
"Jangan terlalu menekan Cindy" Arsya menegur keluarganya karna merasa tidak enak pada Cindy yang memilih diam saja
"Sayang. Mama ngga nekan kamu kok" Kanya mengelus kepala menantunya "Mama cuma berharap kamu sama Arsya bisa menghabiskan waktu berdua lebih banyak lagi. Dan bulan madu ini adalah langkah yang tepat. Terlebih kalian saat ini juga sedang dalam masa libur. Jadi apa salahnya kalau kalian berbulan madu?"
Cindy tersenyum mendengar penuturan mertuanya "Ngga apa-apa kok Ma. Aku ngerti maksud kalian"
"Berarti Lo mau dong bulan madunya?" celetuk Arin tiba-tiba
Arsya seketika merasa geram kembali "Arinnnnnnn"
Arin hanya menyengir bagai kuda tanpa rasa bersalah sama sekali. Karna niatnya memang ingin segera memiliki keponakan sendiri sekaligus bercanda pada kakak iparnya itu
***
Hubungan Arsya maupun Cindy pun kini terlihat lebih membaik. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama. Entah jalan berdua mengunjungi beberapa tempat wisata, ataupun sering nongkrong bersama teman-teman Arsya
Arsya selalu memberitahu Cindy kemana pun dia berada. Pun sebaliknya, Cindy selalu memberitahu Arsya keberadaannya saat itu
Sama seperti siang itu, ketika Cindy tengah berada di kafe bersama Dita juga Jeffri. Arsya menanyakan keberadaannya
"Chattingan sama siapa sih Lo? Sibuk banget dari tadi?!" tegur Dita
"Bentar-bentar. Kak Arsya nanya gue dimana" jawab Cindy yang masih sibuk dengan gawainya
"Ngapain dia nanya?" nada suara Jeffri seperti tidak suka
Dita dan Cindy menoleh bersamaan "Lo lupa kalau dia suami gue?" cetus Cindy dengan suara pelan
Jeffri mendesah "Sejak kapan Lo mulai akrab sama dia?"
"Udahlah Jeff. Ngga usah ngerusak suasana. Ya kan bagus kalau Cindy sama Kak Arsya sekarang udah mulai akrab? Artinya hubungan mereka sekarang udah membaik" celetuk Dita untuk menjadi penengah
"Hu'um benar" timpal Cindy "Lo ngga suka hubungan gue sama Kak Arsya jadi baik? Lo emang mau liat gue dicuekin terus sama dia?" Cindy menaik turunkan alisnya
"Gue bahkan lebih suka hubungan Lo sama dia tetap ngga baik selamanya" batin Jeffri.
Kemudian ia menarik napas pelan dan menghembuskannya "Ya udah. Terserah Lo yang penting Lo baik-baik aja" ucapnya setelahnya
"Nah gitu dong. Itu baru Jeffri yang gue kenal. Selalu ngutamain kebahagiaan temannya" senyuman Cindy mengembang sempurna
Jeffri tertawa pelan "Nah gitu juga dong. Kan senang liatnya kalau kek gini. Adem-adem aja kita" tukas Dita
"Are you happy now?" tanya Jeffri pada Cindy
Cindy pun mengangguk "Yes. I'm always happy. Apalagi kalau bareng kalian. Bawaannya emang gue selalu happy-happy aja sih"
"That's true. Itu sebabnya Dita hadir di tengah-tengah kalian. Biar selalu bisa memancarkan cahaya kebahagiaan" tawa Dita kemudian pecah setelah mengucapkan kalimatnya
Cindy dan Jeffri pun ikut tertawa mendengar tawa Dita yang begitu menular. Ini mengingatkan mereka bahwa persahabatan itu selalu membawa kebahagiaan meski kadang terselip kekecewaan
Tiba-tiba Arsya berada di meja ketiganya. Cindy menyambutnya dengan hangat "Eh kak? Udah datang?"
