
Sudah satu minggu Kezra meninggalkan rumahnya. Bahkan tidak pernah pulang kerumah. Kedua orangtuanya sangat khawatir dan cemas. Karena terlalu banyak memikirkan Kezra, mamanya jatuh sakit. Papanya tidak dapat berbuat apa-apa, tetapu tidak pernah merasa bersalah. Papanya hanya menyalahkan Kezra yang tidak peduli dengan orangtuanya.
"Ngapain kamu pulang? Hah?" bentak papanya saat Kezra membuka pintu. Kezra langsung berhenti tetapi tidak bicara apa-apa.
"Kamu mau tunjukin kalau kamu peduli dengan mamamu gitu?" ucap papanya marah. Tapi Kezra tidak mau peduli. Dia hanya ingin melihat mamanya, apa benar-benar sakit atau hanya akal-akalan aja.
Hanari yang mendengar papanya berteriak segera berlari keluar mendapatkan Kezra.
"Kez, ayo masuk. Mama mencarimu dari kemarin." ujarnya sambil memegang tangan Kezra. Tapi Kezra menepisnya dan berjalan didepan Hanari tanpa memperdulikan papanya yang marah. Hanari menatap papa Kezra dan menundukkan kepala.
"Anak kurang ajar!" gumam papanya kesal pada Kezra.
Kezra langsung menuju kamar mamanya. Ternyata benar mamanya sedang berbaring ditempat tidur dan menyebut-menyebut nama Kezra.
Krekkk...
Kezra membuka pintu, lalu masuk menuju mamanya yang lemas ditempat tidur. Kezra mendengar mamanya menyebut namanya berapa kali.
"Kezra...!"
"Kezra...!"
"Nak, kamu dimana?"
__ADS_1
Gumam mamanya pelan. Kezra memegang tangan mamanya. Mamanya pun dapat merasakan hangatnya tangan Kezra dan menggenggamnya lebih erat.
"Jangan pergi nak, jangan tinggalkan mama!" ujarnya pelan dan sedih. Kezra meneteskan airmata. Dia tega melihat mamanya.
"Kez, mama tidak mau dibawa kerumah sakit." ujar Hanari memberanikan diri untuk bicara.
"Ma, ini Kezra. sekarang kita kerumah sakit ya?" ucapnya pilu. Kezra pun langsung menelpon mobil ambulance.
Tidak lama kemudian ambulance datang. Mamanya yang lemah terpaksa mengikuti kata Kezra untuk dibawa kerumah sakit. Kezra mengangkat mamanya dan membawanya dalam mobil ambulance.
***
Beberapa saat kemudian. Dokter keluar dari tempat pemeriksaan mamanya.
"Dok, bagaimana dengan mama saya?" tanya Kezra sedikit panik.
"Tidak ada yang dikhawatirkan. Hanya beliau terlalu banyak mikir sehingga kadar gulanya naik. Beliau harus banyak istirahat supaya demam dan kadar gulanya menurun." ujar Dokter menjelaskan. Lalu pergi meninggalkan mereka.
Tanpa Kezra sadari, dia memeluk Hanari dengan hangat. Hanari merasa nyaman saat dipeluk Kezra, dia merasakan cintanya mulai tumbuh kembali.
"Kez..!" teriak Rikky. Kezra pun melepaskan pelukannya dan baru menyadari bahwa ia telah memeluk orang yang tidak ia cintai.
"Rikky, dari mana loe tahu kalau gue di rumah sakit?" tanya Kezra penasaran.
__ADS_1
"Gue sedari tadi mengikuti loe. Pas gue nyampe rumah loe, gue lihat ada ambulance yang menuju rumah sakit. Ya sudah gue ikutin aja." jelasnya.
"Makasih ya Rik?" ujar Kezra
"Untuk apa?"
"Kalau loe nggak bentak gue, mungkin gue nggak bakalan pulang." ucapnya lirih.
"Santai aja, bro." ucap Rikky sambil menepuk bahu Kezra.
"Bagaimana dengan nyokap loe?" lanjutnya
"Lagi Istirahat. Kata dokter tidak ada yang dikhawatirkan hanya kadar gulanya naik." ucapnya.
"Oh syukurlah." jawab Rikky. Merekapun menuju kamar rawat mamanya. Ternyata mamanya sudah sadar.
Saat melihat Kezra, mamanya meneteskan airmata. Kezra memeluknya dengan erat.
"Nak, mama sangat merindukanmu." ujar mamanya sedih.
"Mama minta maaf nak." sambung mamanya dengan deraian airmata.
"Semua sudah terjadi ma, jangan sesali." ujar Kezra pedih. Mamanya menggenggam tangan Kezra dan tersenyum lembut.
__ADS_1
Bersambung...