berpamitan.
"Ingat. Tunggu gue disini setelah pulang nanti" Arsya kembali mengingatkan Cindy setelah wanita itu turun dari mobilnya
"Ia ia. Aku ingat" geram Cindy yang seakan mengusir Arsya menggunakan tangannya hingga membuat laki-laki itu menggelengkan kepalanya
Setelah mobil Arsya tidak terlihat lagi, Cindy pun bergegas masuk ke Fakultasnya dan menuju kelasnya. Sepanjang jalan, banyak pasang mata mengarah padanya. Hal itu membuat Cindy bingung namun tetap berusaha terlihat santai
Saat Cindy masuk ke dalam kelas, tampak semua pasang mata pun mengarah padanya hingga membuatnya semakin kebingungan. Ia mendekati Dita yang sudah terlebih dahulu disana
"Dit? Kok orang-orang jadi pada ngeliatin gue yah? Apa cuma pikiran gue aja?" Cindy berbisik kepada Dita
Dita pun menggeleng "Ini bukan sekedar pikiran Lo aja. Tapi emang sekarang, Lo jadi pusat perhatian semua orang di Fakultas kita"
Cindy semakin kebingungan "Maksud Lo apa?"
Dita meletakkan ponselnya di depan wajah Cindy hingga membuat wanita itu membelalakkan kedua bola matanya dengan sempurna
"Apa-apaan ini?" Cindy meraih ponsel Dita dengan cepat "Siapa yang nyebarin berita ini?"
...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAH GUYS. VOTE JUGA KALAU KALIAN SUKA SAMA NOVEL INI. MAKASIIHHH 😍😍😍...
...****************...
__ADS_1