Rindu Dan Harga Diri

Rindu Dan Harga Diri
Berani nyentuh Cindy?


__ADS_3

Cindy mengedarkan pandangannya mengamati ke sekeliling bangunan yang sudah nampak tua. Ia mengernyitkan keningnya lalu kembali mengecek ponselnya


"Bener kok ini lokasi yang di share sama Denis?!! Tapi kenapa tempatnya angker gini?"


Cindy hanya melihat beberapa orang yang melewati area tersebut hingga membuatnya mengurungkan niat untuk masuk kesana


"Lebih baik gue balik aja deh. Ngapain juga Denis mau ketemu sama gue tapi malah di tempat ginian?"


Ia menggelengkan kepalanya. Saat hendak berbalik, Cindy tiba-tiba dikejutkan oleh Denis yang sudah berada di belakangnya


"Denis?"


"Cindy? Lho udah datang? Wah lama ngga ketemu kita"


Denis memeluk singkat Cindy seolah mereka adalah teman yang begitu akrab namun lama tidak bertemu


"Ayo masuk"


"Tapi Den..." Cindy melepaskan tangan Denis yang hendak merangkulnya "Lo ngapain minta ketemu disini?" ia mengedarkan pandangannya


"Ya ngga apa-apa. Ayo masuk aja yuk!" ajak kembali Denis


"Ngga mau ah" Cindy menolak ajakan Denis "Gue ngga suka tempat ini. Kenapa ngga ketemunya di kafe aja? Kenapa harus di tempat serem kek gini?"


Denis tertawa "Jangan liat dari luarnya aja dong. Kelihatannya aja di luar serem. Tapi dalamnya seru kok. Gue yakin Lo ngga bakal nyesel masuk kesana" bujuknya


Cindy kembali teringat tempat kemarin yang ia dan Arsya singgahi. Luarnya juga tampak agak serem. Namun dalamnya siapa sangka akan sangat keren?


Cindy kembali mengamati tempat tersebut sebelum akhirnya Denis menarik tangannya untuk masuk tanpa permisi


"Ayo masuk. Lama banget bengong disininya"


"Ta... Tapi Den...." Cindy kalah kuat tenaganya oleh Denis. Hingga mengharuskannya mengalah


Cindy tampak terkejut setelah masuk ke dalam gedung tersebut. Coretan dimana-mana memenuhi tembok dengan gambar yang menurut Cindy menyeramkan di salah satu ruangannya


"Den? Lo bilang dalamnya bakal keren? Tapi ini? Kenapa tempat ini benar-benar menakutkan?" Cindy merasakan bulu kuduknya berdiri seketika


Denis tertawa "Ayolah. Tempat ini keren kok" ia mengitari ruangan itu dan menempelkan tangannya ke dinding-dinding tersebut


"Denis. Gue mau balik aja deh. Gue ngga suka tempat kek ginian"


Saat Cindy berbalik, ia dikejutkan dengan beberapa lelaki yang sudah berdiri di ambang pintu. Kedua bola mata Cindy membulat sempurna saat ia melihat seorang lelaki yang lumayan ia kenal berdiri di antara beberapa laki-laki lainnya


"Lo... Lo? Lo.... Ngapain disini?"


Cindy mulai merasakan aura ketakutan hingga membuatnya gugup setengah mati. Ia berusaha menelan salivanya dengan susah payah


Laki-laki itu tertawa sinis "Ternyata Lo masih ingat gue?"

__ADS_1


Laki-laki itu ternyata adalah Raffi. Lelaki yang sempat berseteru dengannya dan juga Arsya di Club Malam dan juga di Kafe waktu itu


"Kenapa? Lo kaget ketemu gue disini?" Raffi menyunggingkan bibirnya


"Den... Tolong bawa gue keluar dari sini" Cindy berbalik dan mendekati Denis


Tiba-tiba saja Denis tertawa terbahak-bahak hingga membuat Cindy keheranan dan membuatnya mundur karna merasa bahaya sedang mengintainya disana


"De... Den?! Jangan bilang Lo.... Sama mereka?...." dengan terbata-bata Cindy menunjuk Denis juga Raffi


"Tepat sekali!!!" Denis memotong ucapan Cindy lalu mendekatinya meski wanita itu tampak mundur "Kenapa? Kok kayaknya kaget banget?" godanya


"Jangan macam-macam Lo Den!!" ancam Cindy yang terus mundur sampai tubuhnya menempel di dinding


Semua orang yang ada di ruangan tersebut tertawa melihat Cindy yang mulai tampak ketakutan. Mereka menikmati wajah penuh ketakutan wanita itu


"Beruntung sekali Lo ternyata teman sekolah Denis dulu. Jadi gue bisa nemuin Lo dan balasin dendam gue ke cowok Lo itu!!" Raffi tertawa begitu keras


Cindy tidak menyangka jika ternyata Denis menjebak dirinya. Padahal ia awalnya sudah merasa aneh, kenapa lelaki itu hanya ingin menemuinya jika rindu dengan teman-teman sekolahnya? Kenapa tidak ingin mengajak Jeffri dan Dita?


Denis pun menyunggingkan bibirnya "Gue juga punya dendam sama Lo. Tapi gue ngga pernah bisa balas. Tapi hari ini? Dendam gue akan terbalaskan tanpa gue harus nyentuh Lo!"


Cindy tidak mengerti maksudnya "Apa maksud Lo?"


