Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 49


__ADS_3

Setelah satu minggu kematian istrinya, Kezra ingat perkataan Hanari memintanya untuk menghubungi seseorang yang dia undang diacara ulangtahunnya.


Kezrapun mencari hp Hanari, ternyata hp Hanari hancur karena jatuh saat dia mau memberikannya pada Kezra waktu itu. Akhirnya Kezra langsung membawa hpnya dikonter untuk diperbaiki.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" Tanya tukang konternya.


"Iya pak, saya ingin memperbaiki hp saya yang retak karena terhempas jatuh" Kata Kezra sambil menyerahkan hpnya. Tukang konter hanya diam dan mengambil hp yang diserahkan Kezra.


"Oh baik mas, mungkin mas bisa ambil satu minggu kedepan." Ujar tukang konternya sambil memperhatikan hp yang diserahkan Kezra.


"Oh, baiklah kalau begitu. Terima kasih pak." Kezra pun berlalu pergi dan menitipkan hp Hanari di konter.


Saat perjalanan pulang, Kezra melihat sosok wanita yang selama ini dia rindukan.


"Hanessa?" Gumam Kezra. Diapun memberhentikan motornya


Awalnya Kezra ingin menghampiri Hanessa, tetapi saat dia melihat sosok lelaki yang muncul menghampiri Hanessa duluan. Kezra mengundurkan niatnya.


"Ternyata apa yang papa dan mama bilang itu benar." Gumam Kezra dalam hati.


"Hanessa pasti sudah melupakanku, untuk apa aku mencarinya." Lanjutnya sambil kembali menyalakan motornya dan kembali kerumah mereka.


Sungguh hati Kezra lebih terluka dibanding dengan kematian istrinya. Selama ini dia mencari Hanessa, berharap bisa menemukannya dan menjelaskan apa yang terjadi.


***

__ADS_1


"Prio, perasaan dari tadi kita mutar-mutar mulu deh." Ujar Hanessa pada Prio yang baru keluar dari Indomaret membeli minum.


"Nggak apa-apa lah sekalian jalan-jalan" kata Prio sambil meneguk AQua dingin yang barusan dibelinya.


"Gimana kalau Putri tahu? Dia pasti berpikiran yang negatif sama kita." Ujar Hanessa lagi. Prio mengacak rambut Hanessa.


"Kita kan sahabat, kenapa dia harus berpikiran kayak gitu?" Tanya Prio. Prio memang orangnya santai sama siapapun dia santai apa lagi dengan sahabatnya.


"Lagian ni ya Han, aku kasih tahu. Sebelum aku pacaran sama dia. Kita sudah dekat terlebih dahulu. Sebenarnya aku menyukaimu sejak itu, tapi..."


"Tapi apa?" Tanya Hanessa.


"Tapi sudah lah kita pulang yok!" Ajak Prio ngeselin


"Kok nyebelin sih?" Tanya Prio.


" Orang nanya serius, kamunya bercanda melulu." Hanessa cemberut sambil naik diatas motor Prio. Prio hanya tersenyum manis melihat muka Hanessa yang lagi kesal.


"Jalan." Perintah Hanessa. Tapi Prio masih diam dan tersenyum melihat Hanessa.


"Ngapain senyum-senyum?" Tanyanya lagi.


"Kok marah?" Tanya Prio lembut.


"Siapa yang marah? Ayo jalan." Ujar Hanessa. Prio pun menyalakan motornya dan mulai jalan.

__ADS_1


"Kok pelan banget sih, jalannya!" Ujar Hanessa lagi. Prio terkekeh mendengar omelan Hanessa sedari tadi belum juga reda-reda. Baru kali ini Prio melihat muka Hanessa yang benar-benar kesal.


"Han, kamu masih penasaran dengan kataku tadi?" Tanya Prio sambil melirik kaca spionnya tuk melihat Hanessa.


"Basi" ujar Hanessa datar. Prio terkekeh lagi.


"Hanessa, Hanessa kamu lucu tau kalau lagi ngambek."


"Lucu-lucu, cepat dikit jalannya keburu hujan."


"Iya-iya, tuan putri." Ujar Prio sambil melajukan sedikit motornya.


"Inilah yang membuat aku menyukaimu Han." Kata Prio jujur. Diapun melanjutkan katanya tadi.


"Tapi aku tahu kalau hatimu sudah tertutup rapat untuk orang lain. " Lanjutnya. Hanessa langsung diam, dia tidak berani mengomel lagi.


Hanessa seakan-akan kembali kemasa lalunya. Dia ingat kembali kehadiran Kezra dalam hidupnya. Ingat akan janji yang pernah mereka ucap saat berduaan.


Dia ingin kembali seperti dulu, menemui Kezra memeluknya dan jalan beriringan dengan bergandengan tangan.


Airmatanya mulai jatuh, Prio meliriknya dikaca spion.


"Han, Hanessa!" Panggil Prio. Hanessa terus diam. Hatinya mulai terasa sakit menahan rindu yang tak terobati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2