
"Ngeselin banget. Tau gitu ngga usah gue minta tolong ke dia. Ngga ada gunanya. Gue ngga mau sopan ke dia lagi. Dia aja ngga punya sopan santun" Cindy terus mengoceh meninggalkan mobil Arsya
Salah satu teman Felly, Reina melihat Cindy keluar dari mobil Arsya dan langsung memberitahu Felly
"Fell? Cewek itu kok keluar dari mobil Arsya?"
Felly langsung menoleh. Dan benar saja, ia melihat Cindy disana. Matanya menatap tajam ke arah gadis itu dengan tidak suka
"Ayo" Felly menghampiri Cindy dan mengajak ketiga temannya
Dengan keras Felly menarik tangan Cindy hingga membuat gadis itu terkejut
"Apa-apaan sih kak?" Cindy menarik tangannya
"Lo yang apa-apaan?" Felly mendorong bahu Cindy dan membuatnya hampir terjatuh
Semua yang berada disana langsung berkumpul mendengar keributan. Cindy benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi
"Apa? Kenapa jadi dorong-dorong gue?"
"Lo barusan ngapain di mobil Arsya?" Felly tanpa basa basi langsung menuduh
"Astaga. Gue lupa" batin Cindy "Kenapa? Apa urusannya sama lo?" Cindy bahkan melupakan sopan santunnya ketika berhadapan dengan seniornya
"Wah? Berani lo sama gue?" Felly kembali mendorong bahu Cindy
"Kak" teriak Cindy "Gue udah cukup sabar ngadepin sikap lo selama ini. Dan apa urusannya sama lo kalau gue dari mobilnya Kak Arsya?"
Felly benar-benar meradang mendengarnya "Wah.... Benar-benar lo ya? Lo ngga tau hubungan gue sama Arsya seperti apa? Hah?"
"Gue ngga peduli" jawab Cindy dengan santai
Semua orang yang berada disana saling berbisik-bisik satu sama lain. Pasalnya, tidak ada yang pernah berani melawan geng cewek yang Papanya punya jabatan di kampus itu
"Lo......" Felly mulai geram dengan menunjuk wajah Cindy "Berani banget lo sama gue" ia melayangkan satu tamparan di pipi kanan Cindy
Semua terkejut mendengar suara tamparan yang begitu keras. Bahkan Cindy terkejut dan memegang pipinya
"Itu akibatnya kalau lo berani ngelawan gue" Felly dengan puas menunjuk wajah Cindy
Merasa sudah berhasil menundukkan Cindy setelah menamparnya. Tersenyum licik lalu melipat kedua tangannya di atas perut
Tiba-tiba kembali terdengar suara tamparan. Kali ini dari Cindy yang menampar balik Felly tanpa merasa takut. Semua orang lebih terkejut melihatnya
"Lo...." Felly memegang pipi kanannya sebagai balasan
Arin langsung masuk ke tengah-tengah setelah melihat Felly hampir menyerang Cindy. Memegang tangan Felly dan menghempaskannya
"Berhenti ganggu orang" seru Arin
Felly terkejut "Rin? Lo kenapa belain dia? Apa lo tau? Gue baru aja liat dia keluar dari mobilnya Arsya. Gue yakin, dia pasti habis godain Arsya di mobil" tuduhnya dengan suara lantang
__ADS_1
Cindy mendengus. Kembali merasa kesal "Jangan asal nuduh lo. Kalau lo ngga tau apa-apa mending diam aja. Ngga usah banyak omong"
Arin sebenarnya cukup takjub melihat Cindy berani melawan Felly. Dia pikir gadis itu lemah dan mudah ditindas. Tapi pikirannya salah
"Lo....." Felly ingin sekali menjambak rambut Cindy
"Kars" Arin tiba-tiba melihat kakaknya menghampiri mereka
"Arsya?" Felly mendekati Arsya
Sementara Cindy yang masih kesal pada Arsya, membuang muka dari menatap laki-laki itu. Arsya hanya melihat Cindy yang tidak mau melihat dirinya
"Cindy? Kenapa?" Dita dan Jeffri baru saja datang setelah ada yang memberitahunya bahwa Cindy bertengkar di depan dengan Felly
"Ngga apa-apa" jawab Cindy dengan ketus
"Cin? Pipi lo kenapa?" Jeffri menyadari sebelah pipi Cindy tampak memerah, bahkan Arsya pun ikut memperhatikannya
Tanpa menjawab, Cindy menatap tajam pada Felly, lalu pada Arsya dan pergi dari sana. Tidak mempedulikan yang lainnya
"Cindy?" teriak Dita "Ayo Jeff" ia menarik tangan Jeffri setelah menatap tidak suka pada Arsya
Jeffri pun menatap tajam pada Arsya sebelum pergi. Arin menyaksikan sendiri bagaimana tatapan tidak suka Jeffri pada kakaknya
"Arsya? Ngapain cewek tadi itu di mobil lo? Dia pasti ngegodain lo kan?" Felly mulai menuduh-nuduh Cindy
"Yang godain gue itu lo, bukan dia" tukas Arsya dan langsung pergi darisana
Felly terkejut dan tampak malu mendengarnya. Semua orang bahkan mendengarnya. Bahkan tidak sedikit yang saling tertawa
Semua orang pun ikut bubar sebelum mendapat makian dari gadis itu. Wibawanya sudah mulai menurun dihadapan Cindy, Arin dan Arsya
Arin langsung mensejajarkan langkahnya dengan langkah kakaknya dan berdehem hingga membuat Arsya menoleh sekilas
"Dia keren juga ya? Berani ngelawan Kak Felly"
Arsya menoleh "Siapa?"
