Rindu Dan Harga Diri

Rindu Dan Harga Diri
Status sudah beda


__ADS_3

"Tidur aja. Ngga usah banyak gaya. Gue ngga akan nyentuh Lo. Ngga nadsu" Arsya seperti tau keresahan Cindy


Jelas saja Cindy membulatkan kedua matanya mendengar perkataan Arsya. Ingin sekali ia memaki, namun ia urungkankan. Mencebikkan bibirnya dengan kesal. Namun sedikit tenang mendengar perkataannya


"Bod amatlah. Emang dipikirnya gue ini apa?" batin Cindy yang menggigit bantal guling dengan kesal


Setelah beberapa menit berlalu, Cindy perlahan memutar kepalanya dan melihat Arsya sudah tidak bergerak lagi. Sepertinya laki-laki itu sudah tertidur. Ia pun merasa lega dan mengembalikan posisi ternyamannya dan terlelap dengan sendirinya


***


Arsya yang merasa silau dengan sedikit cahaya masuk melalu tirai membuatnya mengerjapkan matanya. Mengedarkan pandangannya lalu bangun dari tidur


Ia menoleh ke samping dan sudah tidak mendapati Cindy disana. Tirai memang tidak terbuka dengan sempurna. Hanya jendelanya saja yang dibuka, namun tirainya masih tetap dibiarkan pada posisinya


"Kemana dia sepagi ini?"


Arsya yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Pagi sudah menunjukkan pukul tujuh. Ia tidak terburu-buru karna hari ini tidak ada mata kuliah di kelasnya


Meregangkan otot-otot tubuhnya lalu meraih handuk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri


Cindy yang baru saja selesai membantu Bi Imah memasak pun berniat memanggil Arsya di kamar. Ia pikir laki-laki itu masih tertidur


"Kak Arsya?" panggil Cindy yang mendongak masuk ke dalam kamar namun tidak mendapati Arsya di sana


Terdengar suara pancuran air dari balik kamar mandi "Hmm.. Lagi mandi?" gumannya


"Kak Arsya?" Cindy berteriak dari luar kamar mandi


"Hmm?" hanya suara itu yang terdengar dari dalam


"Setelah mandi turun sarapan yah?" teriak kembali Cindy


"Ok"


Cindy pun kembali bersiap-siap dengan merapikan pakaiannya dari pantulan cermin. Meraih ranselnya dan bergegas turun menuju meja makan sambil menunggu Arsya


Yah, hari ini berbalik dengan Arsya, Cindy memiliki mata kuliah di kelasnya yang mengharuskannya datang sepagi itu.


"Mas Arsya nya mana Neng?" tegur Bi Imah saat hanya melihat Cindy seorang diri


"Kak Arsya lagi mandi Bi. Sebentar lagi juga turun kok" Cindy menarik satu kursi dan duduk disana


Bi Imah mengangguk paham. Tidak berselang lama, Arsya pun turun dan ikut bergabung bersama Cindy di meja makan


"Silahkan dinikmati sarapannya Mas, Neng" Bi Imah pun pamit ke belakang


"Ada kelas?" tanya Arsya saat melihat Cindy sudah rapi sepagi itu


Cindy yang baru saja ingin mengigit roti yang sudah diolesi selai coklat pun terhenti dan mengangguk. Lalu kembali memasukkan roti tersebut ke mulutnya

__ADS_1


"Emang kamu ngga ada kelas?" tanya Cindy balik


Arsya menggeleng. Ia ikut menikmati sarapan tersebut dengan hati-hati. Cindy pun hanya mengangguk


"Biar gue antar ke kampus"


Cindy memicingkan matanya "Kenapa?"


Arsya pun memicingkan matanya "Kenapa apanya?"


"Ya.... Maksudnya kenapa pengen nganterin aku ke kampus? Kan kamu ngga ada kelas?" tutur Cindy yang terus menguyah


"Mau ke secret"


Jawaban Arsya tidak bisa membuat Cindy membantahnya. Memang benar, jika Arsya tidak ada kelas, dia tetap akan ke kampus hanya untuk mampir ke secretnya


"Oh. Benar-benar rajin"


"Kalau sudah, gue tunggu di mobil" Arsya langsung pergi tanpa menunggu jawaban Cindy


"Dia yang ngajakin dia yang ninggalin" gerutu Cindy yang mencebikkan bibirnya


Tak lupa meminum susu dan mengelap bibirnya menggunakan tissue. Ia meraih ranselnya dan berpamitan pada Bi Imah sebelum menemui Arsya yang sudah menunggunya di mobil


"Pasang seatbelt nya" tegur Arsya saat Cindy sudah duduk di sampingnya


Cindy yang sejenak menoleh pun mengerti. Ia memasang seatbelt itu sendiri


"Udah tau telat, masih juga lama makannya" guman Arsya namun Cindy masih bisa mendengarnya


"Lho? Aku makannya cuma sedikit? Ngga banyak!" bantah Cindy dengan kesal


Arsya menatap Cindy dengan nanar tapi tak membuat wanita itu takut. Justru ia memalingkan wajahnya dengan kesal menghadap ke kaca luar