"Hai kak?" sapa Dita "Duduk dulu"
Sementara Jeffri tampak diam saja. Tidak ingin mengeluarkan suara apapun untuk menyambut kedatangan seseorang yang tidak ia sukai itu
Arsya mengangguk "Ayo pulang!" ajaknya pada Cindy
"Padahal baru aja kami ngumpul kak" ketus Dita
"Ia. Kami sudah lama ngga ngumpul bertiga" sarkas Jeffri dengan wajah tajamnya
"Besok kalian boleh kumpul lagi. Hari ini gue sama Cindy mau ke rumah Mama" ucap Arsya yang tatapannya menatap datar pada Jeffri
Dita dan Cindy seperti melihat ada aura yang kurang tepat saat itu. Hingga keduanya pun saling mengode satu sama lain
"Hmm... Besok kita masih bisa ngumpul lagi kok guys. Tenang aja. Hari ini gue sama Kak Arsya mau ke rumah Mama Kanya dulu" Cindy berdiri dan merapikan tasnya
__ADS_1
"Ia benar. Besok kita masih bisa ngumpul lagi kok. Ngga apa-apa. Lo pulang duluan aja" tukas Dita yang menyengir
Arsya merapikan anak rambut Cindy yang terurai ke wajahnya setelah merapikan barang-barangnya masuk ke dalam tasnya. Tentu saja pemandangan tidak menyenangkan bagi Jeffri itu membuatnya harus memalingkan wajahnya
"Udah selesai. Ayo kak" ajak Cindy
Arsy mengulurkan tangannya dan Cindy pun menerimanya "Gue cabut duluan yah. See you tomorrow" ia berpamitan pada kedua temannya
Arsya dan Cindy keluar dari kafe tersebut sambil berpegangan tangan satu sama lain hingga membuat Dita merasa iri dibuatnya
"Omaygaaatttt.. Kalau gue jadi Cindy, udah pasti gue bakal meleyot kalau tangan gue di pegang sama Kak Arsya" ia berandai-andai itu dirinya
"Terus kenapa bukan Lo aja yang nikah sama dia!" sarkas Jeffri dengan wajah malasnya
"Ya elah. Baper banget dah. Hadeww. Gerah gue disini weh" Dita mengibaskan tangannya dengan memutar malas bola matanya
Sementara itu, Arsya dan Cindy tengah menuju pulang ke rumah orangtua Arsya menggunakan mobilnya
Keduanya kini tampak tidak canggung lagi. Mereka bergurau satu sama lain selama perjalanan berlangsung hingga tidak terasa Arsya sudah memasuki pekarangan rumah
Arin menyambut keduanya dengan wajah berseri-seri "Haiii... Lama banget ngga main kesini" ia memeluk Cindy ketika kakak iparnya itu turun dari mobil
"Ia nih. Akhir-akhir ini lagi sibuk juga" sahut Cindy yang membalas pelukan Arin
Keduanya kini benar-benar tampak akrab. Tidak seperti saat awal mula Cindy menginjakkan kaki di rumah itu.
"Kalian sudah datang? Ayo masuk dulu" Kanya keluar setelah tau anak dan menantunya sudah datang
Mereka pun kini masuk ke dalam rumah. Sembari menanti Rasyad turun dari kamarnya, mereka saling mengobrol satu sama lain
"Kalian sudah datang?" akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang
"Ia Pah" sahut Arsya dan Cindy
"Ada apa Papa sama Mama manggil Arsya sama Cindy kemari?" tanya Arsya tanpa basa-basi lagi
"Dih? Nanyanya kek bukan di rumah sendiri?!" ketus Arin yang menggelengkan kepalanya
"Begini. Papa punya penawaran menarik untuk kalian berdua" Rasyad mulai antusias "Rekan kerja Papa memberikan dua tiket untuk liburan ke Swiss. Tapi Papa ngga bisa karna ada kerjaan penting. Dan seketika Papa jadi teringat sama kalian berdua. Jadi Papa menerima tawarannya dan akan memberikan tiket liburan itu kepada kalian untuk berlibur selama beberapa hari di Swiss. Bagaimana?"
"Keberangkatannya mulai kapan Pa?" sahut Arsya
"Kalau kalian mau. Kalian bisa berangkat besok ataupun lusa"
"Untuk seminggu kedepan Arsya belum bisa Pa. Karna ada pertandingan basket di luar kota" ujarnya
"Kok ngga ngomong?" Cindy terkejut karna baru tau jika Arsya akan keluar kota selama seminggu
"Ini udah ngomong!" tukas Arsya
"Kok lama banget perginya?" Kanya mengerutkan keningnya
"Ia Ma. Karna tim Arsya perwakilan dari kampus"
"Berarti selama seminggu Cindy sendirian dong? Nginap disini aja biar ngga sendiri?" celetuk Arin tiba-tiba
***
"Kok ngga bilang-bilang dulu kalau mau keluar kota selama seminggu?"
