Rinduku Kukuburkan Didasar Laut

Rinduku Kukuburkan Didasar Laut
Episode 18


__ADS_3

"Jadi kapan kamu menikahi kekasihmu?" ujar papanya tiba-tiba diruang tamu ketika mendengar Kezra masuk. Kezra langsung berhenti melangkah.


"Kezra, kamu anak satu-satunya dari kami. Kami sudah tua, tidak kah kamu ingin melihat kami sedikit bahagia?" lanjut papanya sambil menatap Kezra. Kezra masih terpaku, dia tidak bisa bicara apa-apa. Hatinya sangat tertekan. Kezra langsung masuk kekamarnya tanpa sepatah katapun.


"Kezraaa!!!" teriak papanya lagi.


"Kamu harus secepatnya nikahi gadis itu. Kalau tidak papamu akan mati."


"Sudahlah pa, jangan paksa dia untuk cepat menikah" ujar mamanya yang terbagun dari tidurnya karena teriakan suaminya yang sangat keras.


"Tidak,tidak,,Kezra anak kita satu-satunya. Umurnya sudah mau hampir 26 tahun. Dan kita sudah tua. Dia harus menikah." Jawab papanya keras.


"Sampai kapan dia keluyuran kayak gini, kalau dia tidak menikah?" lanjutnya sambil meninggalkan istrinya sendirian.


Tok...tok...tok...


"Kezra, ni mama. Bisa kita bicara sebentar nak?" ujar mamanya penuh harap.


"Besok aja bicaranya ma. Kezra capek mau istirahat!" ucap Kezra sedikit teriak. Sejenak mamanya terdiam, lalu pergi meninggalkan kamar Kezra.


***


"Hanessaaa!!!" teriak seseorang dengan senangnya.


"Asri, Putri...!" balas Hanessa.

__ADS_1


"Kalian ngapain disini?" tanyanya.


"Kami sengaja disini, mau menemuimu." jawab Asri semangat. Merekapun berpelukan.


"Kita sudah jarang ngumpul bareng." ujar Putri sambil duduk disebelah Hanessa. Hanessa tersenyum bahagia.


"Pasti ada waktunya kita kumpul bareng." jawab Hanessa. Kedua sahabatnya menganggukkan kepala.


"Mangnya loe mau selesaikan study loe dalam jangka waktu tiga tahun ini?" ujar Putri sambil menatap Hanessa. Hanessa balik menatapnya dan tersenyum.


"Aku ingin cepat-cepat kembali dan menemui dia." Ujar Hanessa bangga. Kedua sahabatnya saling bertatapan.


"Dia siapa?" tanya Asri penasaran.


"Kekasih hati." bisik Putri ditelinga Asri. Asri kaget matanya langsung melotot.


"Sudah lama?" lanjutnya. Hanessa mengangguk lagi.


"Jadi sudah pernah ketemu?"


"Dulu waktu aku di Bogor tempat Kakakku. Aku bertemu dia dan kami kenalan." Hanessa tersenyum membayangkan masa lalunya betapa indah saat dia berjumpa seorang lelaki yang bisa mencuri hatinya. Kedua sahabatnya dapat merasakan betapa bahagianya Hanessa.


"Trus,trus...lanjut dong." ujar Asri


"Trus kami pacaran. Dia berjanji akan setia menungguku" ujarnya terlihat kerinduan yang sangat dalam dari wajah Hanessa. Kedua sahabatnya dapat merasakan kerinduan itu lalu memeluknya.

__ADS_1


"Kalau nikah undang-undang ya?" ucap Asri bercanda.


"Nessa, ini sudah sore. Kita pulang yuk!" ajak Putri. Hanessapun merapikan buku-bukunya dan tugasnya.


"Yuk...!" jawab Hanessa.


"Let's go!" jawab Asri sambil berjalan.


Merekapun beranjak pergi. Seperti biasa mereka jalan kaki menuju asrama.


"Putri, Hanessa, gue langsung pulang ke kost ya. Gue baru keinget ada kiriman dari bokap nyokap gue hari ini." ucap Asri yang tiba-tiba berhenti berjalan. Putri dan Hanessa pun langsung memutar badannya melihat Asri yang sudah berlari.


"Loe pulang dengan apa?" tanya Putri sambil teriak.


"Gue naik ojek aja. Besok pagi gue ke asrama loe tuk ambil motor." teriaknya sambil berlari ditempat pangkalan ojek.


"Kebiasaan" gerutu Putri. Hanessa tersenyum mendengarnya.


"Nessa, gue dengar ibu asrama akan mengembalikan hp kita." ucap Putri.


"Hah?" ucap Hanessa kaget


"Iya, punya anak-anak yang lain sudah dikembalikan. Kitakan bukan anak-anak SD lagi." ucap putri terkekeh.


"Jadi loe nggak bakalan hilang komunikasi lagi." lanjutnya sambil pegang pundak Hanessa. Hanessa tersenyum.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2