Perlahan Arsya menginjak pedal gas mobilnya dan keluar dari halaman rumah tersebut. Tak ada pembicaraan apapun sepanjang jalan seperti biasa. Hingga keduanya sampai di kampus


"Aku masuk duluan. Makasih" Cindy membuka pintu mobil setelah mengucapkannya


Banyak pasang mata yang tengah melihat Cindy keluar dari mobil milik Arsya. Bahkan tak segan-segan laki-laki itu juga keluar dari mobilnya hingga menjadi pusat perhatian di tempat parkir


"Apaan sih nih orang-orang pada ngeliatin? Gaje banget" batin Cindy yang merasa risih


"Cepetan masuk? Kenapa malah bengong?" Arsya membuyarkan lamunan Cindy


Cindy pun tersentak dan kembali mengedarkan pandangannya melihat bagaimana orang-orang menatap dirinya. Bahkan banyak yang tengah berbisik-bisik


Cindy memilih acuh dan melangkah menuju ruangannya saat itu. Tidak mau mempedulikan tatapan orang-orang tadi di parkiran


"Hello guys" Cindy menyapa Dita dan Jeffri yang sudah terlebih dahulu ada di dalam kelas

__ADS_1


"Lo sini deh" Dita menarik tangan Cindy


"Apaan sih? Kok kayak serius banget?" Cindy pun duduk di samping Dita yang tengah memegang ponselnya bersama Jeffri


"Ini beneran Lo?" Dita memperlihatkan ponselnya ke wajah Cindy


Cindy yang melihatnya pun terkejut dan langsung meraih ponsel Dita untuk memastikannya lebih jelas gambar yang ada di ponsel tersebut


"Lo dapat darimana ini Dit?"


"Ngga penting. Yang gue tanyain. Ini beneran Lo yang ada di foto ini?" Dita masih kekeh dengan pertanyaan-pertanyaan


Cindy pun mengangguk membenarkan "Ia. Itu semalam Kak Arsya ngajak ke pembukaan kafe milik Kakaknya Kak Erlan" jawabnya dengan jujur


"Jadi Lo beneran kesana bareng Arsya?" kini giliran Jeffri yang bertanya dengan serius


Cindy pun mengangguk "Tapi foto ini kalian dapat darimana?"


"Lo ngga liat sosmed apa gimana sih? Orang sekampus juga udah liat semua kok berita ini" cetus Dita yang meletakkan ponselnya di meja


"What? Serius? Kok bisa?" Cindy sampai terheran mendengarnya


"Ya bisalah. Cowok populer sekelas Kak Arsya bawa cewek ke tongkrongannya tuh bakal jadi berita hits di kampus kita" Dita menjelaskan dengan nada lebay nya


"Lebay banget sih" Cindy mengusap wajah Dita "Ya maksudnya ini yang posting pertama tuh siapa gitu? Kok bisa sih sampai masuk berita gini?"


"Lo lupa kalau suami Lo itu punya banyak fans?" Jeffri mengecilkan suaranya saat mengatakan kata 'suami' tapi dengan penuh penekanan


Cindy mengulum bibirnya sejenak lalu mendesah "Pantasan di parkiran tadi orang-orang pada ngeliatin gue sama Kak Arsya"


"Lo bahkan ke kampus bareng Kak Arsya?" Dita dengan heboh membuat yang lainnya menoleh padanya


"Jangan kencang-kencang ih" Cindy memukul lengan Dita lalu tersenyum kikuk pada teman-teman lain di kelasnya


"Ngga bisa. Ini terlalu gemoooyyy" geram Dita dengan gemes mengatupkan kedua tangannya


Tanpa berucap apapun, Jeffri langsung keluar dari kelas tersebut hingga membuat Dita dan Cindy terdiam


"Lo sih"


"Aelah. Tuh anak juga baperan amat" Dita seperti tidak peduli pada Jeffri karna sudah terbiasa seperti itu


"Gue mau nyusulin Jeffri dulu deh" baru saja Cindy hendak berdiri


"Terus apa? Ngebujuk dia buat apa? Ingat! Lo udah nikah. Ngga usah ngasih dia harapan lagi"


Ucapan Dita barusan membuat Cindy tersadar akan statusnya saat ini yang sudah berbeda. Dita menarik tangan Cindy untuk kembali duduk


"Udahlah. Ngga usah nyusul-nyusulin lagi. Ntar kalau Kak Arsya sampai liat Lo berduaan sama Jeffri, gue yakin kalian bakal ribut"

__ADS_1


...HALOOO... TERIMA KASIH ATAS PENANTIAN UNTUK NOVEL INI. UDAH LAMA BANGET NGGA NYELESAINNYA DAN SEKARANG PENGEN NGEJAR TARGET. MAKASIH UNTUK SEMUANYA YANG MASIH STAY 😍 JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW YAH 😍 MAKASIH SEKALI LAGI...


__ADS_2