
"Bang, bang Kezra kok diem gitu?" ucap Gisel sambil menggoncang badan Kezra. Kezra tersenyum melihat tingkah lucu Gisel yang penasaran.
"Emang kak Hanessa nggak pamit ya sama teman kecilnya ini?" singgung Kezra. Gisel cemberut. Gisel sadar memang baru dua kali mereka bertemu dan cerita-cerita. Tapi Gisel sudah merasa akrab dengan Hanessa.
Tringggg.....tringgg....
Dering hp Kezra bergetar. Seseorang telah memangilnya. Kezra segera mengambil hpnya dan melihat siapa yang memanggil ternyata nomor baru masuk. Kezra menggeser tanda jawab.
"Halo..." ucap Kezra memangkat telponnya. Gisel memperhatikannya.
"Helo sayang." jawab seseorang dari sebrang telpon sambil tersenyum manis. Kezra mengenal suaranya. Lalu melirik Gisel.
"Hanessa?!" ucap Kezra semangat. Sambil mendekati Gisel.
"Apa kabar?" ucap Hanessa. Menahan rindunya.
"Baik. Kamu apa kabar disana? Kapan kamu balik disini, aku kangen?" ujar Kezra. Gisel yang mendengarkan senyum-senyum sendiri.
"Aku juga sangat merindukan dan ingin cepat-cepat ketemu kamu." ucap Hanessa semangat. Dia senyum-senyum sendiri, dan hanya putri yang melihat senyum bahagianya.
"Ok sayang, semoga lancar ya kuliahnya!" ucap Kezra menyemangati. Hanessa sangat bahagia mendengar dukungan dari kekasihnya.
"Ingat, jangan hapus namaku dihatimu." lanjutnya bercanda.
"Cie...cie...kak Kezra." ucap Gisel. Kezra langsung menutup mulutnya.
"Ssssttt anak kecil nggak boleh ganggu!" bisik Kezra ditelinga Gisel. Gisel tertawa mendengarnya tapi mulutnya ditutup dengan tangan biar nggak kedengaran.
"Ehhh, suara siapa?" tanya Hanessa penasaran.
"Suara kucing." canda Kezra sambil menyingkirkan kepala Gisel.
"Bohong kak, ini aku Gisel." teriaknya biar bisa bicara dengan Hanessa. Hanessa terkekeh mendengar teriak Gisel yang selalu gemesin kalau ngomong.
"Helo, Gisel." ucap Hanessa,
"Gimana sekolahmu?" Kezra memberikan hpnya pada Gisel.
__ADS_1
"Helo kak. Sekolahku baik-baik saja. Tapi ada yang mau Gisel bilang." ucapnya sengaja mau membuat abang sepupunya itu cemburu. Dia melirik Kezra dan tersenyum.
"Bang Robin nitip salam." bohongnya supaya dia berhasil buat Kezra marah.
"Dia selalu nanyain kakak loh." lanjutnya. Hanessa hanya senyum-senyum mendengarkan cerita Gisel yang membual.
"Ehmmm..." Kezra berdehem lalu langsung merebut hpnya dari telinga Gisel. Gisel teriak lagi belum puas bicara.
"Kak, Kakak Hanessa lebih cocok sama bang Robin." teriaknya di hp Kezra. Kezra langsung menutup mulutnya. Hanessa hanya tertawa mendengar teriakan Gisel.
"Sayang sudah dulu ya, ada kucing lagi laper." ujar Kezra. Gisel terus mencoba merebut hp nya biar bisa ngomong dengan Hanessa.
"Kak, bang Kezra jahaaattt." Teriak Gisel seperti orang yang minta tolong.
"Hahahaaa...Gisel, Gisel. Rawat bang Kezra biar dia nggak jahat ya." ucap Hanessa sebelum mengakhiri telponnya.
"Byee sayang, I love you!" ucap Kezra mengakhiri telponnya.
"I love you too." balas Hanessa sambil mematikan telponnya.
Jordi
Mencoba untuk menghubungi Hanessa tapi nomornya tidak aktif. Dia mengirimkan pesan.
"Helo Nessa, gue dah lama nggak lihat loe? Sekarang gue dijembatan." pesannya cuma centang satu. Jordi merasa galau dan khawatir. Dia mencoba lagi hubungin nomor Hanessa tetap tidak aktif. Dia memberanikan diri pergi kerumah kakaknya Hanessa.
Tok...tok..tok...
"Permisi..." ucapnya didepan pintu.
Kakak Hanessa langsung membuka pintu.
"Kak, Hanessanya ada?" tanyanya tanpa basa basi.
"Maaf siapa ya?" ucap kakaknya yang masih berdiri didepan pintu tanpa memberi masuk.
"Jordi kak, temannya Hanessa." jawabnya sambil menyungikan senyumnya.
__ADS_1
"Oh, Hanessanya sudah di Bandung dari beberapa bulan yang lalu." ucap kakaknya.
"Oh, ya sudah kakak. Saya permisi pulang." ujarnya sambil berlalu pergi.
"Nggak masuk dulu?" ujar kakak Hanessa mempersilakan masuk.
"Tidak kak, terima kasih. Lain kali saya akan masuk." candanya sambil naik diatas motornya. Kakak Hanessa hanya tersenyum mendengarnya.
Sudah berapa kali orang datang menanyakan Hanessa dirumah kakaknya tapi hanya sekedar bertanya. Beberapa menit Jordi pergi, Hanessa menelpon kakaknya.
"Halooo.." jawab kakaknya.
"Halo kak, nih Hanessa." ujarnya
"Hanessa? Gimana kabarmu disana?"
"Baik kak. Kakak apa kabar?"
"Baik juga. Tadi barusan temanmu datang."
"Temanku? Siapa?"
"Katanya namanya Jordi, temanmu."
"Hah? Dimana dia sekarang?"
"Barusan pulang beberapa menit yang lalu." ujar kakaknya.
"Kamu tidak kasih tau teman-temanmu kalau kamu ke Bandung?" Hanessa menggelengkan kepala walaupun tidak ada yang melihatnya.
"Hanessa belum sempat kasih tau teman-teman, hp Hanessa sudah ditahan." ucap Hanessa pelan.
"Tapi kakak sudah memberitahunya kan?" lanjutnya, kakaknya mengangguk walaupun Hanessa tak melihatnya.
"Kakak sudah memberitahunya. Kamu fokus belajar ya biar cepat kelar dan balik kesini." ujar kakaknya lalu mengakhiri telponnya.
Bersambung...
__ADS_1