"Lo pasti masih ingat kalau gue dulu pernah nembak Lo? Dan jawaban Lo apa? Lo ngga mau pacaran!"


Denis mendekati Cindy dengan tatapan nyalang "Lo mempermalukan gue di depan teman-teman!!!" teriaknya hingga membuat Cindy ketakutan


Denis tertawa melihat raut wajah Cindy yang penuh ketakutan itu "Dan sekarang bahkan Lo udah punya pacar? Hebat juga Lo. Gue pikir Lo cewek suci. Ternyata murahan!!"


Satu tamparan mendarat di pipi Denis. Cindy tidak terima dirinya diperlakukan seperti itu "Jaga ucapan Lo" entah keberanian darimana ia dapatkan


Denis mengusap pipinya yang merah lalu tersenyum sinis "Lo urus perempuan ini" perintahnya pada Raffi


Raffi pun dengan senang hati maju "Tenang aja bro" ia menepuk pundak Denis "Serahin ke gue. Lo cukup rekam aja. Kita liat apa yang bakal gue lakuin" ia tersenyum mengejek pada Cindy


"Jangan macam-macam!!"


Cindy memberikan peringatan setelah Raffi mendekatinya. Denis pun mulai merekam aksi Raffi yang akan membalaskan dendamnya pada wanita itu


***


Saat tengah asik berbincang bersama sambil menikmati segelas minuman kesukaan mereka, Arsya tiba-tiba bangkit hingga membuat teman-teman lainnya bahkan Jeffri dan Dita terkejut


"Hey? Kenapa?" Erlan menegur Arsya yang tengah memegang ponselnya


"Gue ada urusan" Arsya berlari kecil menuju pintu, namun langkahnya seketika terhenti saat melihat Jeffri dan Dita ada disana hingga mengharuskannya menghampiri keduanya


"Kalian ngga bareng Cindy?"

__ADS_1


"Ngga kak. Tadi dia bilang ada urusan" sahut Dita


"Aish" Arsya berdecak dan langsung berlari tanpa mempedulikan yang lainnya memanggil namanya


"Sya? Arsya?"


"Kak Arsya?"


Erlan memanggil semua teman-temannya untuk menyusul Arsya. Begitupun Dita juga Jeffri. Mereka semua dibuat kebingungan oleh Arsya. Namun satu hal yang mereka yakini, Cindy sedang tidak baik-baik saja saat ini


Arsya benar-benar tidak mempedulikan yang lainnya. Ia masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan tinggi


Saat sampai di tujuan. Arsya mengecek ponselnya terlebih dahulu dan memastikan bahwa lokasinya sudah benar


Arsya kemudian turun dari mobilnya. Melihatnya kondisi di sekelilingnya. Saat hendak masuk, langkahnya terhenti ketika melihat teman-temannya ternyata mengikutinya


Kenta mendekati Arsya "Apa Cindy ada di dalam sana?" tanyanya sambil menunjuk bangunan tua itu


"Gue belum bisa pastikan. Tapi lokasinya menunjukkan dia ada di dalam" sahut Arsya yang menatap gedung tersebut


"Kalau gitu ayo kita masuk Kak. Gue takut Cindy kenapa-kenapa" ujar Dita yang terburu-buru setelah ikut bergabung


"Ayo" Arsya memimpin di depan


Mereka memasuki gedung itu dengan hati-hati. Tidak ingin terburu-buru. Takut-takut jika target dalang dari Cindy ada di dalam gedung itu berhasil kabur


"Jangan mendekat!! Jangan mendekat!! Jauh-jauh dari gue!!!"


Suara teriakan seorang perempuan dari dalam salah satu ruangan menyita langkah mereka


"Itu suara Cindy" celetuk Jeffri


Tanpa aba-aba, Arsya langsung menghampiri ruangan tersebut. Ia berdiri di balik pintu. Memberi kode kepada teman-temannya yang lain


"Jangan sentuh gue.... Tolooongggg!!!"


Saat teriakan Cindy kembali terdengar. Saat itulah Arsya dan teman-temannya mendobrak pintu hingga orang-orang yang berada di baliknya terjatuh


Suasana yang awalnya menjadi tontonan seru-seruan. Kini menjadi tegang karna kedatangan Arsya dan kawan-kawannya


"Cindy" seru Arsya lalu tatapannya mengarah kepada Raffi yang kini tengah merobek lengan baju milik istrinya


"Kak Arsya" ucap Cindy yang sudah seperti tanpa tenaga


Dengan darah mendidih, Arsya langsung menghajar Raffi saat itu juga "Kurang aja Lo!! Berani Lo nyentuh dia sekali lagi, nyawa Lo bakal melayang di tangan gue sendiri!!" ancamnya


Teman-teman Raffi lainnya ikut menyerang. Namun tenaga mereka kalah karna kekurangan orang


"Denis?" Jeffri melayangkan tinjunya pada lelaki itu "Berani-beraninya Lo nyentuh Cindy?!!"

__ADS_1


...HAI. MAAF YAH. UPDATENYA AGAK LAMA. SEDANG BELAJAR MEMANAJEMENKAN WAKTU. TERIMA KASIH YANG TERUS MEMBACA NOVELKU YANG LALU2 SAMPAI NOVEL INI. TERIMA KASIH JUGA DUKUNGANNYA 😍😍😍...


__ADS_2