"Siapa lagi? Kalau bukan.... " Arin melihat sekeliling sebentar dan berbisik "Calon istri Kars"
Arsya menghentikan langkahnya "Maksud lo apa?"
Arin tersenyum miring "Kars cari tau aja sendiri" ia meninggalkan kakaknya yang diambang penasaran
"Arin? Arin?" Arsya memanggil-manggil nama adiknya namun tidak dihiraukan
"Apa maksudnya?" keningnya berkerut dalam
***
"Cin? Lo masih ngga mau ngasih tau kita? Sebenarnya tadi ada apa sih?" pinta Dita yang membantu Cindy mengompres pipinya
__ADS_1
"Ngga apa-apa" Cindy terlihat judes
Jeffri mengedipkan mata pada Dita untuk tidak bertanya dulu. Melihat bagaimana mood Cindy sedang tidak baik saat ini
"Harusnya tadi lo balas juga tuh Nenek lampir. Bisa-bisanya dia nampar lo" Dita ikut kesal
"Udah"
Pernyataan Cindy membuat Dita dan Jeffri bingung "Udah apa?"
"Udah gue balas tamparannya"
"What?" Jeffri dan Dita terkejut lalu saling menatap
"Lo serius? Lo nampar balik dia? Di depan banyak orang?" Dita masih tidak percaya
Cindy mengangguk "Habisnya gue kesal. Datang-datang langsung nuduh-nuduh gue. Dorong-dorong gue. Nampar gue pula. Ya udah, gue balas aja. Mana mood gue juga lagi bad"
Dita dan Jeffri terdiam. Cindy yang dulu benar-benar sudah kembali. Ceria, pemberani dan juga kuat
***
Kehebohan terjadi di dalam kelas Arsya. Laki-laki itu baru saja masuk ke dalam kelas dan melihat semuanya sedang heboh
Arsya yang tidak peduli pun menggeleng dan menuju tempat duduknya. Namun Jendris dan Kenta segera menghampirinya
"Eh, Cindy ternyata keren banget yah? Ngga salah pilih doi gue" seru Jendris di tengah kehebohan
Arsya mengernyit "Ngomong apa sih lo?"
"Lihat video ini" Kenta menyerahkan ponselnya pada Arsya
Meski bingung, Arsya meraih ponsel tersebut "Tadi, gue sama anak-anak yang lain mau buat vlog untuk promosiin tim kita. Dan ngga sengaja pertengkaran Felly dan Cindy kerekam"
Disana terlihat jelas di belakang para tim Arsya yang sedang berbaris di depan kamera, Felly menarik tangan Cindy terlebih dahulu. Semuanya terekam dengan jelas. Bagaimana Felly yang mendorong Cindy, sampai menampar gadis itu. Dan pun Cindy yang tidak tinggal diam ikut menampar balik Felly hingga Arin muncul dan dirinya
"Dia berani nampar Felly?" batin Arsya yang tidak percaya "Nih" ia menyerahkan ponselnya dengan wajah datar
"Cindy keren banget kan? Gila sih. Tuh cewek berani banget ngelawan Felly" Jendris tak kunjung berhenti memuji keberanian Cindy
"Dia ditampar Felly?" batin kembali Arsya yang tidak mempedulikan Jendris
"Hey? Lo baik-baik aja?" Kenta menepuk pundak Arsya yang terdiam setelah melihat video itu
Arsya terkejut dan menoleh. Lalu mengangguk "Ia. Gue baik-baik aja"
***
"Ngga. Ngga mau" Cindy dan Dita berlari menghindari Jeffri yang mengejar mereka dengan tertawa riang
Langkah Cindy terhenti tatkala berpasangan dengan Arsya di pintu keluar. Senyuman di wajah Cindy menyurut, membuang muka dan berlalu meninggalkannya
__ADS_1
"Dia masih marah?"
...JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG KARYA INI YAH. TINGKIYUUU 🌹🌹🌹...