Cindy membantu Arsya memasukkan barang-barangnya ke dalam ransel besar yang akan ia bawa ke luar kota selama seminggu kedepan
"Tadinya mau bilang malam ini. Tapi ternyata keburu bilang duluan di rumah Mama"
Arsya sudah selesai menyiapkan semua keperluannya dan menuntun Cindy ke tepi tidur untuk berbicara
"Ngga apa-apa kan gue tinggal seminggu?" Arsya menyelipkan anak rambut Cindy ke telinganya
__ADS_1
Dengan napas berat Cindy mengangguk "Tapi beneran cuma seminggu kan?" ia ingin memperjelasnya
Arsya mengangguk "Ia. Cuma seminggu kok. Jangan kangen yah?!" ia menggoda Cindy dengan mencolek hidungnya
"Apaan sih kak!!" Cindy terlihat mencebikkan bibirnya "Jadi berangkatnya besok yah?" tanyanya
Arsya mengangguk "Besok gue udah berangkat"
"Tapi nanti disana kabarin terus yah?"
Lagi-lagi Arsya mengangguk "Ia. Nanti gue kabarin terus kok. Lo beneran ngga mau di rumah Mama selama seminggu?" ia mengelus-elus rambut Cindy
Cindy menggeleng "Ngga kak. Aku di rumah aja. Lagian kan ada Bi Imah sama Kang Parman disini. Jadi aku bakal baik-baik aja kok"
Arsya mengkhawatirkan Cindy jika tidak bersamanya "Apa Lo mau ikut gue aja?"
Cindy terkejut mendengarnya "Apaan sih kak? Ngga usah aneh-aneh deh" desahnya
"Tapi nanti kalau Lo ada apa-apa cepat kasih tau gue"
"Ia. Aku bakal ngasih tau kamu kalau aku ada apa-apa disini"
Keduanya kini menghabiskan malam terakhir sebelum Arsya harus keluar kota besok selama seminggu kedepan. Seperti biasa, Cindy bercerita panjang lebar, sedangkan Arsya harus siap menjadi pendengar
***
"Ingat! Kalau ada apa-apa, cepat hubungi gue. Ok?"
Pagi ini, Cindy terlihat membantu Arsya membawakan barang-barangnya ke ruang tamu sembari menunggu taksi online yang akan ia tumpangi menuju lokasi tempat berkumpulnya anggotanya
"Ia" Cindy sudah terlihat pasrah karna sudah puluhan kali Arsya mengingatkannya tentang hal itu
Entah sejak kapan Arsya mulai posesif padanya, pikir Cindy yang menggelengkan kepalanya
Bunyi klakson mobil dari luar membuat keduanya melihat keluar. Ternyata taksi onlinenya sudah sampai. Arsya beralih menatap Cindy
"Gue pergi dulu yah? Jaga diri baik-baik"
Cindy mengangguk dalam diam. Tiba-tiba Arsya memeluknya dan membuat Cindy terkejut dibuatnya. Ia pun membalas pelukan itu
"Gue pergi yah? Ingat!...."
"Kalau ada apa-apa aku bakal cepat hubungi kamu!"
Padahal belum selesai Arsya menyelesaikan ucapannya, Cindy sudah mendahuluinya. Arsya pun tertawa mendengarnya
Sejenak keduanya terdiam bersama. Hingga akhirnya Arsya memberanikan diri untuk meraih kepala Cindy mencium keningnya
Darah dalam dada Cindy seperti tersetrum hingga ia merasakan panas dan dingin secara bersamaan. Ia menutup matanya saat Arsya mencium keningnya
"Hmmm. Gue pergi yah" Arsya langsung keluar dari rumah setelah merasa canggung dibuatnya
Cindy sendiri tidak bisa mengatakan apapun atau bereaksi apapun. Ia bahkan sulit menelan salivanya
Setelah Arsya sudah tidak terlihat lagi, senyumannya seketika mengembang lalu memegang keningnya
"Itu tadi bukan mimpi kan?" gumannya yang seperti tidak percaya
"Kak Arsya nyium gue? Beneran? Aaaaaaa" ia melompat-lompat kegirangan di tempatnya hingga membuatnya terjatuh
"Aaawww" pekiknya kesakitan. Namun sesaat senyumannya kembali terbit mengingat kejadian tadi hingga rasa sakit pada kakinya terlupakan
"Jadi gini yah rasanya perasaan berdebar-debar itu?" ia menggigit bibirnya dengan begitu senang
Kemudian bangkit dan berlari menuju kamarnya dengan perasaan yang campur aduk dibuatnya
...HAYOOO... ADA YANG IKUT BERDEBAR-DEBAR JUGA NGGA NIH DIBUATNYA?...
__ADS_1
...SO, KALAU KALIAN SUKA KARYA INI. JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN POSITIF DAN BERI DUKUNGANNYA YAH....
...TERIMA KASIH ...